
CIIIT ....
Mobil mercy yang di kemudikan oleh Andreas berhenti di lobi perusahaan Himawan group. Dia langsung di sambut oleh sopirnya.
"Selamat siang Tuan Andreas." Sapa Danu.
"Siang," Balas Andreas seraya langsung memberikan kunci mobil pada Danu. Tanpa berkata-kata lagi, Danu sudah mengerti perintah bosnya itu. Yaitu memindahkan mobilnya ke tempat parkir yang seharusnya.
Dari dalam terlihat Yuda berlarian menghampiri Andreas.
"Pak untung saja anda sudah datang. Ada berita penting yang ingin saya sampaikan." Ucap Yuda, sekertaris Andreas.
"Berita apa? Apakah ada masalah di proyek?" Tanya Andreas merasa penasaran.
"Tidak pak, ini menyangkut kehidupan pribadi anda." Jawab Yuda seraya memperlihatkan sebuah artikel dari layar tablet.
"Dia benar-benar tidak berhenti membuat kebohongan publik." Gumam Andreas.
Isi artikel tersebut mengenai foto-foto mesra Andreas dan Jemyma. Foto mereka berciuman di rooftop yang telah di rekayasa oleh Jemyma berhasil menggemparkan publik.
"Sepertinya anda harus bertindak sekarang pak, bukankah ini akan menyakiti hati Nona Zoya." Ujar Yuda yang sudah mengetahui tentang pernikahan atasannya itu.
Andreas terdiam berpikir jika apa yang di katakan oleh Yuda itu benar. Banyak sekali artikel tentangnya dan Jemyma beredar. Namun dia tidak bertindak apapun seolah membenarkan hal itu. Jika saat ini dia ingin memulai hidup baru dengan Zoya, hal pertama yang harus dilakukannya adalah menjaga perasaan Zoya sebagai istrinya.
"Ya, kau cari penerbit seluruh artikel hoax itu. Minta mereka untuk menghapusnya." Ucap Andreas.
"Baik pak." Ucap Yuda.
Tiba-tiba saja segerombolan wartawan mendatangi kantor Andreas. Sangat kebetulan Andreas masih berada di lobi. Semua satpam mencoba mencegah mereka masuk.
"Pak saya akan mengusir para wartawan itu terlebih dahulu." Ucap Yuda.
"Tidak, biarkan saja. Aku akan menjawab apa yang ingin mereka ketahui dariku." Ucap Andreas.
Dengan langkah coolnya Andreas menghampiri para wartawan. Dia juga menyuruh satpam berhenti mengusir mereka.
Para wartawan semakin riuh melihat kedatangan Andreas di hadapan mereka. Sontak lontaran pertanyaan demi pertanyaan mereka ucapkan.
__ADS_1
Yuda menyuruh mereka untuk diam dahulu. Karena Andreas akan menjawab semua pertanyaan mereka.
"Saya tidak pernah ada hubungan spesial dengan Jemyma. Dia itu hanya adik ipar saya, tidak lebih." Ucap Andreas.
"Tapi bagaimana penjelasan anda mengenai foto mesra itu?" Tanya wartawan.
"Itu hanya sebuah rekayasa. Kalian bisa lihat keburaman di dalam foto itu kan," Jawab Andreas dengan jujur. Para wartawan pun mengangguk-angguk, jika dipikir memang benar foto yang beredar itu buram.
"Tapi apakah kira-kira anda memiliki perasaan untuk mbak Jemyma? Secara dia itu adik almarhumah istri bapak. Mungkinkah dia bisa menjadi pengganti almarhumah istri bapak?" Pertanyaan wartawan mulai ke hal yang sangat pribadi.
Andreas menghela nafas kasar. Pertanyaan dari wartawan itu terasa berlebihan. Yuda berbisik, jika tidak mau menjawab dia akan mengusir mereka. Namun Andreas berkata tidak apa-apa. Andreas akan menjawab pertanyaan mereka.
"Tidak. Karena saat ini sudah ada wanita yang saya cintai. Wanita itu pilihan almarhumah istri saya." Ucap Andreas dengan mantap.
Pernyataan Andreas itu malah membuat wartawan ingin terus mengorek tentangnya. Tentang siapa sosok wanita yang di cintainya itu. Namun Andreas sudah tidak ingin melanjutkan wawancara itu. Dia merasa hal itu sudah cukup. Terakhir dia menegaskan lagi jika tidak pernah ada hubungan spesial dengan Jemyma.
Sementara di tempat lain, Jemyma juga di kerubungi oleh banyak sekali wartawan. Namun jawaban Jemyma berbeda dari Andreas.
