
Hari sudah sore, seorang laki-laki tampan tiba di mansion pak Dana, dia terus berjalan menuju kamar sang istri setelah menyapa kedua mertuanya. Rasanya ia sudah begitu merindukan istri kesayangannya itu.
Ceklekk
Dia membuka pintu perlahan, dan dilihatnya sang istri sedang tertidur dengan nyenyaknya.
"Cantik, dia terlihat begitu polos," gumamnya setelah mencium kening istrinya, dirabanya setiap inci wajah istrinya itu.
"Bibir manis ini yang menjadi canduku," gumamnya lagi ketika tangannya menyentuh bibir merah muda milik istrinya itu.
Perhatiannya teralihkan oleh hp yang dipegang istrinya. Yah Puput memang tadi tertidur karena lelah memikirkan cara untuk memberitahukan sahabatnya itu mengenai jati dirinya dan statusnya yang sekarang yang sudah menjadi istri orang.
Kevin mengambil hp istrinya dan tiba-tiba rasa penasarannya menggebu, dia melihat akun istrinya dan dilihatnya begitu banyak pesan dari laki-laki namun tak direspon oleh empunya hp, tapi dia melihat 1 nama yang tak asing baginya, dibukanya percakapan itu, alisnya mengkerut heran dengan isinya.
"Bocah tengik π" gumamnya lagi.
Dia penasaran apa benar mereka telfonan, dibukanya riwayat telfon istrinya, dia melihat panggilan dari orang yang dibilangnya bocah tengik, dia membuka rekaman pembicaraan di antara mereka (karena memang hp Puput terekam otomatis panggilannya gaes, biasa holkay π€«).
Dia mengambil headset bluetooth. Dia mendengar semua pembicaraan mereka mulai dari awal hingga akhir.
"Etdahh bocah edan, beraninya ngajak pacaran bini gue, ga tau apa kalau dia udah punya laki, ga ada akhlak emang," gumamnya kepanasan (tanduk tak kasat matanya udah keluar gaes π€)
"Tapi kan emang kita nikahnya ga terpublish," gumamnya lagi lalu menepuk keningnya.
"Loh, Kakak udah pulang ?" tanya Puput yang baru bangun dan melihat keberadaan suaminya.
"Eh iya, Sayang," jawabnya gelagapan.
__ADS_1
"Kenapa, Kakak nepuk kening, ada yang ketinggalan ?" tanyanya lagi dan mengalihkan kepalanya untuk berbantalkan paha Kevin.
"Ehh itu mmm.... ada, Sayang," ucapnya lalu membelai rambut Puput.
"Apa, Sayang ?"
"Hati aku tadi ketinggalan, tapi sekarang udah enggak, Sayang," jawabnya dengan gombalan recehnya.
"Ish apaan sih," ucap Puput dan menenggelamkan kepalanya di perut suaminya.
"Hahaha gemessnya istriku ini."
"Haishh... udah ah, Kakak mandi sana, bau tau baru pulang kerja," ucap Puput lalu bangkit dari tidurannya.
"Bau tapi nempel, mandi bareng yuk, Sayang," ajaknya dengan memegang kedua tangan Puput.
"Ayolah, Sayang. Oh yah kamu harus dihukum."
"Kok dihukum, emangnya aku salah apa, Sayang ?"
"Ya dihukumlah kesalahan kamu berkali-kali, Sayang."
"Salah apa sih, Sayang ?" tanya Puput bingung.
"Coba kamu ingat-ingat, Sayang."
"Apa sih, Kak. To the point aja deh."
__ADS_1
"Nah tuh lagi."
"Oh astaga, maaf yah, Sayang π₯Ί"
"Baru nyadar kamu kalau aku tuh suami kamu, bukan kakak kamu ? π"
"Yah maaf, Sayang... yah yahh maafin yah," bujuknya menggandeng lengan suaminya dengan erat.
"Tapi ada syaratnya."
"Apa syaratnya, Sayang ?"
"Mandi bareng."
"Ta...."
"Ya udah," potongnya lalu berjalan ke kamar mandi.
"Iya deh, iya. Jangan marah lagi yahh," bujuknya lagi lalu mengejar suaminya yang lagi mode ngambek itu.
"Iya π" ucapnya lalu mengacak-acak rambut Puput.
"Pasti mandinya sampai berjam-jam lagi, ya sudahlah dari pada ngambek lagi. Lagian heran deh, nih balok es bisa ngambek juga yahh, untung sayang," gumam Puput lalu tersenyum di akhir kalimatnya.
πΈπΈπΈ
jangan lupa LIKE, KOMEN, dan VOTE π€π€π
__ADS_1