
"Berhenti berteriak padanya, Nona !" suara tegas dan penuh penekanan itu tiba-tiba terdengar dari arah pintu.
Terlihat seorang lelaki tampan yang berjalan masuk menatap Fani dengan begitu tajam, terlihat aura kemarahan dari sorot matanya, tatapan yang sangat ditakuti oleh orang-orang yang melihatnya tak terkecuali Fani yang sekarang badannya sudah gemetar, keringat dingin sudah membanjiri telapak tangan dan wajahnya.
Fani sangat kenal dengan orang itu makanya sekarang dia begitu ketakutan sekaligus bingung, ada hubungan apa antara Puput dan Kevin Anggara Beall yang notabennya seorang pengusaha terkenal dan sangat ditakuti dalam dunia bisnis.
Kevin memang sengaja datang ke kafe istrinya untuk melepas rindu sekaligus makan bersama, tetapi ia dikejutkan dengan peristiwa itu. Dia memang sudah sedari tadi di luar, bahkan ia mendengar semua percakapan mereka mulai dari awal, dan ia begitu geram dengan gadis yang menyebut istrinya itu sebagai sahabat.
"Tu....an," gugup Fani.
Kevin sesaat mengabaikan keberadaan Fani, ia berjalan mendekati istrinya lalu menghapus air mata Puput dengan begitu lembutnya, ia paling tidak bisa melihat istrinya menangis, ia telah berjanji akan menghancurkan siapa pun yang berani membuat istrinya mengeluarkan mutiara beningnya.
"Jangan pernah keluarkan air matamu ini, Sayang," ucap Kevin dengan sangat lembut.
__ADS_1
deg
Fani begitu kaget mendengar itu.
"Put ?" Fani memberanikan diri bertanya pada Puput dengan suara pelan.
"Dialah alasanku, Fa. Alasan mengapa gue tidak bisa menerima Eza adalah karena gue sudah menikah dan dia adalah suamiku," perkataan Puput membuat Fani begitu kaget.
"Kami menikah sehari setelah final test, kami menyembunyikan pernikahan kami karena alasan tertentu. Dan gue juga punya rahasia yang selama ini gue sembunyikan dari orang-orang, termasuk lo dan Eza. Nama asli gue adalah Aisyah Putri Wardhana," ucap Puput terjeda lalu menatap Fani, ia ingin melihat reaksi Fani.
"Ja..di," ucapnya kaget.
"Iya, Fa. sebenarnya selama ini gue udah mau jujur sama lo dan Eza tapi keburuan dengan kejadian ini, gue akui gue salah karena tidak jujur dalam persahabatan kita untuk itu gue minta maaf. Dan ya mengenai ucapan lo yang bilang gue matre itu gue sangat kecewa, Fa. Ternyata persahabatan kita yang terjalin bertahun-tahun tak membuat lo memahami gue dengan baik. Apa selama pertemanan kita lo pernah liat gue gait laki-laki ? Jangankan gait, apa pernah lo liat gue dekat dengan laki-laki selain Eza, Fa ? Gue ga nyangka kalo pemikiran lo sedangkal itu," ucap Puput yang mengeluarkan isi hatinya.
__ADS_1
"Gue tau lo sayang sama Eza, Fa tapi setidaknya lo denger dulu alasan gue, Fa. Jangan asal ambil kesimpulan sendiri," lanjutnya.
Fani membisu mendengar ucapan Puput, ia akui ia memang salah, yang langsung menjudge Puput tanpa mendengar penjelasannya terlebih dahulu, ia langsung mengambil kesimpulan dengan mendengar permasalahan dari sebelah pihak tanpa menyelidiki terlebih dahulu apa dan kenapa itu bisa terjadi.
"Sekarang anda keluar dari ruangan istri saya, dan jangan pernah menampakkan wajah anda di depan istri saya lagi," suara bariton itu yang membuyarkan kebisuan Fani. Ia berjalan keluar dengan gontai.
"Dan yah, jangan pernah menyebut istri saya dengan kata sahabat karena istri saya tidak mempunyai sahabat yang sekeji anda !" lanjut Kevin.
"Sayang," lirih Puput memegang lengan suaminya.
"Dia memang pantas mendapatkan itu, Sayang. Kamu tidak pantas bersahabat dengan orang yang seperti itu," ucap Kevin membelai wajah Puput, Puput langsung memeluknya dengan begitu erat.
πΈπΈπΈ
__ADS_1
jangan lupa LIKE, KOMEN, dan VOTE π€