Ketika di wawancarai Jemyma berekspresi girang dan malu-malu. Dia membuat situasi seolah-olah itu benar adanya namun dia malu mengungkapkannya.
Wartawan terus mengorek cerita dari Jemyma yang sangat berantusias itu. Jemyma benar-benar ingin membuat gosip semakin memanas. Namun dia tidak tahu jika Andreas sudah angkat bicara.
Di dalam ruangannya Andreas merasa tidak bisa fokus dengan pekerjaannya. Otaknya terus saja memikirkan tentang Zoya.
"Jika aku terus diam seperti ini bisa-bisa Haris akan mendahuluiku." Gumam Andreas.
Lalu Andreas beranjak dari ruang kerjanya. Tak sengaja dia melihat Haris berjalan memasuki lift dengan ekspresi semringah. Andreas langsung berpikir, mungkinkah Haris akan bertemu dengan Zoya?
Andreas merogoh ponsel di saku celananya. Dia ingin menelefon Zoya untuk memastikan keberadaanya. Namun dia mengurungkan niatnya. Karena bingung juga, jika Zoya balik bertanya padanya. Tidak mungkin dia menjawab jika dia khawatir Zoya bertemu dengan Haris. Lebih tepatnya cemburu. Karena gengsinya masih tinggi. Dia tidak ingin terlihat cemburu secara terang-terangan pada Zoya.
Andreas diam terpaku di depan ruangannya sendiri seraya menatap ponselnya.
"Pak anda baik-baik saja?" Tanya Yuda menghampiri Andreas.
"Kita harus melakukan investigasi. Ayo, cepat." Ucap Andreas seraya berlalu pergi dengan langkah panjangnya.
"Investigasi? Apakah ada masalah besar?" Gumam Yuda bertanya-tanya sendiri.
__ADS_1
.
.
Andreas sudah mendatangi butik, namun ternyata Zoya tidak ada di sana. Salah satu karyawan mengatakan jika Zoya baru saja pergi.
"Arghh! Sepertinya memang benar. Zoya bertemu dengan Haris. Harusnya aku mengikuti Haris saja tadi." Gumam Andreas merasa kesal. Dia pun kembali masuk ke dalam mobil.
"Bagaimana pak, kita kemana sekarang?" Tanya Yuda.
"Kita kembali ke kantor." Jawab Andreas dengan lesu.
"Loh katanya tadi mau ada investigasi pak?" Tanya Yuda lagi.
"Tidak. Semuanya batal." Jawab Andreas dengan ketus.
"Oh .. Baik kalau begitu pak." Ucap Yuda. Sebenarnya dua tidak tahu investigasi apa yang di maksud Andreas tadi.
Saat tiba di perempatan lampu merah, Yuda melihat sosok Zoya tengah naik ojek.
"Pak Andreas, lihat itu nona Zoya." Ucap Yuda memberitahu.
Sontak Andreas yang sedari tadi menunduk langsung bersemangat kembali.
"Ikuti dia. Investigasi kita lanjut." Ucap Andreas dengan penuh semangat.
Zoya berhenti di sebuah coffe shop. Setelah Zoya masuk ke dalam, Andreas dan juga Yuda turun dari mobil. Mereka berdua mengendap-endap masuk agar tidak terlihat oleh Zoya.
"Aku tidak melihat mobil Haris di sekitar sini." Gumam Andreas di dalam hati.
Gerak-gerik Yuda dan Andreas yang sangat aneh itu, malah membuat mereka menjadi pusat perhatian.
"Pak apakah ini tidak berlebihan? Semua orang malah melihat kearah kita loh," Ucap Yuda pada Andreas. Bagaimana tidak di jadikan pusat perhatian. Mereka berdua berjalan jongkok sembari celingak-celinguk.
"Ekhhmm.. Ya kau benar. Kalau begitu kita berdiri saja." Ucap Andreas seraya kembali memasang wajah cool demi menutupi rasa malunya.
Akhirnya mereka berdua berhasil mencari spot terdekat untuk memantau Zoya. Andreas cukup deg-deg an, takut semua dalam pikirannya menjadi kenyataan.
__ADS_1
Tak berselang lama, seseorang yang ditunggu oleh Zoya datang. Dia adalah Ezra. Dugaan Andreas ternyata salah. Namun hal itu membuatnya sangat lega. Karena ternyata Zoya tidak bertemu dengan Haris. Sangat terlihat ekspresi semringahnya. Yuda pun kini paham. Ternyata ini adalah investigasi cinta.