Love In Forced Marriage

Love In Forced Marriage
Bab 27 // First kiss


__ADS_3

Bau harum sudah tercium pada masakan yang tengah di buat oleh Zoya. Dia mencicipi apakah rasanya sudah pas atau belum.


"Hmm, sempurna." Gumam Zoya setelah mencicipi masakannya sendiri.


Setelah itu Zoya menghidangkannya di atas meja makan. Saat itu Andreas keluar dari kamar mandi seraya mengusap rambutnya yang basah dengan handuk.


"Mas makanan sudah siap." Ucap Zoya memberitahu suaminya itu.


"Aku tidak lapar." Ucap Andreas tanpa menoleh kearah Zoya. Dia langsung masuk dan menutup rapat pintu kamarnya.


Zoya langsung bergeming. Sikap Andreas menjadi sangat dingin lagi kepadanya. Entahlah dia tak mau terlalu memikirkan itu. Dia memilih untuk mandi saja. Karena rasanya sudah sangat gerah.


Air yang dingin merasuki pori-pori kulit Zoya. Rasanya begitu menyegarkan. Tadi dia juga mandi di rumah sakit, namun rasanya tak sesegar sekarang. Apalagi tadi dia mempersingkat waktu mandinya.


Di saat Zoya mandi, Andreas keluar dari kamarnya. Dia melangkah perlahan menuju meja makan. Dia mengintip apa saja yang ada di balik tutup saji. Dia menelan ludahnya karena semua makanan itu sungguh menggugah seleranya. Dia jadi sangat menyesal berkata tidak tadi. Tapi mengingat Zoya ada hubungan spesial dengan seseorang, rasa kesal dan cemburunya kembali membara.


Drrtt .. Drtt .. Drrt ..


Handphone Zoya yang terletak di atas meja makan itu berbunyi. Ada panggilan video masuk dari kontak bernama HoneyBee. Sontak Andreas memicingkan matanya kearah layar handphone Zoya.


Andreas mengambil handphone itu, namun dia tak tahu apa yang harus di lakukannya. Haruskah dia menjawab telefon itu?


Andreas kembali meletakkan handphone Zoya dan berniat kembali ke kamar. Namun langkahnya begitu berat. Pada akhirnya handphone Zoya itu kembali dalam genggamannya. Dia memencet panel hijau di layar itu.


📱"Hey beb, aku akan membeli oleh-oleh untukmu. Tapi karena bingung kau pilih ya, mau yang warna ini atau ini?"


Setelah melihat sosok yang muncul di layar handphone, Andreas langsung mengarahkan kamera ke wajahnya. Ternyata sosok HoneyBee itu adalah wanita.


📱 "Eh maaf, saya Ezra sahabatnya Zoya."


"Zoya masih mandi. Kau bisa menelefonnya lagi nanti. Tapi menurutku jika untuk Zoya lebih bagus warna putih." Ucap Andreas.


📱 "Oh iya. Pilihan yang sangat tepat, terima kasih." Ezra pun mematikan panggilannya.


Senyum kembali terlukis di bibir Andreas. Ternyata dia telah salah duga. Zoya tidak memiliki hubungan spesial dengan seorang pria. Tapi masih ada satu hal yang harus dia antisipasi. Yaitu masalah Haris.

__ADS_1


Bunyi gemericik air sudah tidak terdengar. Andreas bergegas kembali menaruh handphone Zoya ke tempat semula. Kemudian dia kembali masuk ke dalam kamarnya.


***


Sehabis sholat magrib, Zoya keluar dari dalam kamarnya untuk makan malam. Dia cukup terkejut melihat Andreas sudah duduk manis di salah satu kursi meja makan.


"Kenapa berdiri saja? Apa kau keberatan aku ada di sini?" Tanya Andreas pada Zoya.


"Eh bukan, bukan begitu mas. Saya sama sekali tidak keberatan." Jawab Zoya seraya langsung menempati kursi di hadapan Andreas.


Ini pertama kalinya selama menikah Zoya melakukan salah satu tugasnya sebagai istri. Zoya menyendokkan nasi beserta lauknya untuk Andreas. Karena merasa sangat grogi, saat mengambilkan kuah sup dia malah menyiram tangannya sendiri. Alhasil Zoya langsung meringis. Dia sampai hampir menumpahkan semua isi piring milik Andreas yang di pegangnya.


Dengan sigap Andreas beranjak dari tempat duduknya. Dia menuntun Zoya ke wastafel yang ada di dapur.


