
...Happy Reading 📖...
Tepat pukul 5 sore
Kayla sudah rafi dengan setelan dres bunga-bunga selutut , tak lupa juga dengan rambur yang diikat berantakan hingga , menambah kesan kecantikannya .
"udah siap ?" tanya Ethan sambil membukakan mobil untuk sang kekeasih.
"ya kalo gak siap gk bakal disini dong , gimana si ?" gurau kayla.
"ck dasar, bisa banget jawabnya." saking gemas akan tingkah kekasihnya Ethan menarik hidung mancung Kayla .
Kayla menepis tangan Ethan kemudian , mengelus- elus hidungnya yang tampak memerah. "Aduh gunung es sakit tahu ."
"Dih masa sakit sih ? padahal cuman ditarik aja." khawatirnya sambil meniup-niup hidung kayla .
"Udah deh jangan sambil modus , buruan jalan!! entar tante malah makin lama nunggunya ." Ethan memang menjemput Kayla seperti biasanya . Tapi , kali ini bukan untuk kekantor bersama. Melainkan , untuk mengantarkan Kayla menemui momy nya .
"Nunggu juga gak bakal lama inih . Lagian , mom ada-ada aja. Yamasa,nyuruh jemput kamu sore- sore gini . Gk bisa nunggu hari libur emang ? gak tahu anaknya lagi pengen berduaan sama calon menantunya apah?." Gerutu Ethan
Kayla terkekeh "ternyata kata gunung es udah gk cocok sama kamu . kamu lebih cocok dipanggil cerewet sekarang . Aku gk nyangka loh pria sedingin Ethan Aditia Marsandes yang biasanya bersikap datar dan dingin , bisa sompalak juga .
Tapi , aku seneng kamu yang sekarang . Kamu lebih ganteng kalo gk datar kaya tembok dan lagi , kamu bener-bener bikin aku meleleh ." Kayla melingkarkan tangannya pada pinggang sang kekasih .
Ethan membalasnya dengan melingkarkan tangannya pada leher kayla ."Aku kaya gini kekamu doang gadis cerewet ."
"Ahahah be kayanya kita kebalik deh ." ujar kayla sambil terkekeh
"no problem justru ini bagus,menciptakan keanehan baru ."
"yayaya terserah bpk !"
*******
"Ah rasanya tidak ada yang berbeda dari mension ini. Tetap sama seperti 19 tahun uang lalu ." Ujar kayla sambil memperhatikan sekelilingnya
" aku juga gk tahu kenapa mereka gk mau mendekor ulang sedikit mension ini."
"Mungkin om sama tante gak mau ada yang berubah karena , memiliki kenangan tersendiri ." balas kayla
"ya itu benar . Kay panggilnya jangan be dong ! entar dikira niru si cunguk alfie lagi ." pinta Ethan
"terus apa?"
__ADS_1
"Boo , aku suka boo."
"pacarku?"
"iya baguskan my bo ."
"tidak buruk "
"yaudah yu masuk!! takutnya mom nungguin lama ."
Mereka berdua memasuki mension yang bernuasa Eropa itu .
"Asalamualaikum"
"mom aku udah bawa menantu mamah nih ." Ethan mencari keberadaan momy nya namun, tak kunjung ketemu .
Hingga ia berinisyatif menemui mamanya dikamar utama. Saat hendak membuka knop pintu , ia tak sengaja mendengar suara mamanya .
"dad udah dong !! itu Kayla udah dateng sama Ethan ." Suara mom nya dengan menahan erangan
"Udah mom biarin aja anak itu nunggu dulu!! kita lanjutin ya ."
Ethan menelan salivanya kasar ternyata , ia datang diwaktu yang tidak tepat .
Saat sedang berjalan untuk meninggalkan kamar orangtuanya , tak sengaja ia berpapasan dengan Emily yang masih memakai setelan sekolahnya. Namun , ia heran mengapa adiknya sama sekali tidak menyapanya .
Apa adiknya sedang melamun ? hingga tak menyadari kehadirannya .
