
Mobil yang di kendarai oleh Rafli memasuki bassement area parkir apartemen. Dia membawa Zoya kesana atas permintaannya.
Zoya tidak mungkin pulang ke rumah orang tuanya ataupun mertuanya dengan keadaan kacau seperti itu.
"Terima kasih ya Raf, aku duluan ya." Uca Zoya seraya membuka pintu mobil. Dia tidak ingin masuk bersamaan dengan Rafli. Takutnya nanti berpapasan dengan Andreas dan menimbulkan kesalah pahaman.
"Iya." Jawab Rafli singkat. Dia membiarkan Zoya masuk ke dalam gedung apartemen terlebih dahulu.
Zoya tidak bercerita apapun pada Rafli. Karena ini masalah pribadinya. Rafli sendiri juga tidak mau mengulik permasalahan yang di hadapi Zoya saat ini. Jadi sejak tadi mereka hanya saling diam dalam perjalanan menuju apartemen.
Sampainya di dalam apartemennya, Zoya langsung mandi. Dia baru merasakan perih ketika air mengguyur lukanya.
"Apa yang terjadi sebenarnya?" Zoya kembali bertanya-tanya sendiri.
Usai mandi Zoya langsung menggelar sajadahnya. Dia menjalankan ibadah sholat isya'. Setelah itu dia memanjatkan doa-doa dan mencurahkan segala keresahan hatinya.
Lama Zoya terduduk menengadahkan tangan. Hingga tiba-tiba, terdengar suara berisik dari luar. Zoya lantas bergegas melepas mukenanya dan berlari keluar kamar.
Ternyata Andreas pulang dengan kondisi mabuk berat. Andreas berjalan sempoyongan menabrak benda-benda yang ada di dalam apartemen.
"Astaga mas Andreas mabuk," Ucap Zoya seraya mencoba menopangnya.
"Lepaskan! Jangan sentuh aku!" Seru Andreas seraya mengibaskan tangan Zoya. Dia berjalan sempoyongan sampai akhirnya terjatuh lemas ke kursi sofa. Dia merebahkan diri di sofa itu.
Zoya sangat takut dan bingung dengan kondisi Andreas sekarang. Sebelum mabuk saja dia sudah sangat kasar. Apalagi saat mabuk seperti sekarang ini. Tapi karena naluri sebagai istri, Zoya tetap mendekatinya dan melepaskan sepatu yang di kenakan oleh Andreas.
Beruntungnya Andreas hanya diam saja tidak memberontak. Sepertinya dia tertidur. Zoya berpikir untuk memindahkannya ke dalam kamar. Tapi, tenaganya tidak sekuat itu. Akhirnya dia membuka jas yang di kenakan Andreas saja.
"Setidaknya ini akan membuatmu sedikit lebih nyaman." Gumam Zoya seraya melepaskan jas yang di kenakan Andreas. Meski cukup kesulitan, tapi Zoya berhasil melakukannya. Lalu langkah selanjutnya, Zoya membuka dasi dan kancing kemeja Andreas paling atas.
Sesudah selesai semuanya Zoya tetap berlutut mensejajarkan posisinya. Dia membelai wajah Andreas, menyeka rambutnya yang basah karena keringat.
"Sebenarnya ada apa sih mas, kenapa kau sampai mabuk seperti ini?" Gumam Zoya bertanya-tanya.
Zoya pun beranjak berniat mengambilkan selimut. Tapi saat itu tangannya di tarik oleh Andreas sampai dia terjatuh tepat di atas tubuh Andreas.
__ADS_1
Beberapa detik kemudian posisinya sudah berubah. Andreas berbalik menindih tubuh Zoya.
CUP
Andreas langsung mendaratkan ciuman bibirnya. Sangat tercium bau alkhohol dari mulutnya. Hal itu membuat Zoya lekas menghindarinya. Dia sedikit mendorong tubuh Andreas agar melepaskan ciuman di bibirnya.
"Kenapa harus mabuk sih mas, kau sangat bau alkhohol." Ucap Zoya dengan nada pelan seraya menutupi mulutnya dengan tangan.
Namanya mabuk, Andreas tidak akan sadar dengan apa yang di lakukannya. Dia menyingkirkan tangan Zoya dan kembali ******* habis bibirnya.
Awalnya Zoya masih mencoba untuk memberontak. Tapi lama kelamaan dia menikmatinya juga. Dia sudah pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Andreas. Lagipula itu bukanlah tindakan dosa, karena mereka sudah sah sebagai suami istri.
