Love Come Suddenly

Love Come Suddenly
Meeting


__ADS_3

...Happy Reading...


Sepeninggalan Syam, Bianca langsung membayar makanannya kemudian langsung melanjutkan perjalannya. Dia mengendarai mobilnya menuju gedung perkantoran Alexander grop untuk meeting.


Sesampainya di sana, Bianca yang awalnya sedang kesal gara-gara Syam langsung mengubah ekapresinya menjadi dingin dan datar.


Dia berjalan menuju meja resepsionis, "Permisi mbak, tuan besar Joshep ada?" tanya Bianca datar.


"Nona Bianca, ah ya tuan besar ada di dalam. Langsung masuk saja nona!! beliau sudah menunggu kedatangan anda." Kata sang resepsionis yang kemudian mendapatkan anggukan dari Bianca.


"Terimakasih" Balas Bianca langsung melangkah pergi meninggalkan tempat tsb.


Sepeninggalan Bianca, "nona Bianca benar-benar lebih dingin dari biasanya ya?" Ucap si a pada rekannya.


"Ya jelas dinginlah, siapa si yang gk kecewa dikhianitin pacarnya? dan mungkin, karena kekewaan itu beliau tutupi dengan sikap dinginnya." Balas si b


"Tapi kayanya nona Bianca belum move on deh, soalnya setelah pernikahan tuan muda James beliau langsung menghilang selama dua tahun." Timpal si C


"Lo pikir move on mudah? jangankan nona Bianca yang notabenya tinggal satu langkah lagi ke jenjang pernikahan, gue yang baru pdktan aja gk bisa move on saat dia bilang udah punya pacar baru." Kata si a


Si d yang sedari tadi terus memperhatikan mereka pun langsung menegurnya, "udahlah gausah ikut campur urusan orang!! kalian mau kehilangan pekerjaan kalian karena mencoba menggosipkan anak pemilik perusahaan?"kata si d yang langsung mendapatkan gelengan dari mereka.


"Yaudah kembali bekerja!!"


🍀🍀🍀


"Mom Risa sama mama Laras kok belum dateng sih?" tanya Karin pada Kayla.


Kayla menggeleng, "mungkin masih di jalan sayang." Balas Kayla


Kiran sedang bermain bersama Kaifa, "gantengnya mami mau main apa nih. Robot, kuda-kudaan, berbie atau masak-masak?" tanya Kiran pada Kaifa.


Kaifa menggeleng, "mi ifa pengen dadong(gendong)" balas Kaifa.


"Gendong, emang gak mau main gitu? mainan Kaifa kan banyak banget ini, liat deh!!" Kata Kiran.


"No mam, kaifa pengen dadong!!" ucap si tampan dengan merengek.


"No mam, mami gak boleh gendong kaifa, mami Kiran cuman punya Karin pokonya!! Kaifa kan ada suster Silva." Kata Karin yang langsung membuat Kayla dan Kiran tercengang.

__ADS_1


"Suster Silva, yang bener aja? aku kan momy nya." Kata Kayla dalam hati


"Ini anak gue kan tahu momy nya Kaifa Kayla, kenapa Kaifa harus digendong Silva? gak ada kerjaan banget momy nya kalo gitu." Batin Kiran terkekeh


🍀🍀🍀


Tok tok tok


Bianca mengetuk pintu ruangan Tuan Joshep dari luar, "masuk!!"


Tanpa pikir panjang Bianca langsung masuk ke sana, "Selamat siang tuan besar Joshep, maaf membuat anda terlalu lama menunggu." Kata Bianca


Tuan Joshep mengangkat pandangannya dan betapa terkejutnya ia saat melihat mantan calon menantunya yang ada di hadapanya, "Bianca" Kaget beliau.


"Iya tuan besar"


James, Joshua, Ethan, Alfie, Jack, dan Oscar pun sama kagetnya. "Kamu benar Bianca nak?" tanya tuan Joshep yang langsung mendapatkan anggukan dari sang empu.


"Bianca? wait jangan-jangan pemimpin perusahaan star grop adalah Bianca? astaga takdir macam apa ini?" Batin Joshua menggerutu


James tidak berani mengucapkan sepatah kata pun, begitupun dengan yang lainnya. Joshua berdiri langsung menghampiri Bianca, "apa kamu pemimpin perusahaan star grop Bi?" tanya Joshua langsung ke intinya.


"Bianca apa kabar nak?" tanya tuan Joshep langsung mengalihkan pembicaraan.


Bianca menoleh lalu tersenyum sedikit, "baik sangat baik, kabar tuan sendiri bagaimana?" tanya balik Bianca.


"Saya baik nak, ah mari duduklah!!" ajak tuan Joshep.


