
Keesokan harinya Kevin dan Wira mengantar Puput ke rumah orang tuanya.
"Sayang kamu ga mampir dulu ?" tanya Puput setelah mobil mereka berhenti tepat di depan pintu mansionnya.
"Ga, Sayang, aku buru-buru ada rapat penting, nanti sepulang kerja aja ya, Sayang," ucap Kevin sambil membelai rambut Puput dengan sayang.
"Iya deh, Sayang," ucap Puput lalu mencium punggung tangan Kevin dan dibalas dengan kecupan sayang oleh Kevin di keningnya.
"Hati-hati, Sayang dan jangan nakal," bisik Puput di telinga Kevin dan memberi kecupan singkat di pipi suaminya itu lalu segera keluar dari mobil. Kevin hanya tersenyum dengan kelakuan istrinya itu.
Puput menekan bel rumahnya, dan tak lama pintu pun dibuka oleh bibi.
"Assalamualaikum, Bi."
"Waalaikumsalam, Non. Non udah pulang dari bulan madu ?" tanya bibi.
"Iya, Bi dan ini untuk, Bibi dan yang lain, tolong dibagikan yah, Bi," ucap Puput sambil memberikan beberapa paper bag.
"Terima kasih, Non," ucap bibi gembira.
"Mama mana, Bi ?"
"Nyonya ada di kamarnya, Non."
"Oh iya, Bi aku ke kamar mama dulu ya, Bi."
"Iya, Non."
Setelah Puput sudah sampai di depan kamar mamanya ia pun mengetuk pintunya.
tok...tok...tok
"Loh, Sayang," ucap bu Amrah kaget melihat kedatangan putrinya.
__ADS_1
"Iya, Mah. Ais kangen, Mama," ucap Puput memeluk mamanya.
"Kamu kapan datang, Sayang, suami kamu mana ? Mama juga kangen kamu, Sayang."
"Ais datang kemarin, Mah. Kak Kevin lagi ke kantor mah tadi buru-buru makanya ga sempat mampir, oh iya ini untuk, Mama dan Papa," ucap Puput lalu memberikan 2 paper bag untuk kedua orang tuanya.
"Terima kasih yah, Sayang."
"Iya, Mah."
"Oh iya, Sayang mama mau tanya sesuatu, boleh ?" tanya Bu Amrah setelah mereka berdua duduk di sofa kamar Bu Amrah dan Pak Dana.
"Bolehlah, Mah, mama mau nanya apa ?" ucap Puput menatap mamanya.
"Apa kamu bahagia dengan pernikahanmu, Sayang ? Apa Kevin memperlakukanmu dengan baik ?" tanya Bu Amrah, ya walaupun Kevin adalah putra dari sahabatnya tapi yang namanya orang tua pasti ada rasa khawatirnya terhadap anak mereka, apalagi Puput adalah anak mereka satu-satunya.
"Alhamdulillah, Mah. Ais bahagia kok dengan Kak Kevin, dia memperlakukan Ais dengan baik, dengan sangat baik, Mah. Ais malah berterima kasih sama, Mama, Papa, Mami, Papi karena berkat kalian kami bisa bersama, dan Puput sangat sangat bahagia bisa menikah dengan Kak Kevin, Mah," ucap Puput dengan senyum manis dan menenangkannya di akhir kalimatnya.
"Alhamdulillah, Sayang, mama dan papa ikut bahagia mendengarnya," ucap bu Amrah lalu kembali memeluk putrinya.
πΈπΈπΈ
Saat ini Puput sudah berada di kamarnya untuk menunggu suami dan papanya.
"Masya Allah, kamarku masih seperti dulu, ah rindu sekali aku sama kalian," ucap Puput lalu melemparkan dirinya di atas kasur king size nya dan memeluk guling kesayangannya itu.
Ia melihat hp nya, ternyata ada beberapa notif yang masuk, notif pertama yang dibukanya adalah pesan dari suami tercintanya itu.
K β€οΈ π₯
"Miss u sayang π"
Puput tersenyum membaca pesan dari suaminya.
__ADS_1
My β€οΈ π€
"Baru beberapa jam sayang π€" balasnya.
K β€οΈ π₯
"I'll always miss u anywhere and anytime babe πππ"
"What are u doing babe ? π§"
Puput kembali tersenyum melihat pesan berturut-turut dari suaminya itu.
My β€οΈ π€
"**Gombal π€ͺ"
"Waiting for my hubby π€«π₯°*"
K β€οΈ π₯
"Oh God I'm gonna back now πππ"
My β€οΈ π€
"*Hahaha semangat kerjanya sayang, biar cepat beres dan cepat pulang. Ingat jangan nakal, ingat istri !
Love u by ππ€*"
K β€οΈ π₯
"*Siap istriku sayang π₯°
Love u more honey πππ€**"
__ADS_1
Setelah selesai berbalas pesan dengan suaminya, Puput pun menscroll layar ponselnya dan perhatiannya terfokus pada pesan dari 1 nama yang membuatnya mengerutkan keningnya.
πΈπΈπΈ