Love Come Suddenly

Love Come Suddenly
Hukuman 2


__ADS_3

...Happy Reading...


Riska tersenyum penuh arti, "majulah, lawan saya!! tapi jangan menyesal jika sebentar lagi anda mengetahui semua kebenarannya," Balas Riska berlalu meninggalkan Irfan, "langsung bawa mereka berdua ke hadapan nona muda!!"


"Hei lepaskan saya! siapa kalian sebenarnya, kenapa kalian menculik saya, apa yang kalian mau hah?" berontak sang wanita


"Fan cepat lawan!! kenapa kamu malah diam aja, jangan bilang kamu takut sama mereka?" tanya sang wanita yang tak lain adalah Lucita.


Ia yang dibebaskan oleh ayahnya Irfan, bukan tanpa alasan tuan Igun membebaskan Lucita. Sebagai imbalan atas kebebasannya, tuan Igun mengajak dia bekerja sama untuk menghancurkan keluarga Alexander. Lucita tentu saja menyetujui hal tersebut, karena ia sendiri bertekad akan membuat hidup James menderita tanpa kata cinta.


Bahkan, Lucita sendirilah yang menjebak James dan Diva pada saat itu. Ia ingin James merasakan sakitnya di tinggalkan oleh orang tercintanya. Dan ya, rencananya berhasil namun, kehidupan mendadak kembali tidak tenang akibat adanya teror yang menghampirinya.


Puncaknya adalah ketika ia sedang mengendarai mobil bersama Irfan, pada saat itu pula banyak mobil yang mengikuti mereka hingga teralihkan ke jalan sepi dan ketika itu pula, mereka langsung di culik oleh anak buah Kayla.


Ya, selama ini Kayla tidak pernah membuat hidup Lucita bebas. Apalagi, saat mengetahui abangnya harus kehilangan cintanya lagi gara-gara ulahnya.


"Diam kamu!!" sentak Irfan pada Lucita


Sesampainya di ruangan tempat Kayla berada, "nona muda kami sudah membawa mereka berdua." Ucap Riska pada Kayla


Kayla memutar kursinya, ia berjalan dengan wajah sangarnya untuk menghampiri Lucita, "apa teror yang saya berikan tidak cukup untuk membuat hidup anda kapok melakukan kejahatan nona Lu ci ta?" ucap Kayla dengan nada terkesan dingin.


Lucita mengeraskan rahangnya, "apa kamu yang selama ini meneror saya hah?" tanyanya dengan nada tinggi, dimana hal itu membuat 9 penjaga langsung menodongkan pistol ke arah Lucita.


Seketika nyali Lucita langsung menciut


Kayla semringah seraya mengisyaratkan pada para penjaga untuk menurunkan pistolnya, "nona Lucita yang terhormat, sepertinya saya sudah tidak bisa lagi memberi anda kesempatan. Saya sudah terlalu lama membiarkan anda berkeliaran dengan tenang."


Kayla mengadahkan tangannya, Riska yang mengerti apa yang nona nya katakan pun langsung menyerahkan pisau kecil yang sangat tajam. Kayla menerimanya, "anda ingin saya melukis muka anda seperti apa nona Lu ci ta?"

__ADS_1


"Hei menjuhlah, siapa kamu jangan mendekat!!" Lucita berbicara terbata-bata


"Apa nona tidak mengenali anak bungsu tuan Joshep Alexander? Oh says rasa tidak kalo gitu, mari berkenalan. Kayla Alexander anak bungsu keluarga Alexander, adik dari pria yang anda buat cintanya meninggalkannya."


Deggg


Jantung Lucita seakan berhenti berdetak, "aaaaaa adik James? jajaja jangan ngarang kamu!" teriak Lucita histeris karena Kayla berhasil menyayat kulit pipinya.


"Apa saya terlihat sedang mengarang nona Lu ci ta?" Srekk lagi-lagi Kayla berhasil melukai wajah Lucita


"aaaaaa hentikan ini sakit sekali."


Kayla tersenyum mengerikan, "sygnya ini belum seberapa. Tapi, karena saya gk mau kamu merasa sakit terlalu lama, dengan baik hati saya akan langsung membunuh kamu."


Kayla melangkah menjauh, "nona ampuni saya!! hiks ini sangat sakit tolong ampuni saya."


Kayla tak mendengarkan ucapan Lucita, "anda sudah terlambat nona Lucita, nona muda tidak akan pernah menarik ucapannya."Balas Riska, kemudian mengikuti Kayla dari belakang


Kayla menarik pelatuk dan


Dor


percikan darah mengalir di sekitaran tubuh Lucita, ia meninggal di tempat. Para penjaga sendiri bergidik ngeri saat melihat aksi nona muda mereka yang menurutnya sangat mengerikan.



"Berikan mayatnya pada Alin!!" Sang paus cantik yang sengaja Opa kayla rawat dari kecil yang kemudian diwariskan pada Kayla . Ayahnya pun sama sekali tidak mengetahui perihal tersebut, hanya Kayla yang mengetahuinya.


"Siap nona muda."

__ADS_1


Setelah itu, Kayla langsung pergi meninggalkan Irfan. Namun dengan segera Irfan memanggilnya, "nona kenapa anda tidak membunuh saya juga?" teriak Irfan


Kayla berbalik lalu tersenyum menghampiri Irfan, "saya tidak mau melibatkan anda dalam masalah papa anda, saya tahu anda hanyalah korban dari ayah anda sendiri." Balas Kayla dengan nada datar


"Tapi saya juga anak musuh anda nona, apa anda tidak takut jika melepaskan saya?" tanya Irfan


"Lantas kamu mau apa?"


Irfan langsung bersimpuh di lantai, "jadikan saya bagian dari kalian nona!! saya sendiri yang akan memberi pelajaran pada papa saya jika yang asisten anda tadi katakan adalah kebenaran." Balas Irfan


"Saya tidak butuh bantuanmu, saya bisa menghabisi papa anda dengan tangan saya sendiri. Tapi, jika anda ingin mengetahui semua kebenarannya anda bisa langsung melihat semua bukti-bukti yang saya punya. "


Kayla memerintahkan Riska untuk mengambilnya, "ini bukti-buktinya." Kayla langsung menyerahkannya pada Irfan


Irfan menerimanya, ia membuka satu persatu bukti tersebut


Deg


Hatinya seakan hancur saat mengetahui apanya sendiri yang membunuh mamanya, "jadi ini semua kenyataan, papa saya sendiri yang membunuh mama?"


Irfan mengeraskan rahang seraya mengepalkan tangannya, "nona jadikan saya anggota anda!! saya sendiri yang akan membalaskan kematian mama saya padanya." Ucap Irfan


"Apa jaminan agar saya mempercayai kamu?"


"Nyawa saya, saya akan menyerahkan nyawa saya jika berkhianat." Mantap Irfan


Kayla memangguk, "Riska jadikan dia rekanmu!!" Tegas Kayla seraya pergi meninggalkan tempat itu


Kayla mencuci tangannya, setelah dirasa bersih ia langsung memasuki mobil. Saat hendak melajukan mobilnya, mata Kayla langsung terbuka lebar melihat kejutan di depan matanya.

__ADS_1


Kayla menelan salivanya kasar, "Huhu mampus gue." Ucap Kayla ketar-ketir


Hai guys, mon maaf ya bila kurang greget. Kira-kira siapa ya yang buat Kayla ketar-ketir 🤔 mau tahu? yu tunggu part selanjutnya!


__ADS_2