Bianca mengangguk lalu duduk di dekat kursi Alfie, "Bisa dimulai meeteng nya tuan?" tanya Bianca


"Tunggu sebentar, kita sedang menunggu satu orang lagi!!" balas tuan Jack yang sedari tadi diam, Bianca mengangguk kemudian langsung membuka laptop untuk mempersiapkan bahan meetingnya. Tak ada pembicaraan sedikitpun antara mereka, semua hanya fokus pada pemikirannya masing-masing.


10 menit kemudian orang yang ditunggu-tunggu kini sudah berada di hadapan mereka, "maaf saya terlambat" Kata orang tersebut.


Tapi tunggu, sepertinya Bianca mengenali suara tersebut. Bianca mengangkat pandangannya, "astaga dokter gadungan itu kenapa selalu saja ada dimana-mana?" Batin Bianca.


Mereka menangkap raut tak bersahabat dari wajah Bianca saat kedatangan dokter Syam. Apa yang sebenarnya terjadi? pikir mereka.


"Om maaf saya terlambat karena mendapatkan sebuah kesialan dari seorang wanita jelek. Saat saya duduk di hadapannya untuk makan siang, dia malah langsung menyemburkan jus yang ia minum ke muka saya, alhasil saya harus mampir dulu ke toko baju." Sindir Syam pada Bianca

__ADS_1


"Hei dokter abal-abal!! salah kamu sendiri kenapa tiba-tiba ada di depan saya. Lagian saya heran deh, kenapa sih setiap tempat selalu aja ada elo? bikin gak mood aja." Kata Bianca ketus, mereka saling pandang, ternyata rasa penasaran mereka sudah terjawab.


Saat Syam ingin menjawab ucalan Bianca, "Diam! atau mau saya robek mulut kamu?" Kata Bianca penuh ancaman.


Nyali Syam seketika langsung menciut, "astaga singa ini galak sekali." Kata Syam dalam hati


"Sejak kapan Bianca jadi sangar begini?" tanya Tuan Joshep dalam hati.


"Tuan bisakah langsung mulai meetengnya, saya harus pulang cepat." Kata Bianca dengan datar


"Eh" tuan Joshep langsung tersadar, "baiklah ayo mulai!!" Mereka mulai presentasi satu persatu. Akhirnya beberapa jam kemudian meeteng selesai, Bianca langsung berjabat tangan tanpa menyetui kerja sama perusahaan-perusahaan mereka. Namun pada saat berjabat tangan dengan Syam, ia langsung mencengkram tangan Syam dengan kuat.


"Aduh aduh, Bi jangan galak-galak astaga!! lo galak banget deh akhir-akhir ini." Kata Syam saat cengkraman tangannya sudah terlepas.


"Makannya jangan nyari masalah!! tuan-tuan saya permisi." Kata Bianca langsung pamit meninggalkan mereka. Namun saat melangkahkan kakinya, ia sengaja menginjak kaki Syam dengan hels nya.


"Aduh singa betina elo jahat banget sih." Teriak Syam begitu nyaring.


Bianca tak memperdulikannya. Saat ia hendak keluar ruangan, tuan Joshep mencekal pergelangan tangannya, "mampirlah ke mension!! bunda kamu pasti akan senang melihat putrinya sudah kembali." Kata tuan Joshep


Bianca menghela nafasnya, "akan saya usahakan tuan."


"Bisakah kamu memanggil ku ayah lagi seperti saat kamu masih bersama James nak?" Tanya tuan Joshep lembut.


Bianca memandang wajah penuh harap tuan Joshep, "baiklah yah tapi, tidak untuk saat ini. Bianca masih terlalu banyak pekerjaan di kantor. Bianca janji akan main ke mension saat luang." Balas Bianca dengan lembut


Tuan Joshep mengangguk, "tetaplah jadi Bianca yang ayah sama bunda kenal!! kami orang tua mu dan akan tetap menjadi orang tuamua, sekalipun kamu tidak ada hubungan dengan James lagi." Kata tuan Joshep


"Terimakasih yah, Bianca harus pergi sekarang permisi yah." Pamit Bianca dihiasi senyum merekah.


Sepeninggalan Bianca, "Kenapa Bianca sepertinya sangat membencimu Syam?" tanya Alfi sambil terkekeh.


"Jangan hiraukan singa galak itu, dia sepetinya sedang datang bulan." Kata Syam asal


"Sepertinya dokter jomblo kita akan melepas masa lajangnya sebentar lagi, awas loh benci bisa jadi cinta." Joshua menggoda Syam


"Ih sepertinya itu kutukan untuk saya." Balas Syam bergidik ngeri


Mereka hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Syam yang menurut mereka sangat aneh.

__ADS_1


__ADS_2