
...Happy Reading...
Ethan dan Irfan sedang keluar kota untuk urusan bisnis. Sedangkan istri mereka tetap di rumah untuk menjaga para anak-anaknya.
Setelah tiba di bandara, Ethan langsung meminta orang suruhannya menjemput mereka di bandara untuk langsung chek in hotel.
Mobil melaju dikegelapan malam, bulan bersinar seakan memberi cahaya perjalanan mereka. 30 menit tibalah mereka di salah satu hotel bintang lima, Irfan langsung memesankan 2 kamar presiden suite. Setelah mendapatkan masing-masing kuncinya, mereka langsung menuju ke kamarnya masing-masing.
Saat sudah berada dalam kamar, Ethan langsung memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu. setelah 15 menit menyelesaikan ritual mandinya, Ethan langsung mengambil pakaiannya di dalam koper. Pilihannya jatuh pada, kaos putih polos dan celana pendek hitam, yang menambah kesan ketampanannya.
Ethan mengambil gawainya di atas kasur, mencari satu nama yang akan ia hubungi. Kayla, satu nama yang selalu ia rindukan. Walaupun baru beberapa jam meninggalkannya, Ethan merasa sangat sepi.
Tut tut tut
Panggilanmu sedang dialihkan, silahkan tunggu...
"Tumben, gak biasanya banget kalo di telepon di alihkan." Kata Ethan saat panggilannya masih tak kunjung tersambung.
Ia terus menghubungi istrinya, namun masih tak kunjung mendapatkan jawaban.
π©Ethan:
Bei udah tidur?
2 kemudian masih tak kunjung mendapatkan jawaban, ia kembali mengirimkan pesan berikutnya.
π©Ethan:
Bei hp kamu kenapa gk aktif sih? kamu beneran udah tidur? kok perasaan aku gak enak gini ya, kamu sama anak-anak baik-baik aja kan?
Ethan menghela nafasnya, "mungkin mereka udah tidur, yaudahlah besok lagi aja diteleponnya." Ia menyimpan gawainya, saat memutuskan untuk memejamkan matanya, tiba-tiba perasaannya kembali terasa tidak enak. Dirinya terasa sangat gusar, ia terus membolak-balikan badannya ke samping kanan kiri.
"Aneh bnget, kenapa perasaan aku tiba-tiba gk enak ya?" Kata Ethan langsung kembali mengecek ponselnya. Ia menghubungi Emilly, namun hasilnya sama, sama sekali tak bisa dihubungi.
__ADS_1
Saat gawainya kembali diletakkan, tiba-tiba ada panggilan masuk. Dilihatlah layar ponselnya tertera nama Alfie disana. Tampa pikir panjang, ia langsung mengangkatnya.
"Tumben lo___" belum sempat ucapannya terselesaikan, Alfie langsung menimpalinya dengan suara yang begitu panik.
"Than, Emilly Than, Emilly" Kata Alfie dengan tergesa-gesa.
"Emilly kenapa? jawab gue Fie, Emilly kenapa?" tanya Ethan panik, entah mengapa perasaannya kembali tidak enak.
"Emilly kecelakaan, buruan pulang!! istri lo pingsan dari tadi." Kata Alfie yang seketika membuat jantung Ethan berpacu lebih cepat.
Deg deg deg!!
Ethan menjatuhkan ponselnya, dunianya seakan hancur bersamaan. Tanpa pikir panjang, ia langsung menelepon bawahannya untuk segera menyiapkan jet pribadi sekarang. Dengan perasaan tak menentu, ia mengambil jaket dan celana panjang untuk dipakainya. Ia berlari dari kamarnya menuju lobi hotel, setelah para bawahannya menjemput, ia langsung bergegas menuju bandara.
Di perjalanan ia sama sekali tak bisa tenang, ia terus saja memikirkan bagaimana keadaan adik dan istrinya. Bahkan, para bawahannya pun menjadi korban kemarahannya.
πππ
Di ruang bernuansa putih, Emilly terkapar lemah dengan luka di sekujur tubuhnya. Bedside monitor ruang icu terus berbunyi menghiasi keheningan ruangan. Para dokter dan suster sibuk membersihkan dan mengobati luka pada tubuhnya Emilly.
