
1 jam 10 menit pun berlalu, itu artinya 1 pelajaran Puput telah selesai. Sambil menunggu dosen untuk mata kuliah selanjutnya, Puput mengambil ponselnya dari dalam tasnya. Dilihatnya ada notif dari suaminya.
Puput membuka notif dari suaminya, ia tersenyum membaca pesan tersebut.
K β€οΈ π€
"Hehehe, kek apaan aja, Yank π
Ini aku lagi nunggu dosen untuk MK selanjutnya.
Semangat juga kerjanya, Yank. Ingat kamu udah punya aku !
Virtual kiss bye for u ππβ€οΈ"
Puput membalas pesan tersebut kepada suami posesifnya itu.
Puput selalu senang jika mendapatkan perhatian dari suaminya itu. Jujur saja ia sudah mencintai suaminya itu sejak lama, tapi ia belum menyadarinya.
Dosen yang mengajar pun sudah masuk, Puput segera mematikan ponselnya dan menyimpannya kembali di tasnya.
Ia menyimak materi yang disampaikan dengan serius. Sedangkan di tempat yang tak jauh dari Puput, terdapat dua pasang mata yang sejak tadi memperhatikan Puput. Mereka menatap Puput dengan arti yang berbeda, ada yang menatap sendu dan ada pula yang menatap dengan penuh rasa bersalah.
πΈπΈπΈ
Setelah pelajaran selesai, Puput segera bangkit dari duduknya, ia berniat untuk pergi ke kantin, mengisi perutnya yang terasa lapar. Tapi langkahnya itu terhenti saat seseorang memanggilnya.
"Put...." panggil orang itu dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
Puput membalikkan badannya dan berkata, "Ada apa ?"
Sejujurnya Puput masih kecewa dengan orang itu.
" Put, izinin gue bicara bentar, setelah itu terserah lo," ucapnya lagi, Puput hanya diam mendengarnya.
"Gue minta maaf, Put. Gue tahu, gue salah udah nuduh lo yang enggak-enggak. Gue tahu lo pasti kecewa sama gue, Put. Kita udah bersahabat lama tapi gue belum bisa memahami lo, maafin gue, Put. Maafin kata-kata gue," ucapnya dengan berurai air mata.
Puput masih tak bergeming, ia hanya memasang wajah datarnya, melihat orang di depannya itu.
"Ya udah, Gue pamit, Put," ucapnya lalu melangkah pergi.
Baru beberapa langkah, ia sudah berhenti karena tangannya dipegang seseorang. Kemudian dia berbalik, menatap heran dengan orang yang memegang tangannya itu.
"Lo mau pergi begitu aja ? Lo ga mau peluk gue ?" tanya Puput masih dengan ekspresi datarnya.
__ADS_1
Orang itu mematung sesaat, lalu berhambur ke pelukan Puput dan tangisnya semakin pecah.
"Maafin gue, Put. hiks," ucapnya lagi lalu memperat pelukannya.
"Iya gue maafin, gue juga minta maaf karena udah nyembunyiin jati diri gue dari lo dan Eza, Fa," ucap Puput sambil membalas pelukan Fani.
Yah orang yang meminta maaf itu adalah Fani, ia merasa sangat bersalah kepada Puput setelah apa yang diperbuatnya beberapa hari yang lalu.
"Makasih ya, Put. Iya gapapa ko, gue paham," ucap Fani lalu tersenyum setelah melepas pelukannya.
"Udah, apus air mata lo, jelek tau ga muka lo," ucap Puput yang mulai menggoda Fani.
"Jahat banget sih," ucap Fani lalu menghapus air matanya.
"Udah adegan melownya ? Gue dari tadi laper tau gak," ucap seseorang yang sedari tadi memperhatikan mereka.
"Hahaha ayo kita ke kantin," ucap Puput lalu menggandeng tangan Fani.
Fani dan Eza tersenyum karena setelah drama pertemanan mereka itu, mereka bisa kembali seperti semula. Mereka berdoa, semoga persahabatan mereka itu tetap langgeng.
πΈπΈπΈ
"Lo berdua mau makan apa, biar gue yang mesen," ucap Eza setelah mereka memasuki kantin.
"Gue roti gulung ama milo pake cincau, esnya dikit yah Za," ucap Puput.
"Oke, kalian cari meja yah," ucap Eza lalu pergi memesan makanan.
Beberapa saat setelah duduk, Eza pun datang dengan membawa talenan yang berisi makanan dan minuman pesanan mereka.
"Nih punya kalian," ucap Eza sambil memberikan makanan dan minuman yang mereka pesan.
"Thanks, Za," ucap keduanya kompak.
"Udah makan sana," ucap Eza. Ia berusaha menekan perasaannya, ia ingin bersahabat seperti sebelumnya. Ia tidak ingin kehilangan Puput sebagai sahabatnya.
Dertt... dertt... dertt
Ponsel Puput bergetar, dilihatnya notif dari Kevin.
K β€οΈπ₯
"Udah selesai belum, Yank ?"
__ADS_1
K β€οΈπ€
"Udah, Yank."
K β€οΈπ₯
"Kok gak nelfon ?"
K β€οΈπ€
"Ya maaf, aku lupa, Yank. Ini aku lagi di kantin."
πΆπΆπΆ
Put your hand in mine
You know that I want to be with you all the time
You know that I won't stop until I make you mine
You know that I won't stop until I make you mine
Until I make you mine
πΆπΆπΆ
Tak lama setelah berkabar pesan, ponsel Puput berbunyi, dan siapa lagi yang menelfon kalau bukan si suami posesifnya.
"Siapa, Put ?" tanya Fani.
"Laki gue," jawab Puput.
"Halo, Yank," sapa Puput setelah mengangkat telfonnya.
"Yank, VC. Boleh ?" tanya Kevin.
Jujur saja Kevin ingin video call karena ingin mengetahui istrinya itu bersama siapa, apa ada laki-laki yang berani mengganggu istrinya, dan yang paling ia takuti adalah apabila Puput bersama Eza, ia takut jika Puput akan kepincut dengan Eza.
Jika D*lan mengatakan bahwa cemburu itu hanya untuk orang yang tidak percaya diri, maka ia sedang tidak percaya diri sekarang.
Kevin takut, istri cantiknya akan kepincut dengan laki-laki lain, apalagi perbedaan usia mereka yang cukup jauh, membuat tingkat kepercayaan dirinya sangat berkurang.
πΈπΈπΈ
__ADS_1
jangan lupa LIKE, KOMEN, dan VOTE π€
Karena dukungan kalian sangat membantu author π€π€ππ