LOVE STRUGGLE (PERJUANGAN CINTA)

LOVE STRUGGLE (PERJUANGAN CINTA)
Sayang


__ADS_3

Tepat pukul 10:00 kedua pengantin baru itu masih terlelap dalam mimpi indahnya. Kalau biasanya mereka bangun pagi-pagi untuk bersiap sarapan dan memulai acara jalan-jalan mereka, maka berbeda dengan pagi ini, mereka masih terlelap dengan saling berpelukan, mungkin karena lelah akibat olahraga mereka tadi seusai sholat subuh.


Beberapa saat kemudian Kevin mulai bangun, setelah membuka matanya pemandangan pertama yang ia lihat adalah wanita cantik yang telah membuat jantungnya berdisko setiap saat.


Kevin menatap wajah cantik itu dengan penuh cinta sampai akhirnya pandangannya terhenti pada bibir merah alami yang telah menjadi candunya itu, didekatinya bibir itu dan dengan perlahan bibirnya mendarat dengan sempurna di bibir istrinya, diciumnya bibir itu dengan penuh sayang. Ia tak sadar aksinya itu membangunkan Puput.


"Hmmm," gumamnya tanpa membuka matanya.


"Good morning, Honey," ucap Kevin dengan senyum manisnya.


"Morning, Kak," balas Puput.


"Kok kak sih ?"


"Maksudnya ?"


"Kok manggilnya kak sih, aku kan suamimu, Sayang."


"Kan biasanya juga gitu."


"Sekarang aku ga mau dipanggil itu, aku bukan kakak kamu dan kamu bukan adik aku."


"Terus apa dong ?"


"Terserah kamu."


"Mas aja gimana ?"


"Ga boleh, aku bukan mas-mas tukang bakso."


"Emang siapa yang bilang kamu itu mas-mas tukang bakso ?"


"Habis kamu panggilnya mas," ucapnya dengan wajah yang cemberut.


"Ya bukan mas tukang bakso juga kan, kan maksud aku tuh mas tampan, mas suami, mas sayang," cerocos Puput dan langsung menutup mulutnya.


"Apa tadi ? Kamu bilang apa tadi ?" antusias Kevin.


"Mas tampan ?"

__ADS_1


"Bukan yang terakhir"


"Mas suami ?"


"Bukan itu, yang terakhir."


"Ga ada, kamu salah denger kali."


"Kamu yah, mulai nakal ya kamu, ayo ah pake yang terakhir aja, aku suka, suka banget malahan."


"Mas suami ?"


"Bukan, Sayang, panggil sayang aja, jangan kak apalagi mas ok !"


"Terserah deh."


"Coba dong panggil aku!"


"Sa....yang," ucapnya malu-malu.


"Aduhh gemesnya istriku ini," ucap Kevin lalu mencium pipi Puput.


"Mandi bareng yuk."


"Ga sendiri-sendiri aja."


Tanpa babibu Kevin langsung bangun dan menggendong istrinya itu.


"Sayangggg," pekik Puput.


"Apa, Sayang ? Ga usah malu aku udah tau semuanya,"


Mereka pun mandi bersama, mandi yang seharusnya tidak begitu lama, namun sampai 1 jam, ya apalagi yang dilakukan oleh pasangan yang sedang hangat-hangatnya, apalagi mereka memang sudah halal.


🌸🌸🌸


Selesai mandi mereka langsung sarapan sekaligus makan siang karena Kevin memang sudah menyuruh orang hotel untuk mengantarkan berbagai makanan ke kamarnya, hari ini ia ingin menghabiskan waktu bersama istrinya hanya di dalam kamarnya.


Selesai mandi, ponsel Puput tiba-tiba berdering, Kevin langsung mengambilkan ponsel istrinya di atas nakas dan melihat siapa yang menghubungi istrinya itu.

__ADS_1


"Siapa, Sayang ?" tanya Puput.


"Eza, siapa dia ?"


"Oh sahabatku."


"Ngapain dia nelfon kamu ?" tanyanya dengan nada yang sudah tak bersahabat.


"Ya aku juga ga tau, Sayang.Aku angkat yah ?"


"Hm, speaker !" titahnya dan langsung memeluk Puput dengan posesif.


"Assalamualaikum, Za. Ada apa yah ?" ucapnya setelah menggeser tombol hijau dan menekan tombol speaker.


"Waalaikumsalam, Put. G apa-apa sih, kamu lagi di mana, Put kok selama libur kamu ga pernah ada kabar, kamu baik-baik aja kan, Put ?" tanya Eza di seberang sana dan berhasil membuat Kevin yang di sebelah Puput mencebikkan bibirnya.


Ya memang Puput melangsungkan pernikahannya sehari setelah Final test, jadi ia bisa menikmati liburannya dengan berbulan madu bersama laki-laki yang kini menjadi imamnya itu.


Sebelum menjawab pertanyaan Eza, Puput terlebih dahulu menengok ke arah suaminya, ia tersenyum melihat ekspresi suaminya yang seperti anak kecil yang tidak ingin berbagi sesuatu yang dimilikinya sama orang lain, tanpa aba-aba ia langsung mengecup bibir manyun itu secepat kilat dan hal itu berhasil membuat sang empunya kaget dan langsung tersenyum.


"Halo, Put. Kamu ga apa-apa kan ?" tanya Eza lagi karena lama tak mendapat respon dari seseorang di seberangnya.


"Eh iya, Za, aku ga apa-apa kok, aku lagi ke luar kota, ada acara keluarga, udah dulu ya, Za aku mau bantu-bantu keluargaku dulu."


"Oh iya, Put, aku bersyukur kamu baik-baik aja."


"Kenapa hemm ?" tanya Puput menatap suaminya setelah menutup panggilannya.


"Aku ga suka kamu ditelfon atau dekat dengan laki-laki lain," ucapnya mengeluarkan unek-uneknya.


"Kamu cemburu ?"


"Ga siapa yang cemburu," sanggah Kevin lalu berjalan ke kasurnya dan membaringkan tubuhnya.


"Suamiku ini benar-benar ga bisa ditebak, awalnya dingin eh tiba-tiba hangat, manja banget, cemburu tapi gengsi, hehehe cemburu bilang sayang," gumam Puput dalam hati dan senyum-senyum melihat suaminya itu.


🌸🌸🌸


jangan lupa LIKE, KOMEN, dan VOTE πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2