
Di lokasi syuting yang terletak di sebuah taman, Jemyma sedang tersenyum girang. Di layar ponselnya dapat terlihat perdebatan yang terjadi antara Zoya dan Andreas. Hingga pada akhirnya rencananya berjalan dengan sangat mulus.
"Perfect!" Seru Jemyma girang. "Nggak sia-sia aku memasang kamera tersembunyi di rumah itu. Adegan seperti inilah yang ingin aku lihat." Ucap Jemyma dengan senyum yang merekah.
Jemyma dengan segala ide kelicikannya berhasil memasang beberapa kamera di kediaman Brahmantya. Tentu saja dia tidak melakukannya sendiri. Melainkan menyuruh seseorang dengan menyamar sebagai tukang AC.
"Aku harus memberitahu mama tentang ini." Ucap Jemyma yang langsung menekan nama mamanya di layar ponsel miliknya.
Telepon pun langsung tersambung kepada Flora. Kebetulan Flora sedang tidak ada kesibukan. Kalau saja dia sedang arisan mungkin telepon Jemyma akan diabaikan.
"Ya halo sayang, ada apa? tumben sekali kau menelepon mama. Apa kau ingin mengajak mama berburu barang branded lagi?" Terdengar suara renyah ceria Flora di sambungan telepon.
"Bukan mah, aku punya kabar sangat bagus. Rencana kita berhasil." Ucap Jemyma dengan girang memberitahu sang mama.
"Berhasil? jadi si kacung itu sudah terusir dari keluarga Andreas?" Tanya Flora dengan menggebu karena saking senangnya.
"Tepatnya diceraikan mah." Ucap Jemyma dengan ejaan yang di perjelas.
"Benar-benar kabar bagus sayang. Kalau begitu kau harus gencar mendekati Andreas lagi. Jangan sampai kacung itu ada celah untuk kembali." Ucap Flora.
"Iya mah, kali ini aku akan lebih gencar mendekatinya. Tapi dengan cara yang berbeda." Ucap Jemyma dengan senyum khasnya.
__ADS_1
***
Masih di kediaman mertuanya, Zoya tetap kukuh berdiri di depan kamar Andreas. Zoya masih terus berusaha meyakinkan Andreas agar membuka pintu dan membicarakan semuanya dengan kepala dingin.
Namun sudah hampir satu jam Zoya berdiri menggedor pintu, tetap saja tidak ada jawaban apapun dari Andreas.
TAP .. TAP
Suara langkah cepat menaiki tangga. Suara itu tidak lain dimunculkan oleh langkah kaki Ezra. Sejak tadi sahabat karib Zoya itu merasa tidak tenang. Ingin menyusul tapi selalu di halangi oleh Toni. Tapi karena sudah terlalu lama, Ezra pun menerobos saja.
"Zoya, apa yang terjadi? Kau tidak apa-apa kan?" Tanya Ezra saat sudah melihat Zoya di hadapannya dengan mata yang sangat sembab akibat menangis sejak tadi.
"Tidak apa-apa, kau tidak perlu menjelaskan apapun. Mungkin suamimu butuh waktu sendiri dulu." Ucap Ezra mencoba menenangkan Zoya.
"Sudah jangan menangis, lebih baik kau ikut pulang denganku dulu." Ucap Ezra sembari menuntun Zoya untuk ikut dengannya.
GREK ..
"Tunggu," Terdengar suara Andreas yang keluar dari kamarnya. Lantas Zoya langsung melepaskan diri dari Ezra dan kembali mendekat kearah Andreas.
"Mas akhirnya kau keluar juga. Mari kita bicarakan ini semua secara baik-baik." Ucap Zoya yang mengira ada seberkas cahaya terang yang muncul. Namun ternyata setelah itu dia dibuat terbelalak karena koper yang di keluarkan Andreas dari dalam kamarnya.
__ADS_1
"Apa ini mas?" Tanya Zoya dengan detak jantung yang mulai berdetak lebih kencang. Sorot matanya pun pun penuh tanya.
Tanpa menjawab apapun, Andreas menyodorkan koper itu dan berniat kembali masuk kedalam kamarnya. Namun dengan gerakan cepat Zoya meraih tangan Andreas serta menggenggamnya erat.
"Mas kita tidak boleh berpisah begini, ingat kan janji kita pada Bu Rania." Ucap Zoya dengan tatapan mata penuh ketulusan.
Andreas sejenak terdiam. Hatinya bergetar ketika melihat tatapan mata yang jelas penuh ketulusan itu. Namun jika diingat kembali, pernikahannya ini tidak berjalan mulus. Menurutnya ini sudah keputusan yang paling benar.
Genggaman tangan Zoya dikibaskan dengan keras, hingga membuat wanita muda itu hampir terpanting. Dengan sigap Ezra menopang Zoya.
"Ini sudah menjadi keputusanku. Jangan lagi bawa nama Rania." Ucap Andreas yang kemudian langsung menghilang di balik pintu kamarnya.
Tangisan Zoya kembali pecah. Hatinya begitu terguncang. Ezra pun merangkul Zoya menuntunnya pergi meninggalkan kediaman Brahmantya. Dengan langkah beratnya, akhirnya Zoya pun ikut pergi bersama Ezra.
**
Lokasi syuting
Masih duduk di bangku pribadinya, Jemyma tersenyum puas melihat apa yang dialami oleh Zoya.
"Sudah kukatakan kacung sialan, kalau cuma menyingkirkan tikus got macam kau itu easy." Gumam Jemyma dengan senyum seringainya.
__ADS_1