
"Apa kau sudah melupakanku, Princess?" tanya seseorang yang tiba-tiba memecahkan keheningan yang baru saja tercipta diantara mereka, Puput mengalihkan pandangannya ke asal suara.
"Kakak," panggilnya sendu dan langsung merentangkan tangannya meminta untuk dipeluk oleh sang kakak.
"Kukira kau sudah melupakanku, Sayang," ucap Ken setelah memeluk Puput.
"Kakak jahat," ucap Puput yang semakin mengeratkan pelukannya dan terisak dalam dekapan Ken.
"Kok jahat sih?"
"Kakak ninggalin aku, setelah kejadian itu aku selalu mencari kakak tapi kakak selalu menghindariku. Apa kakak tahu, setelah kakak pergi aku sangat kesepian, kakak yang selama ini selalu melindungiku tega meninggalkanku di saat aku sangat membutuhkannya, kakak jahat, hikss," ucap Puput terdengar piluh.
"Maafin kakak, Sayang," ucap Ken yang juga sudah meneteskan air matanya.
"Kenapa, Kakak tega ninggalin aku?" tanya Puput melepaskan pelukannya dan menatap kakaknya itu.
Ken meraih tangan Puput, menatap dalam-dalam manik indah itu lalu berkata, "Maafin kakak, Sayang. Setelah kejadian itu kakak tidak sanggup melihatmu karena rasa bersalah kakak, kakak memilih menjauh untuk menjadi kuat, supaya kakak bisa melindungi, Princessnya kakak yang cantik ini. Tapi maaf, Sayang lagi-lagi kakak gagal melindungimu, sampai kamu berakhir lagi seperti ini."
"Kak, itu semua bukan kesalahan, Kakak lagipula itu sudah lama dan kejadian ini pun bukan salah, Kakak. Aku mohon jangan tinggalin aku lagi, Kak. Aku sayang sama, Kakak. Aku gak mau lagi kalau Kakak menjauhiku. Berjanjilah untuk tidak meninggalkanku lagi, Kak. Aku mohon," lirih Puput menatap Ken.
"Iya, Sayang kakak janji akan selalu menemanimu, sampai Princessnya kakak ini menemukan pendamping hidupnya," goda Ken sambil mencolek hidung mancung Puput.
__ADS_1
"Lebih baik aku menjadi adiknya, Kakak selamanya daripada menemukan pendamping lalu kakak meninggalkanku lagi, aku tidak mau jauh dari, Kakak," ucap Puput langsung memeluk Ken, jelas saja ia tidak ingin jauh dari kakaknya yang selama ini sangat dirindukannya itu.
Di sisi lain, sepasang mata kembali berkaca-kaca mendengar ucapan Puput, sepasang mata yang selama ini memancarkan aura dingin ataupun tatapan tajam, kini berubah menjadi berkaca-kaca.
"Ya Allah, aku tahu aku salah yang tak bisa menjaga istri hamba dengan baik, tapi apa begitu berat hukumanMu pada hamba, Kau sampai tak menyisahkan sedikitpun cinta di hati istri hamba untuk hamba," lirih Kevin dalam hatinya. Ia memilih pergi dari ruangan istrinya karena ia sudah tak tahan menahan sesak di dadanya.
"Sayang, hei dengerin kakak, kamu tidak boleh berkata seperti itu, kau harus memiliki pendamping, Sayang. Lagi pula apa kau tak ingin melihat kakakmu ini memiliki keluarga sendiri?" ucap Ken yang mencoba menasehati adik kesayangannya itu. Ken sempat melirik Kevin saat Puput mengatakan itu, dia tidak tega melihat kesedihan di mata adik iparnya itu.
"Kalau, Kakak sudah berkeluarga apa, Kakak akan melupakanku lagi?" tanya Puput dengan mata yang berkaca-kaca. Entah kenapa rasanya ia sangat tidak mau jika kakaknya itu akan melupakannya lagi suatu saat.
"Sayang dengerin baik-baik ucapan kakak, walaupun kelak kakak sudah memiliki keluarga tapi, Princessnya kakak ini akan tetap menjadi yang pertama di hati kakak, selamanya akan tetap begitu, Sayang," jelas Ken lembut.
"Kakak janji?"
Puput kembali membenamkan wajahnya dalam dekapan Ken, Ken membalas pelukan adiknya lalu mengecup keningnya dengan tangannya yang terus membelai rambut panjang Puput. Ken memaklumi sikap manja adiknya itu, Ken paham dengan ditinggalkan olehnya membuat adiknya itu sangat kesepian bahkan meninggalkan trauma kecil untuk Puput, jadi ia memaklumi sikap posesif dan manja sang adik padanya kini.
"Princess janji, kelak jika aku sudah berkeluarga, aku juga tak akan melupakan, Kakak. Kakak akan tetap menjadi, Kakak terbaikku, selamanya. I love you, Prince," ucap Puput menatap kakaknya setelah melepaskan pelukannya.
"Nah ini baru, Princessnya kakak. Love you more, Princess," ucap Ken tersenyum.
"Bukan kelak, Sayang. Kau sudah memiliki keluarga kecilmu sekarang tapi kau sedang melupakannya. Cepatlah sembuh, suamimu sudah sangat tersiksa karena kau melupakannya. Kakak janji, Sayang kakak akan membantumu untuk mengingat suamimu kembali," janji Ken dalam hatinya dengan menatap sendu adiknya itu.
__ADS_1
πΈπΈπΈ
Kevin keluar dengan terburu-buru, dia terus berlari menuju mobilnya lalu dengan kecepatan penuh dia melajukan mobilnya agar cepat sampai di mansionnya.
Setelah sampai di mansionnya dia langsung menuju ke ruang kerjanya karena jika dia ke kamarnya, dia akan semakin mengingat kenangan bersama istrinya yang akan membuatnya semakin sesak.
Dia menyandarkan punggungnya pada rak bukunya, memejamkan matanya mengingat kondisi istrinya saat ini, hatinya begitu sakit apalagi setelah mendengar ucapan istrinya beberapa saat lalu yang tak ingin memilik pendamping demi bersama kakaknya itu selamanya.
"Jangan menyiksaku dengan cara seperti ini, Sayang. Dengan mendiamiku saja sudah membuatku sangat tersiksa, apalagi sekarang kau melupakanku, melupakan semua tentang kita, itu sangat menyiksaku, Sayang," lirihnya.
"Bahkan sekarang kau tidak ingin memilikiku lagi setelah bertemu dengan kakakmu, apa selama ini kau memang tidak pernah mencintaiku, apa aku sebegitu hinanya di matamu sehingga tak ada sedikitpun cinta di hatimu untukku?" Kevin terus bertanya-tanya.
Tiba-tiba ponsel Kevin bergetar, dilihatnya sebuah pesan dari nomor yang tak dikenal.
"Gue kira lo itu laki-laki yang tangguh, tapi ternyata gue salah, gue salah membiarkan adik kesayangan gue jatuh pada orang cemen seperti lo itu, gue akan carikan adik gue pria yang tangguh, pria yang bisa memperjuangkannya apapun tantangannya."
"Brengsek, berani sekali dia. Gue harus bangkit, gue harus memperjuangkan istri gue, jangan sampai si brengsek itu membiarkan istri gue bersama orang lain," geram Kevin membaca sms itu yang diyakininya dari kakak iparnya yang sangat menyebalkan itu.
πΈπΈπΈ
__ADS_1
jangan lupa LIKE, KOMEN, dan VOTE π€π€π