
Tanpa terasa air keluar dari pelupuk mata Zoya. Hatinya terasa pedih mendengar Andreas ingin menyudahi hubungan mereka.
"Tidak mas, kita tidak bisa menyudahi hubungan kita seperti ini. Ini semua hanya rekayasa seseorang yang ingin menghancurkan kita." Ucap Zoya.
"Ya benar, dan orang itu adalah Rafli." Ucap Andreas dengan tatapan tajam.
Mata Zoya lantas terbelalak mendengar nama Rafli di sebut. Dia merasa tidak percaya jika ini semua ulah Rafli. Tapi Andreas tidak mungkin asal berbicara.
"Atas dasar bukti apa mas Andreas mengatakan itu?" Tanya Zoya dengan tatapan tidak percaya.
Andreas merogoh ponsel di dalam sakunya. Kemudian dia memberikannya pada Zoya. Terpampang nyata chat dari Rafli. Hal itu membuat Zoya mengerutkan dahinya. Tak percaya dengan apa yang di lihatnya. Dia merasa terkejut serta bingung. Bisa-bisanya Rafli mengirim pesan seperti itu pada Mama Irma. Tapi saat ini yang terpenting adalah menjelaskan semuanya. Memberikan bukti jika foto itu hanyalah editan belaka.
"Mas tapi itu semua hanya rekayasa. Justru saya ingin meluruskan tentang itu semua. Saya juga tidak tahu apa maksud Rafli mengirimkan pesan itu. Nanti saya akan berbicara dengannya." Ucap Zoya.
"Tidak perlu." Ucap Andreas singkat. Raut wajahnya terlihat masih sangat penuh amarah. Bahkan dia enggan untuk menatap wajah Zoya.
Hal itu tidak mengurungkan niat Zoya untuk menjelaskan kebenaran pada Andreas. Zoya berharap hari ini masalahnya selesai dan dapat menjalani hubungan dengan normal lagi.
__ADS_1
"Mas lihatlah ini, ini hanyalah sebuah editan belaka. Hari itu ada yang menjebakku dengan Rafli. Video yang berjalan memasuki kamar hotel itu bukan aku. Itu hanya orang yang mirip denganku. Ini semua hanya rencana orang jahat yang ingin memecah hubungan kita." Ucap Zoya panjang lebar.
Andreas melihat seksama foto yang di tunjukkan oleh Zoya. Dia juga menelaah semua penjelasan Zoya. Di dalam hati ia merasa ingin langsung percaya saja dan ingin memaafkan Zoya. Tapi mengingat keadaan mama Irma di rumah sakit, hati Andreas kembali membeku.
"Mas percayalah padaku." Ucap Zoya seraya menyentuh lengan Andreas.
Awalnya Andreas hanya diam saja. Namun beberapa detik kemudian dia mundur dan membuat tangan Zoya terhempas.
"Mungkin aku bisa percaya tentang itu. Tapi maaf sepertinya hubungan kita cukup sampai di sini saja." Ucap Andreas.
"Ini lebih baik daripada kita terus saling menyakiti. Bukan hanya kita tapi mamaku juga. Memang seharusnya dari awal hubungan ini tidak pernah ada." Ucap Andreas.
"Mama? Maksudnya yang di rawat di rumah sakit itu mama?" Tanya Zoya dengan ekspresi kepanikannya.
"Iya, dari sini kau paham kan. Aku Andreas Cakra Himawan menjatuhkan talak padamu Zoya Ayunda." Tegas Andreas yang kemudian berlalu pergi.
Sementara Zoya dengan rasa keterkejutannya membelalakan mata. Ia sangat tidak percaya dengan kata yang keluar dari mulut Andreas. Tak tinggal diam, Zoya pun berlari menyusul Andreas yang berjalan cepat menaiki tangga menuju kamar. Hal itu disaksikan oleh Ezra dan Toni yang tidak berani ikut campur.
__ADS_1
Zoya mengikuti langkah cepat Andreas sampai tersandung saat menaiki anak tangga.
JEDUG
"Ah," Pekik Zoya.
Andreas sempat berhenti sejenak mendengar suara itu. Tapi hatinya yang sudah kembali membeku membuatnya tidak mau perduli dan melanjutkan langkahnya.
"Mas tunggu, kita tidak bisa seperti ini." Ucap Zoya seraya kembali bergegas menyusul Andreas.
BRAK
Andreas menutup pintu kamarnya dengan kuat tepat di depan mata Zoya. Lantas Zoya menggedor pintu sekuat mungkin agar Andreas membukakannya. Namun percuma, tidak ada tanda-tanda pintu akan terbuka. Tidak ada sahutan apapun juga dari dalam sana. Zoya pun terduduk lemas serta menangis tersedu-sedu. Perasaannya terasa tersayat. Kini bukan lagi hanya tentang janjinya dengan Rania. Rasa cinta yang sudah tumbuh di hatinyalah yang membuatnya teramat merasa sedih.
Sementara itu di dalam kamar, Andreas juga terduduk lemas bersandar di pintu. Dia dapat mendengar jelas suara tangisan Zoya. Sebenarnya hal itu membuat hatinya terasa sakit. Tapi menurutnya, memang inilah yang terbaik.
"Memang seharusnya hubungan kita tidak pernah ada. Maaf aku tidak bisa melanjutkan hubungan denganmu yang masih belum selesai dengan masa lalumu. Aku membebaskanmu Zoya." lirih Andreas dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1