
SREEEK ..
Suara gorden yang di buka dengan keras tidak membuat Jemyma bergerak sedikitpun. Dia tetap saja tertidur pulas di kamar mewahnya itu.
"Jemyma bangun!" Flora berteriak seraya mengoyak tubuh putrinya.
"Ahh, mamah apaan sih. Aku tuh masih ngantuk banget." Rengek Jemyma seraya menaikkan selimutnya.
Flora menghela nafas kasar. Rasa kesalnya bertambah kala melihat putrinya susah sekali di bangunkan. Padahal hari sudah siang.
"Bangun sekarang! Gadis kacung itu lagi-lagi lebih maju darimu." Ucap Flora dengan nada kesalnya.
"Aku harus ngapain lagi mah? Aku sudah hampir menghancurkan karirku sendiri untuk mendekati Andreas. Tapi tidak membuahkan hasil juga kan," Ucap Jemyma dengan tetap memejamkan mata.
"Lalu kau putus asa dan akan menyerah. Membiarkan mereka mengadakan pesta pernikahan dengan bahagia begitu," Ujar Flora menegaskan pada putrinya.
Sontak saja Jemyma mengurai selimut dan terduduk. "Apa? Jadi mereka akan menikah ulang secara resmi gitu maksudnya mah?" Tanya Jemyma dengan perasaan syok.
"Iya, mama dengar sendiri dari Irma. Dia mengatakan setelah perjalanan dinas, Andreas akan mengadakan acara pernikahan." Ucap Flora.
"Itu tidak akan terjadi. Aku tahu apa yang harus aku lakukan." Ucap Jemyma dengan senyum liciknya. Dia memang sebelas dua belas dengan ibunya yang isi otaknya penuh dengan rencana kejahatan.
...----------------...
Lima hari sudah Andreas melakukan perjalanan dinas. Rasanya dia sudah tidak sabar ingin pulang bertemu Zoya. Ingin rasanya melihat senyum Zoya, tapi dia masih saja gengsi untuk memvideo call istrinya itu.
"Yuda, aku mau kita selesaikan pekerjaan hari ini juga. Lalu kau atur kepulangan kita besok pagi." Ucap Andreas.
"Baik pak." Balas Yuda tanpa banyak tanya lagi. Dia sudah paham mengapa atasannya ingin segera pulang. Tentu saja untuk bertemu istrinya.
Hari itu juga Andreas menyelesaikan seluruh pekerjaannya. Dia masih mempunyai sisa waktu untuk berbelanja. Bukan berbelanja untuk dirinya, melainkan untuk Zoya. Kebetulan mall masih buka, Andreas mampir untuk membeli sebuah sepatu limited edition dari brand ternama yang baru saja di pasarkan. Dimana hanya ada satu di setiap sizenya.
"Pak anda membelikan sepatu untuk nona Zoya, apakah anda tahu berapa sizenya?" Tanya Yuda. Dia bertanya seperti itu karena tahu bagaimana hubungan Andreas dengan Zoya. Rasanya mustahil jika Andreas tahu segalanya tentang Zoya.
"Aku ini suaminya, jadi aku tahu segala tentangnya." Jawab Andreas seraya tersenyum sekilas.
Sebenarnya Andreas baru tahu beberapa menit yang lalu. Tapi dia bukan mendapat informasi dari Zoya, melainkan dari Ezra. Bisa saja dia bertanya langsung pada Zoya, tapi bukan surprise jadinya.
Andreas langsung saja mengutarakan niatnya untuk membeli sepatu keluaran terbaru pada pelayan toko. Beruntung sekali size sepatu yang pas untuk Zoya masih belum terjual.
__ADS_1
Andreas mengamati sepatu yang di perlihatkan oleh pelayan toko. Begitu indah dengan permata yang menghiasinya. Dia sudah terbayang jika itu akan sangat cocok di kenakan di kaki Zoya.
"Saya ambil ini, tolong proses pembayarannya sekarang juga." Ucap Andreas seraya memberikan black cardnya.
Setelah selesai dengan urusan sepatu, Andreas beserta Yuda kembali ke hotel. Mereka pun berpisah masuk ke dalam kamar masing-masing. Sampainya di dalam, Andreas langsung memeriksa handphonenya. Sejak tadi Zoya belum membalas pesannya.
"Apa dia sesibuk itu sampai tidak membalas pesan dariku?" Gumam Andreas yang kini mulai posesif.
Andreas menaruh kembali handphonenya dan bergegas ke kamar mandi. Dia memutuskan untuk mandi saja. Siapa tahu setelah selesai nanti sudah ada balasan pesan dari Zoya.
Sekitar lima belas menit Andreas menghabiskan waktu di kamar mandi. Tubuhnya terasa begitu segar.
"Apa ini, belum ada balasan juga." Gumam Andreas setelah mengecek handphonenya lagi. Akhirnya dia menelefon Zoya.
