LOVE STRUGGLE (PERJUANGAN CINTA)

LOVE STRUGGLE (PERJUANGAN CINTA)
Apa Boleh ?


__ADS_3

Malam harinya, Kevin dan Puput menuju ke ruang makan untuk makan bersama dengan keluarganya dan ternyata orang tua mereka semua sudah ada di sana menunggu mereka.


"Iya deh manten baru, ke ruang makan aja gandengan," ucap Bu Siska yang membuat semua tertawa.


Puput kini menunduk dengan wajah semerah tomat, Kevin ? Jangan ditanya laki-laki itu begitu pandai mengontrol raut wajahnya, ia tetap memasang muka datarnya, ditariknya kursi untuk sang istri dan kemudian duduk juga di samping istrinya.


"Aduh, Jeng kursi aja ditarikin. Aduh romantisnya anakmu, Jeng," sahut Bu Amrah yang ikut menggoda anak dan menantunya dan disambut tawa oleh sang suami dan kedua besannya.


"Paa...." rengek Puput kepada papanya, karena memang setiap ia diusili oleh mamanya maka ia akan selalu merengek kepada papanya.


"Iya, Sayang. Kok merengeknya sama papa sih, kan sekarang sudah ada suaminya."


Jika Pak Dan selalu berada di pihak sang anak saat istrinya bersikap usil, maka kali ini berbeda, Pak Dana kini berada di pihak istrinya.


"Aihh nyebelin banget siiihhh," rengeknya lagi, Kevin pun semakin gemas melihat istri dan mertuanya itu.


"Sudahlah, Na. Berhenti menggoda menantuku terus, ayo sayang kita makan," ucap Pak Aldrich membela menantunya.


"Iya, Pih," sahut Puput tersenyum malu.


"Pih ?" tanya Pak Aldrich heran.


"Iya, aku panggilnya Papi sama Mami aja yah ?" ucap Puput dengan sedikit memohon.

__ADS_1


"Iya, Sayang. Senyamannya kamu aja," ucap Pak Aldrich yang diangguki Bu Siska.


"Makasih, Mih, Pih," ucapnya tersenyum lalu berdiri untuk mengambilkan makanan untuk suaminya serta untuknya sendiri.


Perlakuannya itu membuat semua yang ada di meja makan itu tersenyum.


🌸🌸🌸


Pukul 9 malam ketiga pasang suami istri itu sudah berada di kamarnya masing-masing setelah sebelumnya makan malam bersama, sholat berjamaah, dan bercengkrama sebentar.


Kini Kevin tengah berbaring di kasur king size milik istrinya, ia bermain hp sambil menunggu istrinya yang sedang memakai skin care nya.


Tak lama kemudian Puput telah keluar dari walk in closet dan berjalan ke arahnya.


"Iya, Sayang, kakak nunggu kamu," ucap Kevin dengan pandangan yang mengikuti sang istri yang kini berada di sampingnya.


"Ya udah yuk, Kak kita tidur, Kakak juga pasti capek kan ?" ucapnya sembari berbaring di samping suaminya dan menarik selimut hingga ke perutnya.


Kevin tak menggubris ucapan istrinya, ia malah mendekat ke istrinya dan berbaring di bantal yang sama dengan istrinya sembari memeluknya, hal itu membuat Puput kaget, namun ia tak menolak perlakuan suaminya itu karena dia pikir itu adalah hak sang suami.


Puput menengok ke arah suaminya dan melihat suaminya itu tengah menatapnya dengan tatapan yang tak bisa ia artikan.


Kevin serasa terhipnotis melihat bibir merah alami milik Puput, ia mendekatkan kepalanya untuk mengikis jarak di antara mereka dan

__ADS_1


Cup


Satu kec*pan ia daratkan tepat di bibir Puput.


Deg...deg...deg...


Jantung keduanya berdetak begitu cepat.


Merasa tak ada balasan ataupun penolakan dari istrinya, Kevin pun menarik tengkuk Puput dan terus men**** serta me***** bibir manis istrinya.


Puput memejamkan matanya menikmati permainan Kevin, entah dorongan dari mana Puput membalas permainan suaminya itu.


Mereka terus ber****** dan saling bertukar saliva dengan begitu lama. Tangan Kevin yang satunya tak tinggal diam, ia mulai meraba dan mere*** kedua gun***** kembar istrinya. Lama kelamaan Kevin sudah larut dalam permainannya.


"Sayang, apa boleh ?" tanyanya setelah melepaskan pangutan mereka dan menatap kedua mata istrinya dengan penuh harap.


🌸🌸🌸


Jeng jeng apakah yang akan terjadi selanjutnya ???


Ikuti terus ceritanya πŸ€—πŸ€—


Deg degan akoh nulisnya, sumpah πŸ™ˆπŸ™ˆ

__ADS_1


jangan lupa LIKE, KOMEN, dan VOTE πŸ’•πŸ’•


__ADS_2