LOVE STRUGGLE (PERJUANGAN CINTA)

LOVE STRUGGLE (PERJUANGAN CINTA)
Cemburu


__ADS_3

Setelah keluar dari kafe, Fani berjalan ke mobilnya, di sana dia menangis merutuki kebodohannya yang kini menghancurkan persahabatannya.


"Hiks.. bodoh banget sih gue, gue emang keji, ga pantas disebut sahabat hikss..." lirihnya di sela tangisnya.


"Gue minta maaf, Put hikss.. bukan lo yang egois, tapi gue, Put... gue hikss .... Sebenarnya gue iri sama lo, Put orang yang gue perjuangin selama ini malah memperjuangkan lo hikss, dan sekarang dia hancur karena lo tolak, Put hikss."


"Maafin gue, Put tadi gue kebawa emosi. Sekarang gue tau kebenarannya dan gue benar-benar menyesal telah berkata seperti itu, Put. Gue emang ga pantas untuk disebut sahabat. Gue janji, Put gue ga akan lagi muncul di depan lo, selain karena itu permintaan suami lo, itu juga karena gue malu sama lo, Put sangat malu 😒😒"


"Sekarang gue harus temuin Eza, gue harus bantuin dia untuk bangkit, jangan sampai dia melakukan hal yang tidak-tidak," ucap Fani lalu menghapus air matanya dan melajukan mobilnya ke apartement Eza.


Sesampainya di apartemen, Fani langsung memasukkan password apartemennya, karena apartemen Eza berpassword tanggal ulang tahun Puput.


Fani menuju ke kamar Eza, ketika membuka pintu ia begitu syok melihat sahabat sekaligus laki-laki yang di cintainya itu tergeletak tak sadarkan diri di lantai.


"Ezaaaaaa," teriak Fani lalu memapah Eza ke atas kasur.


"Ya Allah kamu demam, Za," lirihnya dan segera ke dapur untuk mengambil baskom dan air panas serta handuk kecil untuk mengompres Eza.


Fani meneteskan air matanya melihat keadaan Eza.


"Kasian banget kamu, Za kenapa sih kamu ga pernah sedikit pun melirik aku, kenapa selalu Puput dan Puput," ucapnya dalam tangisnya sambil terus mengompres Eza.


Hari sudah berganti menjadi malam tapi Eza belum juga membuka matanya, di sampingnya ada Fani yang terus mengompresnya sampai ia ketiduran. Ia tidur sambil duduk bersandar di headboard ranjang.


🌸🌸🌸

__ADS_1


Di tempat lain Kevin baru saja masuk ke kamarnya setelah berdiskusi dengan Wira, dilihatnya Puput sedang melamun sambil bersandar di headboard ranjang.


"Sayang," panggilnya namun tak membuyarkan lamunan Puput.


"Sayang," panggilnya lagi dan duduk di samping istrinya.


"Eh iya, Yank," jawab Puput setelah sadar dari lamunannya.


"Kamu kenapa hmm ?" tanya Kevin seraya memegang kedua tangan istrinya.


"Aku gapapa, Yang," jawabnya dengan memaksakan senyumnya.


"Sayang heii, jujur sama aku, aku tau pikiranmu lagi terganggu."


"Sayang kita ini suami istri, kita harus terbuka satu sama lain, kalau ada masalah kita selesaikan bersama, Yang," ucap Kevin lembut.


"Oh jadi kamu merasa bersalah nolak cintanya dia, dan kamu mikirin ucapan cewe itu untuk mempertimbangkan perasaannya, gitu ?" ucap Kevin dengan nada yang sedikit meninggi dan ketus.


"Ga gitu, Yang. Kok kamu mikirnya gitu sih," ucap Puput bingung dengan perubahan suaminya itu.


Kevin tak menghiraukan Puput, ia segera berbaring membelakangi Puput dan memejamkan matanya.


"Sayang, hei," panggil Puput namun tak membuat Kevin bergeming.


Puput bingung dengan sikap suaminya yang tiba-tiba berubah itu, namun sesaat kemudian dia tersenyum.

__ADS_1


"Sayang," ucap Puput manja sambil memeluk Kevin dari belakang, tapi itu tak membuat Kevin luluh.


Puput pun tak kehabisan akal, ia bangkit dari tidurnya dan berjalan memutari ranjangnya lalu berbaring di ruang kosong yang ada di hadapan Kevin. Kevin ingin memutar tubuhnya tapi Puput lebih dulu memeluknya dengan erat dan mengec*p bibirnya dengan lembut dan itu berhasil membuat Kevin membuka matanya.


"Sayang dengarkan aku, apa yang kamu bilang tadi itu semuanya tidak benar, aku tak pernah menyesal menolak cintanya dan aku tidak sedang mempertimbangkan perasaannya dan tidak akan pernah melakukannya," jelas Puput menatap mata Kevin dengan serius.


Kevin tak menanggapi, ia mengalihkan wajahnya dan menatap ke arah lain, tapi ia tidak melepaskan pelukan Puput dan tidak berusaha untuk melepasnya, hal itu yang membuat Puput lagi-lagi tersenyum.


"Sayang sebelum kamu datang, aku tak pernah memikirkan laki-laki mana pun, aku kosongkan hatiku, Yang. Dan sekarang kamu telah mengisinya sepenuhnya, jadi tidak ada ruang lagi untuk laki-laki mana pun," ucap Puput lembut setelah memegang wajah Kevin dan mengalihkan padanya agar suaminya itu menatapnya.


Kevin ingin sekali tersenyum tapi ditahannya.


"Senyum aja kali, Yank. Ga usah ditahan-tahan gitu," godanya lagi.


"Oh yah tadi itu apa suamiku ini sedang cemburu ?" goda Puput lagi pada Kevin yang sekarang wajahnya sudah memerah.


Kevin tak menjawab godaan istrinya itu, ia langsung menyerang bibir Puput dengan sedikit kasar.


"Apa salah aku cemburu kepada istriku sendiri ?" tanya Kevin setelah mengakhiri serangannya.


"Ga salah, aku senang malah dicemburui sama suamiku yang dingin dan tampan ini" ucap Puput lalu tersenyum.


"Jangan pernah menyebut apalagi memikirkan laki-laki lain, Sayang, kamu itu milikku dan aku tidak mau berbagi apa yang sudah menjadi milikku dengan orang lain," ucapnya posesif.


"Iya, Sayang," jawab Puput lalu memeluk suaminya itu lalu terjadilah apa yang seharusnya terjadi diantara pasangan suami istri.

__ADS_1


🌸🌸🌸


__ADS_2