
Di dalam ruang kerja di kantornya, Andreas duduk bersandar dengan raut wajah yang muram. Andreas masih terus memikirkan tentang Zoya yang tega berselingkuh di belakangnya. Rasanya dia sulit percaya. Tapi semua bukti itu nyata. Bahkan ada video rekaman cctv yang memperlihatkan sosok Zoya dan Rafli bergandengan masuk ke dalam kamar hotel.
Tok .. Tok..
Pintu di ketuk dan Yuda masuk ke dalam. Dia membawa paper bag berisi kotak sepatu yang Andreas tinggalkan di restoran semalam.
"Pak ini pihak Rose's resto mengirimkan barang milik anda yang tertinggal semalam." Ucap Yuda seraya menaruh tas berisi sepatu itu di atas meja.
"Buang saja." Perintah Andreas singkat.
Tentu saja Yuda melonjak kaget. Sepatu yang harganya tidak kurang dari seratus juta itu harus ia buang begitu saja. Padahal saat membelinya Andreas begitu antusias.
"Mengapa harus di buang pak? Bukankah ini untuk nona Zoya," Ujar Yuda.
"Sebelumnya iya, tapi sekarang tidak lagi. Buang saja." Ucap Andreas tanpa mau menyentuh sepatu itu lagi.
"Mohon maaf sebelumnya pak jika saya lancang, memangnya ada masalah apa antara anda dengan nona Zoya?" Tanya Yuda dengan sangat hati-hati.
Andreas yang semula tidak menatap Yuda langsung memfokuskan pandangan pada sekertaris pribadinya itu. Dia tidak berkata apa-apa namun langsung memberikan ponselnya yang memperlihatkan foto serta video Zoya bersama Rafli.
"Jadi, nona Zoya berselingkuh." Ucap Yuda sedikit terkejut setelah melihat semuanya. "Tapi apakah anda yakin jika ini bukanlah sebuah rekayasa seseorang yang tidak suka dengan hubungan anda pak?" Yuda sedikit berpikir positif.
"Awalnya aku berpikir seperti itu, tapi semua bukti itu akurat." Ucap Andreas, dia bisa bicara blak-blakan dengan Yuda karena ya memang mereka sudah seperti saudara karena setiap hari bersama.
Yuda pun kembali melihat foto-foto juga video itu. Memang semua sangat akurat. Meski hanya ada rekaman dari arah belakang, tapi postur dan baju yang di kenakan oleh Zoya dan Rafli sama dengan foto saat mereka bertemu di lobby.
__ADS_1
"Emmh, saya tidak menyangka nona Zoya bisa melakukan ini. Sabar ya pak, jangan terlalu di fikirkan. Mungkin ini ujian baru dalam rumah tangga anda." Ucap Yuda sembari mengembalikan ponsel milik Andreas.
"Iya, bawa itu pergi dari hadapanku. Dan satu lagi, kosongkan seluruh agendaku hari ini." Ucap Andreas memerintah Yuda.
"Baik pak, kalau begitu saya permisi." Pamit Yuda.
Yuda pun keluar dengan membawa lagi sepatu mahal yang seharusnya untuk Zoya. Tapi dia merasa sangat sayang jika sepatu semahal dan sebagus itu harus di buang begitu saja. Dia juga tidak mau memanfaatkan hal ini dengan memberikan sepatu itu pada kekasihnya. Akhirnya Yuda memutuskan untuk menyimpannya saja. Siapa tahu nanti atasannya itu berubah pikiran. Karena sesungguhnya dia sendiri masih tidak yakin dengan yang terjadi saat ini. Bisa saja bukti perselingkuhan itu hanyalah sebuah rekayasa belaka.
Yuda berniat membawa itu ke dalam mobilnya. Dia berjalan sembari mengecek ponselnya. Dan yang terjadi adalah..
GUBRAK ...
"Aw, jalan pakai mata dong!" Ketus Jemyma yang terpental karena di tabrak oleh Yuda.
"Maaf Nona maaf, mari saya bantu." Yuda pun mengulurkan tangannya untuk membantu Jemyma berdiri.
"Eh itu sepatu keluaran terbaru yang limited edition itu kan, yang tidak ada di indonesia." Ujar Jemyma dengan binaran mata. Dia pun merebut itu dari tangan Yuda.