Andreas membasuh tangan Zoya dengan air dingin. Setelah itu Andreas juga melap tangan Zoya dengan tisu secara perlahan. Dan hal yang paling membuat Zoya terperangah adalah ketika Andreas meniupi tangannya.


"Apakah rasanya sakit?" Tanya Andreas dengan tetap menggenggam tangan Zoya.


"Tidak sakit sama sekali kok mas." Jawab Zoya. Kemudian Andreas melepaskan tangan Zoya. Akhirnya mereka kembali ke meja makan lagi.


Zoya ingin mengambilkan sup lagi untuk Andreas. Namun Andreas menolaknya. Dia berkata akan mengambil sendiri saja. Andreas tidak ingin terjadi hal seperti tadi. Di dalam hatinya berkata jika tidak ingin melihat Zoya kesakitan.


"Sudah beres semuanya, tinggal ambil tas dan panggil mas Andreas." Gumam Zoya.


Tiba-tiba saja saat akan menuju ke kamar Zoya berteriak sekencang-kencangnya.


AAAAAA ...


Mendengar suara teriakan Zoya, sontak Andreas bergegas keluar dari dalam kamarnya. Zoya berlari dan langsung naik ke gendongan Andreas.


"Maaf mas, saya refleks karena takut ada kecoa." Ucap Zoya dengen tetap berada di dalam pelukan Andreas.


"Apa? Kecoa?" Tanya Andreas secara terbata-bata.


"Mas itu kecoanya." Teriak Zoya sangat histeris. Saat itu Andreas pun langsung loncat juga padahal ada Zoya yang sedang mencari pelindungan padanya. Ternyata Andreas juga cukup geli pada serangga itu.

__ADS_1


BRUK ...


Andreas terjatuh serta di timpa oleh Zoya yang tadinya berada dalam gendongannya. Tanpa di sengaja bibir mereka berdua saling bersentuhan dan itu adalah ciuman pertama mereka.


Beberapa detik kemudian, Zoya langsung beranjak dari atas tubuh Andreas.


"Maaf mas, maaf." Ucap Zoya merasa bersalah atas apa yang terjadi.


"Ekhmm.. Tidak apa-apa." Ucap Andreas seraya memasang wajah datarnya. Padahal sebelum itu dia sedikit tersenyum.


"Kau sudah siap kan, kalau begitu kita berangkat sekarang. Aku akan memanggil layanan kebersihan agar mencari kecoa itu." Ucap Andreas.


"Iya mas sudah ayo." Ucap Zoya.


Keesokan harinya ...


Saat ini Zoya tengah membantu mama Irma untuk bersiap pulang kerumah. Ya, dokter sudah memberikan izin mama Irma untuk pulang.


"Sudah selesai semuanya mah, tinggal menunggu mas Andreas saja." Ucap Zoya pada Ibu mertuanya.


"Iya sayang, terima kasih ya kau sudah merawat mama dengan penuh kasih sayang." Ucap Mama Irma.


"Tidak perlu berterima kasih mah. Mama itu kan juga orang tua Zoya sekarang." Ucap Zoya dengan senyum yang sangat teduh.


Kemudian suster masuk ke dalam memberikan resep obat untuk mama Irma.


"Mah tunggu sebentar di sini tidak apa-apa ya, saya mau menebus ini dulu di apotik." Ucap Zoya.


"Iya sayang." Ucap Mama Irma yang selalu menyebut Zoya dengan kata sayang.


Sesaat setelah Zoya pergi, Andreas pun datang. Andreas baru saja menyelesaikan biaya administrasi perawatan mamanya.


"Andreas tunggu sebentar ya, Zoya masih menebus obat untuk rawat jalan mama." Ucap Mama Irma dan di balas anggukan oleh putranya itu.


"Nak, apa sedikitpun kau tidak memiliki rasa cinta pada Zoya? Dia itu gadis yang baik. Kau juga lihat kan bagaimana cara dia merawat mama. Lalu jika mama perhatikan dia itu juga selalu memperlakukanmu dengan baik." Ucap Mama Irma mulai membuka pikiran Andreas tentang Zoya.

__ADS_1


"Mama tahu kau masih berduka kehilangan Rania. Tapi perlahan kau harus belajar, bukan melupakannya, tapi belajar memulai hidup yang baru. Seperti keinginan Rania." Imbuh mama Irma.


Andreas berpikir apa yang di ucapkan mamanya itu benar. Dia harus memulai hidup barunya bersama Zoya. Tapi dia bingung harus memulainya dari mana.


__ADS_2