Pada akhirnya setelah malam yang gagal waktu itu, malam ini Andreas dan Zoya berhasil melakukan penyatuan. Namun bedanya, kali ini Andreas melakukannya karena tuntutan emosi yang menggebu akibat kekecewaannya terhadap Zoya.
Seiring bergeraknya Andreas di atas tubuh Zoya, suara ******* serta lenguhan terus keluar dari mulut Zoya. Dinginnya ac sudah terkalahkan dengan permainan panas mereka.
"Emmmhtt.."
"Aku mencintaimu Zoya." Ucap Andreas bersamaan dengan keluarnya benih cinta yang menyiram rahim Zoya.
Saat ini Andreas sudah tertidur pulas seraya memeluk erat tubuh Zoya. Mereka berdua sudah pindah ke dalam kamar.
**
Hari sudah berganti. Jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Andreas masih saja terlelap di atas kasur. Sementara Zoya sudah rapi dan selesai mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
Zoya kembali masuk kedalam kamar tidur Andreas. Dia naik ke atas ranjang seraya membelai pelan kepala sang suami untuk membangunkannya. Seketika itu Andreas membuka mata. Namun bukan respon manis yang di dapat oleh Zoya.
"Siapa yang menyuruhmu masuk ke dalam kamarku? Keluar!" Bentak Andreas yang tentu saja membuat Zoya kaget.
"Tapi kenapa mas? Semalam kita kan.."
"Keluar!" Teriak Andreas lebih keras. Membuat Zoya takut dan akhirnya berlari keluar dari sana.
Andreas merasakan pusing di kepalanya. Seisi otaknya di penuhi bayangan foto Zoya bersama Rafli. Sampai-sampai ingatan tentang permainan ranjangnya dengan Zoya sama sekali tidak ada dalam ingatannya.
__ADS_1
Sementara Zoya merasa sedih lagi. Ternyata dugaannya salah. Andreas masih saja marah padanya. Yang menjadi pertanyaan adalah, penyebabnya apa?
JEGREK ..
Pintu kamar terbuka dan Andreas keluar dari sana. Sontak saja Zoya langsung kembali menghampirinya. Dia harus menuntut kejelasan tentang apa yang terjadi sebenarnya.
"Mas sebenarnya ada apa sih?" Tanya Zoya seraya memegang pundak Andreas untuk menghentikan langkahnya.
Lagi-lagi Andreas melengos dan menepis pegangan tangannya. Dia bungkam, semakin membuat Zoya bingung sendiri.
Andreas masuk ke dalam kamar mandi. Dia tidak sanggup untuk mengatakan tentang apa yang membuatnya marah. Karena menurutnya hal itu sangatlah keji.
Lima belas menit kemudian, Andreas keluar dari kamar mandi. Dia langsung di kejutkan oleh Zoya yang menghadangnya di luar sana.
"Mas aku butuh penjelasan." Ucap Zoya yang memberanikan diri menatap mata Andreas.
Namun lagi-lagi Andreas tetap bungkam. Dia mendorong tubuh Zoya agar menjauh darinya dan tak menghalangi lagi.
"Mas tolong jangan membuatku bingung." Ucap Zoya seraya terus mencoba menghentikan langkah Andreas. Tapi tidak berhasil. Andreas masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintunya rapat-rapat.
Beberapa saat kemudian Andreas keluar lagi dari kamarnya. Namun tetap saja dia acuh pada Zoya. Dia hendak langsung meninggalkan apartemen.
"Mas, ada apa sebenarnya? Katakanlah." Zoya menghadang pintu apartemen agar Andreas tidak bisa pergi begitu saja.
"Minggir!" Bentak Andreas dengan tatapan penuh amarah.
"Tidak mas, sebelum mengatakan apa salah saya." Ucap Zoya bertekad harus tahu semuanya.
Andreas mendengus kesal. Dia mendorong Zoya sampai membentu pintu. Di tatapnya mata Zoya dengan tajam. Tatapan yang penuh api amarah.
Lidah Andreas seketika peluh ketika ingin mengatakan alasan amarahnya itu. Hatinya terasa sakit terbayang apa yang telah di lakukan oleh Zoya bersama Rafli.
Pada Akhirnya Andreas menyingkirkan tubuh Zoya dari depan pintu. Kemudian dia pergi meninggalkannya tanpa mengatakan apapun.
"Apa salahku mas, kenapa kau begitu aneh seperti ini?" Gumam Zoya mulai merasa sedih. "Lalu apa arti kata cintamu semalam?" Air mata Zoya pun kembali mengalir deras.
__ADS_1