
...Happy Reding...
Kayla mengambil celemek lalu memakainya, "Kak Laras tumben banget mau ketoprak?" tanya Kayla sambil menyiapkan bahan-bahan untuk membuat bumbu kacangnya.
"Gak tahu tiba-tiba pengen aja. Kay buatinnya banyakin bumbunya ya, sama telornya juga kamu belah empat, togenya setengah mateng, bawang gurihnya banyakin !! " Ujar Laras memberi intruksi.
"Ngatur doang bu? bantuin dong!! ka kalo aku perhatiin perut kk gendut deh sekarang. Kakak banyak makan ya?" tanya Kayla pada Laras.
Laras beralih melihat dirinya sendiri, "gendut gitu? hua Jo badan aku gendutan sekarang. Pasti dia bakal nyari yang lain kalo aku gendut. Enggak pokonya gk boleh hiks kenapa perut aku gendutan si? bunda, Laras gak mau gendut hiks hiks." Tangisan Laras benar-benar bisa membuat para penghuni kamar turun ke bawah.
"Yaampun syg kamu kenapa nangis?" tanya Joshua namun, dihiraukan oleh Laras.
"Bunda hiks hua bunda." Tangis Laras benar-benar menggema sekarang
Nyonya Clemira dan Tuan Joshep menghampiri mereka sambil berlarian, " syg kamu kenapa nangis hm?" tanya nyonya Clemira sambil membelai pipi Laras.
"Hua bunda kata Kayla badan Laras gendut." Adunya pada nyonya Clemira
Semua orang memandang Kayla meminta penjelasan, Kayla yang merasa dipandang semua nya pun menghela nafasnya, hufft.
"Bunda, Ayah , Abang dengerin Kay !! aku cuman bilang apa adanya kalo kak Laras sedikit berisi. Dan setelah melihat kak Laras sensitif gini, Kayla punya kecurigaan lain." Jelas Kayla
__ADS_1
"Apa maksud kamu?" tanya Joshua tersulut emosi saat mendengar kata kecurigaan dari mulut Kayla pada Laras.
"Kay apa maksud kamu nak?"
"Calon bapak mudah emosi banget si," Ucap Kayla dengan nada mengejek, "jangan komen dulu!! jadi gini, Kay ngerasa kalo kak Laras tuh hamil ja___" ucapannya terpotong ucapan keluarganya.
"Apa?" kompak mereka
"Dibilangin jangan komen dulu !! jadi ya menurut Kayla, Kak Laras emng beneran hamil. Soalnya sejak kapan kak Laras pengen ketoprak sampe nangis-nangis? dan lagi liat perubahan badannya !! tapi itu si menurut perkiraan Kay aja." Jelas Kayla
"Syg kamu beneran hamil nak?" tanya Nyonya Clemira dengan antusias.
Laras sendiri bingung, " kalo Laras hamil, kenapa gk ada tanda-tandanya bund?" tanya Laras
"Silahkan dinikmati kak, aku buat banyak nih." Ujar Kayla
"Jangan!! ini ketoprak aku, pokonya jangan ada yang ikutan ngambil!! " Balas Laras dengan mata berkaca-kaca.
"Emng kak Laras yakin bisa ngabisin semuanya?" tanya Kayla.
__ADS_1
"Kayanya ini kurang." Balas Laras dengan mulut penuh
"Kayanya bunda setuju sama Kayla. Bunda juga yakin, kalo Laras emng beneran lagi isi. Ah ayah cucu kita nambah lagi." Girang Nyonya Clemira sambil memeluk sang suami
"Makanya supaya gk penasaran kita pastiin besok bun. Dan kamu Jo, telpon dokter keluarga besok pagi!! " Tutur Tuan Joshep.
"Bund, kalo mau peluk-pelukan sampai puas langsung ke kamar aja yu!!" bisik Tuan Joshep.
pukk Nyonya Clemira memukul lengan suaminya, "jangan ngada-ngada yah !! bunda lagi datang bulan." Balas nyonya Clemira dengan berbisik
"Akhh bunda" Tuan Joshep meninggalkan mereka tanpa pamit. Terlihat jelas gurat kekesalan di wajahnya. Entah apa yang membuat ayah mereka kesal, yang jelas hanya ada satu tersangka yaitu bunda mereka.
Nyonya Clemira terkekeh, " baiklah anak-anak bunda, bunda duluan mau nyusul bayi gede bunda." Pamit Nyonya Clemira sambil berlari kecil mengejar sang suami.
"Kak Laras gimana e__" ucapan Kayla langsung terhenti tak kala melihat kakak iparnya benar-benar menghabiskan semua ketopraknya.
Mulut Kayla terbuka lebar, Ethan yang sedang memperhatikan sang istri pun menyerngit heran, "Bei tutup mulut kamu ih!! nanti masuk nyamuk bahaya." Titah Ethan kemudian langsung mengikuti arah pandang sang istri.
"Astaga" pekik Ethan saat melihat hal tersebut.
"Bang bini lo kayanya beneran hamil, dan bukan cuma 1 kayanya tapi, 2. Liat deh!! bisa-bisanya ketoprak sebanyak itu habis?" Ujar Ethan pada Joshua.
__ADS_1
Joshua hanya menghela nafasnya kasar, Laras tak menghiraukan kehadiran mereka. Ia mendekat kearah Kayla lalu berbisik, "Kay kk pengen somay sekarang tapi, buatan suami kamu. Boleh ya?" bisik Laras
"Apa?" pekik Kayla benar-benar tak habis pikir pada kk iparnya