"em" panggilnya dengan suara kencang . Seakan tersadar , Emily langsung menatap kesal sang kaka .
"Apaan sih manggil-manggil?" tanya emily dengan ketus .
Ethan menyerngit bingung " kamu kenapa em , tumben jadi aneh gini ? " bingungnya sambil terus menelisik mata aang adik .
"Apa peduli kalian ?" tanya emily dengan ketus .
"hei apa mksud kamu bicara kaya gitu ? kenapa kamu malah mempertanyakan kepedulian kita ? apa yang terjadi ? cerita !! " tegas Ethan .
Emily menelan salivanya kasar
"jawab !!"
"itu semua karena , kalian gk ada yang bisa dihubungin . Kk tahu , aku jalan kaki setengah perjalanan gara-gara kalian ." Jelas emily
__ADS_1
"gk bisa dihubungi ? perasaan kamu gk ada nelpon sama sekali sama kk . Terus maksud , jalan kaki setengah perjalanan apa ? ." selidik Ethan
"Jadi ceritanya gini ___
Flashback on
Tepat pada saat bel pulang berbunyi , para siswabdan siswi berhamburan meninggalkan kelas . Begitupun Emily, ia berjalan menuju kedepan gerbang menunggu sopirnya datang .
"Ck mang tono kenapa lama bnget sih ? " gerutunya sambil menghentak-hentakan kakinya .
10 menit berlalu namun, mang tono masih belum menunjukan batang hidungnya sama sekali . " ck mana sih mang tono, kenapa belum jemput juga sih? . Omelnya dalam hati
"ck mana tia udah pulang duluan lagi. Ini lagi momy sama dedy , kenapa mereka sama-sam gk bisa dihubungi ." omel Emily
"yaudalah dari pada gue gk pulang-pulang mendingan , pesen taksi aja deh."
"lah kok malah mati sih hp nya ? akh sial . Terus gue pulang pake apa ? taksi juga dideket sini udah jarang lewat ." ujarnya Frustasi
"Hah apa ia gue harus jalan kaki , yang bener aja ? inikan jauh banget dari mension ."
Karena tak ada pilihan lain , akhirnya Emily berjalan menyusuri jalanan yang sudah mulai sepi .
Sudah setengah perjalan menuju mension namun, masih belum ada yang menjemput emily . Ia memutuskan untuk beristirahat sejenak karena , jujur saja itu merupakan rekor perjalanan terjauh dirinya .
"Apa mereka bener-bener gak inget sama gue? huh tega bnget punya keluarga ." umpatan demi umpatan terus keluar dari mulut Emily. Namun, itu tak merubah kenyataan bahwa tidak ada seorangpun yang menjemputnya.
"Hiks kaki gue udah lemes bnget , ini kenapa gk ada taksi atau ojek yang lewat si? kaki gue udah gk kuat lagi hiks . Mom Dad kalian dimana si ? " tangisannya , kini keluar .
Saat mendengar suara motor dari arah belakang , dengan semangat 45 emily melambai-lambaikan tangannya .
"tolong - tolong!! " teriaknya pada sang pengendara motor .
Sang penunggang kuda besi itu menghentikan motornya didepan Emily . "Kenapa teriak-teriak dek , ada apa ? " tanya seorang pria penunggang kuda besi trs .
"kak bisa tolong anterin aku pulang gk ? soalnya aku udah gk kuat jalan lagi . Supir rumah gk bisa dihubungin . Tadi tuh aku sempet mau pesen taksi tapi, tiba-tiba hp aku mati . Please ya kak anterin !! aku janji bakal bayar sesuai keinginan kaka ."
Sang pria nampak terdiam hingga , kurang lebih 20 menitan akhirnya pria tesb mau mengantarkan Emily "naiklah!! ."
Emily mengangguk antusias kemudian , sang pria melajukan motornya menuju alamat yang Emily berikan . Tak ada percakapan sesikitpun diantara mereka hingga, sampailah mereka di mension .
Flashback of
"jadi kamu marah gara-gara ini ? ."
__ADS_1