
Puput dan Kevin kini berada di ruang makan di mansion Kevin, mereka telah sampai di negaranya semalam. Di sana mereka hanya tinggal bersama Wira dan para pelayan karena Pak Aldrich dan Bu Siska telah kembali ke negara P dan menetap di sana.
"Loh kalian udah sampai ?" tanya Wira ketika memasuki ruang makan dan dikagetkan dengan keberadaan kedua orang tersebut.
"Iya, kenapa emang ?" tanya Kevin.
"Ga apa apa sih, kaget aja."
"Kami sampai tadi malam, mungkin lo udah ngorok. Hm tapi kalau lo ga keberatan sih gue sama Puput rencana mau nambah liburan," ucap Kevin sengaja ingin menggoda sahabat sekaligus asistennya itu.
"Jangan deh, Vin. Aku kuwalahan banget ga ada lo."
"Hahaha gue bercanda,Bro. Oh iya kalian belum kenalan yah. Sayang kenalin ini Wira sahabat sekaligus partner kerjaku," ucap Kevin memperkenalkan Wira pada Puput.
"Puput," ucap Puput mengulurkan tangannya.
Kevin langsung memegang tangan istrinya yang terulur itu lalu menciumnya. Ia tidak rela istrinya itu menyentuh atau pun disentuh oleh pria lain.
"Ya ampun, Vin. Takut banget lo ama gue. Walaupun gue jomblo begini tapi gue itu jomblo terhormat, Vin. Gue ga suka nikung-nikung," ucap Wira dengan ekspresi datarnya, tak habis pikir dengan sahabat sekaligus bosnya itu.
"Ya kan kebanyakan sekarang itu teman makan teman, Wir," ucap Kevin.
"Ya tapi gue bukan salah satu dari mereka juga kali."
"Udah ah, Sayang, Wir, ayo kita sarapan cacing di perutku udah konser dari tadi nih," ucap Puput memotong obrolan unfaedah kedua sahabat itu.
Tanpa berkata apa pun kedua laki-laki dewasa itu pun menurut seperti anak kecil yang habis dimarahi ibunya.
"Sayang aku sama Wira ke ruang kerja dulu yah," ucap Kevin pada Puput setelah selesai sarapan.
"Iya, Sayang. Aku ke kamar dulu yah mau ngecek beberapa berkas."
__ADS_1
"Iya, Sayang."
Lalu mereka pun berlalu ke tempat tujuan mereka masing-masing, di mana Puput yang berlalu ke kamar dan kedua laki-laki itu berlalu ke ruang kerja.
πΈπΈπΈ
"Gimana keadaan kantor selama aku tinggal, Wir ?" tanya Kevin pada Wira setelah mereka duduk di sofa ruang kerja Kevin.
.
"Sejauh ini sih masih aman-aman aja, Vin dan masalah pembukaan cabang baru di kota B itu perkembangannya sudah 70 persen," jelas Wira.
"Baguslah, dan usahakan agar lebih cepat, Wir. Dan bagaimana masalah si bren*sek itu ?"
"Oke, Vin, nanti gue hubungi orang kita yang di sana, dan masalah dia anak buah kita bilang kalau dia lagi berusaha untuk mencari keberadaan lo, dan anak buahnya hanya tau kalau lo ke luar negeri."
"Ngapain dia nyari info tentang gue ?" bingung Kevin.
"Entahlah, Vin. Sebaiknya kita tetap waspada dan jaga bini lo baik-baik jangan sampai si bren*sek itu tau kalo lo udah nikah dan malah ngebahayain Puput."
"Siap, Vin." jawab Wira
Lalu keduanya pun mengobrol panjang lebar mengenai bisnis mereka.
Sementara Puput di kamar mengecek perkembangan kafenya beserta beberapa berkas perusahaan papanya. Saat tengah serius tiba-tiba ponselnya berbunyi dan dilihatnya panggilan video call dari kedua sahabatnya, buru-buru dia membereskan pekerjaannya lalu menggeser ikon biru di ponselnya lalu terpampanglah wajah kedua sahabatnya.
"Assalamualaikum," sapa Puput.
"Waalaikumsalam," jawab keduanya.
"Wishhh dari mana aja lu Put baru nongol ?" tanya Fani.
__ADS_1
"Gue dari luar kota, ada acara keluarga."
"Asik dong lu sama keluarga lu, sampai lupa ama kita berdua. Chat kita diabaikan, iya ga, Za ?" ucap Fani lalu meminta pembenaran dari Eza.
"Iya, Fa tapi kita juga harus maklumin Puputlah, Fa," jawab Eza.
"Aelah lu, Za tapi iya juga sih. Lo sekarang di mana, Put?" tanya Fani kemudian.
"Lagi di rumah."
"Tapi kok kek beda, lampu di rumah lo kan ga seterang itu ?" ucap Fani yang mulai curiga, karena mereka biasanya vc dan Puput berada di kamarnya.
"Perasaan lo aja kali, Fa. Oh iya selama libur kalian ngapain aja ?" tanya Puput mengalihkan pembicaraan.
"Karena gue asli orang sini, ya gue jalan-jalan aja terus," jawab Fani.
"Kalo gue sih bantu bokap di perusahaan," jawab Eza.
Ketiganya pun larut dalam obrolan ngawur ngidul mereka, dan tanpa Puput sadari Kevin telah berada di sampingnya.
"Astagfirullah," kaget Puput setelah menyadari kehadiran Kevin.
"Lo kenapa Put ?" tanya kedua orang di seberang sana.
"Ah, hehehe gapapa kok, cuma kaget aja," jawab Puput agak gugup.
"Kaget kenapa lo ?" tanya Fani.
"Kepo aja lo, Fan Fan muter, udah lanjutin cerita lo, penasaran gue," ucap Puput kembali mengalihkan pembicaraan.
Puput kembali berbicara dengan kedua sahabatnya itu, dengan tangan yang mulai membelai rambut lebat suaminya yang kini berbaring dipangkuannya, sedangkan Kevin menikmati setiap sentuhan istrinya sembari memainkan hpnya untuk mengecek kembali beberapa email yang masuk.
__ADS_1
πΈπΈπΈ
jangan lupa LIKE, KOMEN dan VOTE ππ