LOVE STRUGGLE (PERJUANGAN CINTA)

LOVE STRUGGLE (PERJUANGAN CINTA)
Kau Pikir Kau Lebih Jago Dariku?


__ADS_3

Di saat Kevin sedang berbicara pada istrinya, ya walaupun tanpa respon dari Puput tapi Kevin terus mengajak istrinya itu untuk berbicara, mengatakan kata-kata cinta dan kenangan mereka.


Tiba-tiba ponsel Kevin berdering, dilihatnya panggilan dari Wira, ia segera mengangkatnya.


"Halo, Wir," sapa Kevin.


"Vin, gue udah dapat orang yang menabrak Puput dan sekarang dia berada di markas," ucap Wira


"Lo cari tahu semua tentang dia, termasuk keluarganya."


"Oke, Vin."


"Gue akan segera ke sana, tunggu mertua gue datang dulu karena gue ga mau ninggalin Puput sendirian," ucap Kevin.


"Iya, Vin. Lo nanti tetap hati-hati yah dan gue udah kirim anak buah kita untuk menjaga Puput dari jauh, gue juga udah masang kamera-kamera tersembunyi dan juga penyadap suara di sekitar ruangan Puput," jelas Wira.


"Makasih ya, Bro," ucap Kevin salut kepada sahabatnya itu yang sangat peduli padanya dan juga keluarganya.


"It's ok, Bro."


Ceklek


Beberapa detik setelah panggilan berakhir, pintu ruangan Puput terbuka dan terlihatlah Pak Dana dan Bu Amrah.


"Assalamualaikum," salam keduanya.


"Waalaikum salam," jawab Kevin.


"Ada apa, Nak?" tanya Pak Dana karena melihat menantunya sedikit gusar.


"Begini, Ma, Pa orang yang menabrak Puput sudah tertangkap dan sedang berada di markas, dan kebetulan kalian sudah di sini karena saya mau menemui orang itu," jelas Kevin.

__ADS_1


"Pergilah, Nak," ucap Pak Dana.


"Vin, jangan gunakan emosimu ya, Nak. Jangan sampai berbuat yang melewati batas, mama ga mau menantu mama kenapa-napa, Sayang," ucap Bu Amrah menasehati menantunya karena ia tau menantunya itu sangat emosian dan ia takut jangan sampai menantunya itu membunuh orang karena terlalu emosi.


"Mama tenang aja, sekejam apapun aku tapi aku ga pernah membunuh orang secara langsung kok, Ma," jelas Kevin untuk menenangkan ibu mertuanya.


"Tapi Kevin ga bisa memaafkan dia, Ma karena dia udah berani membuat istriku seperti ini, dan juga...." ucap Kevin menggantung kalimatnya dan air matanya pun jatuh tanpa dipinta.


"Iya, Sayang. Mama ngerti, kamu yang sabar ya, Nak dan tetap doakan istrimu," ucap Bu Amrah yang mengerti perasaan menantunya.


"Itu pasti, Ma. Kalau begitu Kevin pamit ya, Ma, Pa," pamit Kevin mencium punggung tangan kedua mertuanya.


Ya walaupun Kevin seorang pengusaha no.1 dan juga terkenal dingin dan kejam tapi ia tidak pernah lupa untuk menghormati orang tuanya, dan setelah ia menikah, dia juga sudah menganggap kedua mertuanya sebagai orang tua kandungnya sendiri.


"Hati-hati, Nak," ucap Pak Dana.


"Iya, Pa. Assalamualaikum," pamit Kevin dan berlalu keluar.


"Waalaikumsalam," jawab keduanya.


🌸🌸🌸


"Di mana dia ?" tanya Kevin setelah sampai di depan Wira.


"Di ruang bawah tanah, Bos," ucap Wira yang kembali memanggil Kevin dengan panggilan bos di depan anak buah mereka.


Kevin dan Wira pun berjalan ke ruang bawah tanah untuk menemui pelaku penabrakan itu.


Ceklek


Kevin membuka pintu ruangan dan terlihatlah seorang pria yang sedang duduk terikat di kursi dengan keadaan yang sudah babak belur.

__ADS_1


Pria itu mendongak, dan tersenyum sinis saat melihat Kevin.


"Cepat katakan siapa yang menyuruhmu menabrak istriku?" tanya Kevin dan dengan santai dan duduk di kursi yang sudah disediakan untuknya dengan menyilangkan kakinya dan tangan yang dilipat di dada. Kini mereka sedang duduk berhadapan.


"Cih, aku tidak akan mengatakannya," ucap orang itu yang masih kukuh untuk tak mengatakan siapa orang yang telah menyewanya.


Orang itu memang sudah terkenal sebagai pembunuh bayaran dan sudah sering keluar masuk penjara, dan dia juga terkenal selalu setia pada orang yang telah menyewanya. Tapi bukan Kevin namanya jika tidak tau kelemahan pria di depannya itu.


"Kau serius masih tidak mau mengatakannya?" tanya Kevin lagi dengan santainya.


"Tidak, dan tidak akan pernah," ucapnya lagi dengan angkuhnya meski sudah dalam keaadaan yang seperti itu, ya kesetiaan orang ini memang patut diacungi jempol tapi sayangnya dia setia pada orang yang salah.


"Baiklah," ucap Kevin yang membuat orang itu sedikit bingung, mengapa orang yang di depannya ini begitu santai dan tak memaksanya.


Kevin kemudian menekan sebuah tombol pada remot kecil yang dipegangnya dan terlihatlah foto seseorang yang membuat wajah orang itu yang semula angkuh menjadi pucat pasih.


"Wir, perintahkan anak buah kita untuk melakukan hal yang sama yang seperti dilakukan pria ini kepada istriku!"


"Siap, Bos."


Orang itu semakin pucat, keringat dingin sudah membanjiri sekujur tubuhnya.


"Ja...ngan," ucap orang itu dengan gemetar dan hal itu membuat Kevin dan Wira tersenyum penuh kemenangan.


"Kau pikir kau lebih jago dariku ha? Cih jangan harap bod*h. Aku tak akan menjadi seperti ini jika orang sepertimu saja tak bisa kuhadapi, ckk," gumam Kevin dalam hati dan terus memandang orang di depannya itu dengan senyum smirknya.



(Udah sangar belum ekspresinya si Bos Kevin ?) 😁


🌸🌸🌸

__ADS_1


Aku mau ucapin SELAMAT TAHUN BARU 1 MUHARRAM 1442 H πŸ™πŸ™


Jangan lupa LIKE, KOMEN, dan VOTE πŸ€—πŸ™πŸ™


__ADS_2