
...Happy Reading...
30 menit berlalu namun, penjual ketoprak masih belum mereka temukan. Joshua pun bukan hanya disibukan dengan mencari penjual ketoprak tapi, juga disibukan dengan menenangkan Laras yang sedari tadi merengek ingin ketoprak.
"Syg udah ya nangisnya !! kita kan lagi nyari penjual ketopraknya. Lagian kalo kamu nangis terus, nanti aku gak fokus nyetirnya. Emang kamu mau ada hal yang enggak diinginkan terjadi, enggakkan?"
"Tapi aku pengen ketoprak Jo." Balas Laras dengan mata berkaca-kaca
Joshua menghela nafasnya, " Gimana kalo kita beli bikin sendiri aja? dari pada gk ada." Usul Joshua
"Mau tapi, harus Kayla yang bikin ya Jo!! " Pinta Laras
"Hei syg kenapa harus Kayla? kan mbok ada. Emng kamu yakin Kay bisa bikin ketoprak?." Ujar Joshua
"Hua Jo gk mau aku maunya bikinan Kayla." Tangis Laras kini pecah di dalam mobil yang mereka tumpangi.
Jo benar-benar dibuat frustasi dengan keinginan istrinya, bisa-bisanya Laras nangis hanya karena ketoprak. Pikir Jo
__ADS_1
"Baiklah-baliklah, sekarang kamu jangan nangis lagi ya !! kita beli bahan-bahannya dulu." Bujuk Joshua
Laras kemudian menganggukan kepalanya dengan antusias. Sedangkan Joshua, ia terlihat sedikit tenang karena bisa membuat sang istri berhenti menangis.
"Kak Bi" panggil Farhan saat mendapati Bianca sedang menangis di dekat tempat tidurnya.
Bianca buru-buru menghapus air matanya, "eh Farhan bangun karena kakak berisik ya? maafin kakak ya." Ujar Bianca sambil mengelus-elus kepala Farhan
"Kk kenapa, kk kok kaya abis nangis gitu? kk nangis karena nilai Farhan jelek ya? maafin Farhan ya kak, Farhan janji mulai sekarang Farhan gak akan jadi anak nakal lagi supaya nilai Farhan bagus." Balas Farhan sambil memeluk Bianca
Bianca tersenyum, " enggak sayang bukan itu. kk tadi cuman sedih aja, besok kita harus pergi dari sini soalnya kk mau lanjutin s2 kk syg. Jadi, Farhan harus pindah deh sama kk maafin kk Bi ya!!"
"Iya sayang, sebenernya kk gak mau kamu pindah-pindah sekolah tapi, kk gk bisa ninggalin kamu sama mbok disini. Kk gk bisa jauh dari kamu, kk syg sama Farhan, Farhan mau kan ikut kak Bi pindah?" tanya Bianca.
"Aku mau ikut sama kk tapi, berangkatnya jangan besok ya kak ! soalnya, Farhan besok mau pamitan dulu sama temen-temen Farhan." Ujarnya dengan polos
Bianca tersenyum lalu mengangguk, "baiklah pangeran kecil keberangkatan kita ditunda 1 hari setelah pangeran kecil kak Bi pamitan sama temen-temennya." Balas Bianca sambil mencubit pipi Farhan
__ADS_1
"Asik kk emng terbaik. Meskipun kita akan pergi tapi aku gk bakal lupain temen-temen aku yang disini kak." Girang Farhan
"Yaudah sekarang Farhan tidur lagi ya!! kk juga udah ngantuk nih mau tidur." Bianca membaringkan Farhan sambil menarik selimutnya hingga menutupi dada Farhan.
Farhan mengangguk lalu mencium Bianca, "selamat malam kak Bianca cantik."
"Selamat malam juga pangeran Farhan yang ganteng."
Tak butuh waktu lama lagi akhirnya Farhan kembali terlelap. Bianca kemudian berjalan keluar dari kamar Farhan menuju kamarnya.
Bianca berdiri di balkon kamarnya, "apa ikhlas sesulit ini? Ya Allah bisakah aku melupakan dan menghilangkan semua cintanya?bantulah aku Ya Allah, jika memang aku harus pergi untuk melupakannya, maka akan aku lakukan demi kebahagiaaannya."
Kediaman Alexander
Diva sudah terlelap ke alam mimpinya. Sedangkan James, ia sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Pikirannya saat ini hanyalah Bianca, apalagi setelah tak sengaja mendengar obrolan Bianca dan orang tuanya, yang mengatakan Bianca akan melanjutkan study nya di luar negeri. Dan itu artinya, ia benar-benar harus melupakan semua masa-masa indahnya dengan Bianca.
James ingin melarang Bianca tapi ia sadar, statusnya sekarang hanyalah suami wanita lain. Bahkan jika pun dia melarang, Bianca sudah jelas tidak akan menurutinya. James yakin, Bianca melanjutkan studynya bukan semata-mata untuk belajar. Tapi, ia juga pasti sedang berusaha melupakan dirinya.
__ADS_1
"Apa harus sesakit ini? mengapa engkau selalu menghadiahi perpisahan pada setiap cinta yang aku tumbuhkan untuk seseorang? aku aku tak pantas mencintai ya Allah? mengapa ujian ini terasa sangat berat bagiku?
Ya Allah, jika pun aku harus melupakan Binca. Biarkanlah dia bahagia dengan kebahagiaannya. Berikanlah penggantiku yang lebih baik lagi untuknya, dan tentunya jangan laki-laki sepertiku yang hanya bisa membuatnya meneteskan air mata. Aku akan mengikhlaskannya, asalkan dia bahagia ya Allah." Doa James setelah melakukan shalat malam