Alfie dan yang lainnya setia menunggu dokter keluar dari ruang icu, Alfie masih belum menghubungi kedua orang tua Ethan. Ia takut mereka akan syok mendengar kabar putri bungsunya kecelakaan. Karena bagaimana pun, ia sudah sangat mengenal mereka.
Dokter dan suster mulai keluar dari ruang icu, mereka yang setia menunggu di luar pun langsung berdiri setelah melihat kedatangan beberapa dokter. "Bagaimana keadaan adik saya dok, dia baik-baik saja kan, dia udah sadar kan? dok jawab dok, jangan diam aja!!" Bentak Alfie.
Joshua mengusap punggung Alfie, "Fie jangan terlalu emosi, tenangin diri lo!!" Kata Joshua.
"Dokter Emilly sudah melewati masa kritisnya tuan, tapi ia masih belum sadarkan diri. Kami para dokter, akan terus melakukan yang terbaik untuk dokter Emilly." Kata sang dokter
"Apa saya boleh melihatnya?" tanya Alfie
"Silahkan pak, tapi setelah kami pindahkan dulu dokter Emilly ke ruang perawatan." Balas sang dokter
Alfie mengangguk, setelah mendapatkan persetujuan mereka, para dokter dan perawat langsung mendorong brankar Emilly untuk dipindahkan ke ruang VVIP.
__ADS_1
πππ
20 menit kemudian, Kayla membuka matanya. Pandangan pertama yang ia lihat adalah Kiran yang tertidur di sampingnya. "Ran" panggil Kayla
Kiran mengucek matanya sambil menguap, "Kay sudah bangun? syukurlah. Sebentar, gue panggilin dokter dulu!!" Kata Kiran
Saat hendak melangkah, tangannya dipegang oleh Kayla. "Gausah!! Ran gimana keadaan Emilly, dia baik-baik aja kan Ran?" tanya Kayla saat sudah sadar sepenuhnya.
"Emilly udah melewati masa kritisnya Kay, sekarang udah dipindahin ke ruang rawat kok." Balas Kiran
Kayla terdiam, ia berusaha untuk turun dari brankar. "Eh elo mau kemana hei?" tanya Kiran.
"Anterin gue ke sana Ran!! please."
"Yaudah bentar, lo duduk dulu!! gue ambilin kursi roda." Kata Kiran, Kayla menggeleng seraya berkata, "gue bisa jalan sendiri kok, buruan anterin gue!!" Timpal Kayla.
"Tapi Kay__"
"Ran please"
Mau tak mau Kiran pun mengalah, ia menyetujui keinginan Kayla. Setibanya di ruang rawat, Kayla melihat beberapa orang yang sedang ketiduran menunggu Emilly di luar. Tampa berniat menganggu mereka, Kayla langsung masuk ke ruang Emilly.
Ceklek, pintu terbuka. Kayla melihat seorang pria berjas dokter sedang menggenggam tangan mungil Emilly, "apa kamu tidak berniat membuka mata kamu Em? kamu gak mau liat aku ada di sisi kamu? sampai kapan kamu mau terus tidur?" Tanya sang pria tersebut.
Kayla yang melihat itupun langsung menghampiri sang pria, "siapa anda? kenapa anda terlihat so akrab dengan adik saya?" tanya Kayla.
Pria tersebut terkejut dengan suara Kayla yang tiba-tiba. Ia berdiri di hadapan Kayla, "Ah perkenalkan saya Raka Aditia, kakak tingkat Emilly semasa kuliah sekaligus, rekan kerjanya nona." Balas Raka memperkenalkan diri
Kayla menggangguk, "Lalu sedang apa dokter di sini? bukannya pasien sedang beristirahat?" tanya kayla memincingkan matanya.
Dr. Raka melihat ke arah Emilly penuh cinta, "saya permisi nona." Tampa menjawab ucapan Kayla, Dr. Raka langsung pergi begitu saja.
"Aneh, sepertinya dia mempunyai perasaan lebih pada Emilly." Kayla berjalan mendekat ke arah brankar Emilly, "syg kamu liat dia? dia aneh, kayanya dia emang suka sama kamu deh. Dari matanya aja udah kelihatan, kamu gk mau gitu liat dia? siapa tahu dia jodoh kamu." Kata Kayla sambil menggengam tangan Emilly
__ADS_1
"Cepet sembuh ya syg, kakak akan selalu nemenin kamu di sini."