Jemyma membukanya dan langsung ternganga melihat keindahan sepatu itu. Tapi sayangnya ukuran sepatu itu lebih kecil dari size kakinya.
"Jangan bilang ini di beli Andreas untuk kacung itu." Ujar Jemyma dengan ekspresi ketidak sukaannya. Kenapa harus Zoya yang selalu mendapatkan cinta dan perhatian dari Andreas. Padahal menurutnya itu tidaklah pantas.
"Iya benar sekali. Jadi maaf, saya harus membawanya." Ucap Yuda seraya merebut kembali sepatu itu dari tangan Jemyma. "Dan jika nona kemari untuk bertemu pak Andreas, lebih baik kembali saja lain waktu. Karena saat ini pak Andreas tidak ingin di ganggu." sambung Yuda kemudian berlalu pergi.
"Apa-apaan dia, sok sekali. Beraninya melarangku bertemu Andreas." gerutu Jemyma dengan kesalnya. Dia tetap melangkah menuju ruangan Andreas. Tidak ada yang bisa melarangnya menemui Andreas. Larangan baginya adalah perintah.
__ADS_1
Selama melangkah menuju ke ruangan Andreas, Jemyma bertanya-tanya sendiri. Andreas masih membelikan sepatu mahal untuk Zoya, mungkinkah hubungan mereka masih tetap baik setelah apa yang terjadi.
"Aku sudah melakukannya semaksimal mungkin, aneh jika hubungan mereka tetap baik." Gumam Jemyma dalam hati.
GREEK ..
Tanpa permisi Jemyma masuk dan langsung mendaratkan rangkulannya pada Andreas yang sedang duduk menunduk berpangku tangan ke meja.
Sontak saja Andreas menyingkirkan tangan Jemyma. Moodnya yang sedang buruk bertambah buruk dengan kehadiran Jemyma di sana.
"Aduh, aduh kok kasar sih mas. Aku kemari untuk bersilaturahmi loh, kita kan sudah lama sekali tidak bertemu." Ucap Jemyma dengan senyum yang di manis-maniskan. Dia tidak marah meski sedikit di dorong menjauh oleh Andreas. Kini dia duduk di sofa yang ada di sana.
"Aku sedang tidak ingin di ganggu siapapun. Jadi pergilah." Ucap Andreas tanpa menatap kearah Jemyma.
"Lagi ada masalah berat ya mas? Cerita saja denganku. Aku akan dengan senang hati mendengarkannya." Ucap Jemyma mencoba mencairkan kedinginan Andreas. Tapi ternyata dia tidak mendapat tanggapan apapun. Andreas hanya diam saja dan memalingkan pandangan darinya.
"Hmm, baiklah jika tidak mau bercerita. Oh ya aku dengar kau dan Zoya akan mengadakan pesta pernikahan. Kapan? Boleh lah aku jadi bridesmaidnya." Jemyma mulai memancing topik yang mengarah tentang hubungan Andreas dengan Zoya.
"Pergilah, kau tidak perlu tahu urusan pribadiku." Ucap Andreas yang tetap enggan menanggapi perkataan Jemyma. Tapi hal itu malah membuat Jemyma semakin gencar agar Andreas mengatakan sesuatu tentang hubungannya dengan Zoya.
"Jangan kaku gitu ah mas. Santai saja denganku. Aku bisa membantu dan juga Zoya mencari vendor yang bagus untuk pernikahan kalian. Kalian kan dulu hanya menikah secara agama tanpa pesta. Jadi kali ini harus meriah." Ucap Jemyma panjang lebar dan itu malah membuat Andreas kesal.
"Tidak akan ada pesta pernikahan. Karena Zoya sudah menghianatiku." Ucap Andreas dengan penuh emosi.
"Apa? Aku tidak salah dengar kan, beraninya kacung itu." Jemyma berpura-pura terkejut. Padahal di dalam hati dia teramat senang. Rencananya yang sempurna itu berhasil memecah hubungan Andreas dan Zoya.
__ADS_1
Sementara itu di luar, Haris yang tak sengaja mendengar semua itu amat tekejut.
"Jadi selama ini suami Zoya itu adalah Andreas," Gumam Haris merasa tidak percaya dengan kenyataan ini. Dia pernah menyukai istri sepupunya sendiri.