LOVE STRUGGLE (PERJUANGAN CINTA)

LOVE STRUGGLE (PERJUANGAN CINTA)
Tumben


__ADS_3

"Yank, VC. Boleh ?" tanya Kevin.


"Hmm."


Kevin langsung mengalihkan panggilannya menjadi video call.


"Assalamualaikum, Istriku yang cantik," sapa Kevin setelah panggilannya kembali terhubung.


"Waalaikumsalam, apaan sih, Yank," ucap Puput tersenyum malu-malu.


"Dasar bucin," gumam Eza.


Karena pendengaran Kevin yang tajam, maka ia mendengar ucapan Eza.


"Kamu sama siapa aja, Yank ?' tanyanya.


"Aku lagi sama Eza sama Fani, Yank," jawab Puput lalu mengarahkan kameranya kepada nama yang disebutnya.


Kevin melihat kedua orang yang disebut istrinya, moodnya yang tadinya bagus berubah jadi buruk. Bagaimana tidak laki-laki yang ditakuti akan menikungnya malah makan bersama dengan istrinya, ditambah lagi wanita yang beberapa hari yang lalu menghina istrinya.


"Yank kok sama mereka sih ?" tanyanya dengan ketus.


"Kan mereka itu sahabatku, Yank," jawab Puput.


"Yank ....."


"Udah, Yank nanti di rumah kita lanjut bahas itu yah. Kamu udah makan belum, Yank ?" tanya Puput mengalihkan pembicaraan.


Puput tak mau membahas itu di depan kedua sahabatnya karena tak ingin kedua orang itu merasa tidak enak.


"Belum," jawabnya dengan ekspresi datarnya.


"Ya udah aku antar makanan ke sana yah, Yank," ucap Puput yang tau suaminya itu sedang kesal.


"Aku suruh supir untuk menjemputmu yah, Yank."


"Iya, Sayang. Udah dulu yah, aku mau lanjut makan sama pesan makanan kesukaanmu dulu, Yank," ucap Puput lalu mematikan panggilannya.


"Ga nyangka aku, Put. Orang yang sedingin dan semenakutkan Pak Kevin itu ternyata bisa bucin juga," ucap Fani yang sedari tadi menyimak pembicaraan keduanya.


"Hahaha sa ae lu, Fa," ucap Puput dengan kekehannya.

__ADS_1


"Oh iya, Put gue mau nanya sesuatu sama lo, tapi lo jangan marah yah !" ucap Fani lalu menatap Puput dengan serius karena makanan dia memang sudah habis.


"Mmm, nanya aja," ucap Puput yang masih fokus pada makanannya.


"Lo kok bisa sih sama Pak Kevin ?"


"Kita dikenalin sama ortu masing-masing, terus kami taaruf dan lanjut nikah," ucapnya santai dengan masih fokus pada makanan di depannya.


"Beruntung banget lo, Put. Udah kaya dari lahir, nikahnya sama orkay lagi, buset deh gak bakal habis tujuh turunan tuh," ucap Fani dengan heboh tapi masih dengan suara yang masih terkontrol.


"Tapi gue penasaran sih, Put. Apa lo udah jatuh cinta sama dia karena kan setau gue, lo itu gak mudah jatuh cinta, ga pernah pacaran. Jujur aja nih ya, Put gue itu sempat ngira lo abnormal tau ga."


"Hahaha sial lo, Fa. Gue itu bukannya ga normal, gue cuma menjaga hati buat jodoh gue. Nah karena jodohnya udah datang jadi gue berusaha mencintainya sejah kata sah itu terucap, dan sekarang gue rasa kalo gue udah jatuh cinta sama dia," jelas Puput.


"Oh iya, Za. Gue mintol dong pesenin lagi yang kek tadi, gue masih lapar nih," ucap Puput yang membuat kedua orang itu melongo.


"Loh, Put tumben lo makannya kek gitu, biasanya kan lo kalau udah makan segitu udah kenyang ?" tanya Fani yang heran melihat sahabatnya itu yang porsi makannya bertambah, berbeda dengan sebelumnya.


"Iya, Put tumben banget," ucap Eza yang juga bingung melihat Puput.


"Hm... Gue juga ga tau nih, Fa, Za. sejak beberapa hari yang lalu itu gue suka banget makan," ucap Puput yang juga heran dengan dirinya sendiri.


"Ya udah, gue pesenin dulu yah," ucap Eza yang beranjak untuk memesankan Puput makanan.


"Ok."


"Thanks, Za."


"It's Okay."


"Oh iya, Fa bagaimana hubungan lo sama si doi ?" tanya Puput setelah Eza menjauh.


"Hmm, ga gimana-gimana sih, Put masih gitu aja," jawab Fani yang menjadi lesu.


"Lo yang sabar yah, Fa. Lo perjuangkan aja dia, gue yakin suatu saat nanti dia akan luluh dan membalas perasaan lo," ucap Puput sambil memegang tangan Fani.


"Hmm, semoga saja."


"Lo kok lesu sih, lo harus semangat dong," ucap Puput menyemangati Fani.


"Hehehe, makasih yah, Put."

__ADS_1


🌸🌸🌸


Sementara Kevin, setelah ia mematikan panggilan telfonnya bersama Puput, ia kembali melanjutkan pekerjaannya sembari menunggu kedatangan sang istri.


Tok...tok...tok....


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangannya.


"Masuk," sahutnya dari dalam tanpa melihat siapa yang datang.


Seorang gadis cantik dengan pakaian seksinya berlenggak lenggok memasuki ruangan Kevin tapi Kevin belum menyadarinya.


"Ekhem," dehemnya setelah sampai di samping meja kerja Kevin.


Kevin mendongak melihat siapa yang beraninya tidak sopan dengannya.


"Ci...ca, kapan lo pulang dari luar negeri ?" tanyanya yang kaget melihat orang yang berdiri tepat di sampingnya itu.


"Baru kemarin, Vin. Lo mah ga ada baik-baiknya, gue datang tapi sambutan lo gitu doang," ucapnya pura-pura kesal lalu berjalan ke sofa.


Kevin berjalan mengikutinya untuk duduk di sofa dengan gaya coolnya.


"Ya lo kenapa tiba-tiba ada di sini ?" tanyanya lagi setelah duduk di sofa tunggal.


"Hmmm, karena....." ucap Cica menggantung lalu bangkit dari duduknya.


"Gue kangen sama lo," ucapnya yang kini duduk di pinggir sofa yang duduki Kevin dan langsung menyosor memeluk dan mencium pipi Kevin.


Ceklek


Bersamaan dengan itu, pintu ruangan Kevin terbuka. Kevin refleks mendorong Cica, lalu melihat orang yang masuk. Tapi itu sudah terlambat, sebab orang yang membuka pintunya sudah melihat adegan itu.


Deggg


Jantung Kevin serasa mau copot melihat orang yang membuka pintu.


"Sa....yang," ucapnya dengan suara yang tercekat, ia begitu sakit melihat wanita yang begitu dicintainya menangis dan itu pasti karena dirinya.


🌸🌸🌸


jangan lupa LIKE, KOMEN, dan VOTE πŸ€—

__ADS_1


Dukungan kalian sangat membantu author πŸ€—πŸ™πŸ™


__ADS_2