
"Ekhem," dehem seseorang yang membuat mereka sadar bahwa bukan hanya mereka yang berada di ruangan itu, ada seseorang yang mereka lupakan kehadirannya.
Seketika Kevin langsung kesal dengan apa yang sudah dilakukan orang ini kepada istrinya, ia langsung bangkit dan
Bughh
Satu tinjuan langsung melayang di wajah tampan laki-laki itu yang membuatnya mundur beberapa langkah.
"Kevin, apa yang kamu lakukan, Nak?" tanya Bu Amrah dan Pak Dana bersamaan karena kaget melihat menantunya yang tiba-tiba saja meninju orang itu.
"Ma, Pa, dia tadi kurang ajar pada istriku. Dia sudah berani mencium dan memanggil istriku dengan panggilan sayang," ucap Kevin yang membuat laki-laki itu tersenyum sambil menyentuh sudut bibirnya yang sedikit mengeluarkan darah.
"Hei tenanglah, Bro aku tidak suka pada istri orang," ucap orang itu.
"Tapi kalau kau mau memberikannya padaku juga tak masalah," sambung orang itu yang membuat Bu Amrah dan Pak Dana menggeleng melihat kelakuan orang itu. Sedangkan Kevin semakin tersulut emosi. Kevin mengeratkan kepalan tangannya dan ingin melayangkan lagi tinjuannya tapi ia hentikan ketikan mendengar ucapan ibu mertuanya.
"Hei, berhentilah menggoda suami adikmu!" tegur Bu Amrah sembari menjitak kepala orang itu.
__ADS_1
"Au.. sakit, Ma. Habisnya mukanya lucu kalau lagi cemburu gitu," ucap orang itu meledek Kevin sembari mengusap-usap kepalanya yang tadi dijitak.
"Adik?" tanya Kevin bingung.
"Iya, Nak. Dia adalah Kendrick Zeroun, kakak sepupu Ais," ucap Pak Dana yang menjawab kebingungan menantunya.
"Iya, Nak. Ken sama Ais memang sangat dekat seperti saudara kandung," tambah Bu Amrah.
Ken berjalan mendekati Kevin lalu mengulurkan tangannya pada Kevin dan berkata, "Ck ternyata kau suami yang sangat pecemburu. Kenalin, gue Ken kakak Puput, bukan calon pebinor."
"Kevin," singkat Kevin menyambut uluran tangan Ken.
"Untuk?" tanya Kevin tidak mengerti dengan maksud Ken.
"Ck ternyata selain kau pria pecemburu, ternyata kau juga pria yang lalod. Ni bibir gue berdarah gara-gara lo," ucap Ken sembari menunjuk sudut bibirnya.
"Ck siapa suruh cium-cium bini orang, oh ya bagaimana lo bisa masuk?"
__ADS_1
"Ck jelas saja gue bisa masuk, anak buah lo bodoh semua," jawab Ken enteng.
Jelas saja menyelusup adalah hal yang mudah bagi seorang Kendrick Zeroun, bagaimana tidak sebab selain sebagai pengusaha dia juga merupakan seorang bos mafia yang cukup disegani oleh dunia namun tak banyak yang mengenali wajahnya karena dia selalu menyembunyikan identitasnya setiap melakukan aksi.
Puput dan Ken memang sudah lama tidak bertemu sebab kejadian di masa lampau yang membuat Ken bertekad untuk menjadi orang kuat, agar bisa melindungi adik kesayangannya itu.
Mama Ken adalah adik angkat dari Pak Dana namun karena keserakahannya ia dan suaminya tega menculik Puput yang saat itu masih berusia 10 tahun sebagai umpan agar Pak Dana menyerahkan seluruh hartanya kepada ia dan suaminya. Namun pas polisi beserta anak buah Pak Dana sudah mengepung tempat penyekapan Puput, kedua orang tua Ken lebih memilih bunuh diri daripada dipenjara.
Pada saat itu Ken merasa sangat bersalah pada keluarga pamannya terutama pada adik kecilnya yang selalu dipanggilnya princess dan selalu memanggilnya prince. Dan setelah kejadian itu Pak Dana dan Bu Amrah tak menyalahkan Ken, mereka tetap menganggap Ken sebagai anak kandungnya sendiri. Bahkan saat Ken meminta untuk melanjutkan studynya keluar negeri, mereka sangat mendukungnya dan membiayai segala kebutuhan Ken.
Sejak di negara P, Ken selalu belajar bela diri dan mengembangkan bisnisnya sendiri sampai akhirnya ia membentuk sebuah geng mafia besar dan juga bisnisnya yang juga sudah mendunia.
Selama ini Ken selalu takut untuk bertemu dengan adik kecilnya itu, walaupun Puput sangat ingin bertemu dengannya tapi ia selalu menghindar karena tidak sanggup menemui adiknya setelah apa yang dilakukan kedua orang tuanya. Sampai akhirnya ia sudah tidak tahan untuk tidak menemui princess kecilnya yang sudah terbaring koma selama berminggu-minggu, jadi ia memutuskan untuk menemui Puput.
(Kendrick Zeroun nih gaes π€)
__ADS_1
πΈπΈπΈ
jangan lupa LIKE, KOMEN, dan VOTE π€ππ