Maaf, nomor yang anda tuju sedang tidak aktif
Andreas menelefon berkali-kali tapi tetap saja tidak aktif. Hal itu membuatnya khawatir. Akhirnya dia menghubungi mamanya. Karena tidak mungkin sudah selarut ini Zoya masih ada di butik.
"Halo Andreas,"
"Ya Halo mah, apa Zoya ada di rumah?" Andreas langsung to the point.
"Oh kau menelfon mama malam-malam karena Zoya tidak bisa di hubungi ya, tenang saja dia ada di rumah kok. Tapi sepertinya dia sudah tidur." Ucap Mama Irma.
"Aduduh manisnya, kau pasti merindukan istrimu kan." Terka mama Irma.
"Hemm, ya sudah ya mah selamat beristirahat." Ucap Andreas sebelum menutup telefonnya.
Andreas pun dapat beristirahat dengan tenang tanpa harus mengkhawatirkan keadaan Zoya.
...----------------...
Pesawat yang di tumpangi oleh Andreas sudah mendarat di bandara Jakarta. Dia pulang tanpa mengabari Zoya terlebih dahulu. Kepulangannya ini lebih cepat dua hari dari jadwal yang sudah di rencanakan.
Dari bandara dia di jemput oleh sopirnya untuk menuju ke rumah. Sementara Yuda pulang dengan naik taksi. Andreas pulang ke rumah dengan tangan kosong. Karena sepatu yang di belikannya untuk Zoya di bawa oleh Yuda.
Andreas berencana mengadakan makan malam romantis dengan Zoya. Disanalah dia akan memberikan sepatu itu. Dan semuanya akan di atur oleh Yuda. Maka dari itu Andreas menyuruhnya membawa sepatu itu.
CIIIITT ...
Mobil mercy Andreas berhenti di depan butik this is fashion. Dia langsung turun dan masuk ke dalam butik. Tidak terlihat keberadaan Zoya di dalam sana.
__ADS_1
"Selamat sore pak Andreas, apakah ada yang bisa saya bantu?" Tanya karyawan butik.
"Apa Zoya ada?" Andreas balik bertanya.
"Mbak Zoya sudah pulang sejak siang tadi pak."
Saat itu juga Andreas langsung berjalan keluar dari butik seraya mencoba menelefon Zoya.
"Halo, kau ada dimana?" Tanya Andreas saat telefon tersambung.
"Halo mas, saya lagi perjalanan. Saya mau meeting dengan pihak Mshoes yang mengajak berkolaborasi di acara fashion show minggu depan." Ucap Zoya.
"Apa itu akan memakan waktu lama?" Tanya Andreas.
"Hmm, mungkin sebelum magrib sudah selesai mas. Ada apa?"
"Kalau begitu, nanti malam kita bertemu di Rose resto. Aku tunggu jam 7 malam di sana. Aku sudah memberitahu pak Danu, dia akan mengantarmu nanti." Ucap Andreas yang kemudian langsung menutup telefonnya.
Zoya cukup terkejut karena tiba-tiba saja suaminya sudah pulang saja.
"Apa mas Andreas pulang cepat karena merindukanku?" Gumam Zoya seraya tersenyum sendiri.
.
.
Jam sudah menunjukkan pukul 18:25 WIB. Zoya baru saja menyelesaikan urusannya. Ternyata memakan waktu lebih lama dari perkiraannya.
"Huuft, masih ada waktu untuk bersiap." Gumam Zoya seraya melihat jam di ponselnya.
Sebelum menemui Andreas, dia pulang terlebih dahulu ke apartemen untuk mandi dan berdandan.
Zoya tampil cantik dengan dress warna hitam. Karena terburu-buru dia asal memilih warna baju. Setelah memastikan make upnya rapi, Zoya pun berangkat.
Jam menunjukkan pukul 19:34 WIB saat Zoya tiba di Rose's Reastaurant. Dia sudah telat setengah jam dari janji yang di buat bersama Andreas.
Dia langsung di tuntun oleh pelayan menuju tempat yang sudah di booking oleh Andreas.
Zoya tersenyum saat melihat suaminya yang sudah duduk menunggunya. Dia juga langsung menerima bucket bunga dari pelayan lain saat melangkah menuju meja kursi yang sudah di set untuk dinner romantis itu. Tentu saja perasaan Zoya malam ini begitu bahagia.
"Mas maaf saya terlambat datang. Ternyata pertemuannya lebih lama dari yang saya perkirakan." Ucap Zoya pada Andreas.
__ADS_1
"Beraninya kau mempermainkan perasaanku." Ucap Andreas dengan rahang yang mengetat.
Lantas Zoya menatap penuh kebingungan. Masa hanya karena terlambat Andreas sampai berkata seperti itu dan ekspresinya sangat menakutkan.