LOVE STRUGGLE (PERJUANGAN CINTA)

LOVE STRUGGLE (PERJUANGAN CINTA)
Tak Terduga


__ADS_3

Ketika pintu terbuka kedua orang yang berada di dalam ruangan langsung melihat ke arah pintu.


"Ma, Pa," lirih Puput.


Ketiga orang yang berada diambang pintu terkejut melihat ini, orang yang mereka sayangi kini sudah sadar setelah berminggu-minggu koma.


"Ais, kamu sudah sadar Nak?" tanya Bu Amrah langsung memeluk putrinya.


"Iya, Ma. Ais sudah sadar," jawab Puput membalas pelukan mamanya.


"Alhamdulillah, Sayang kamu sudah sadar," ucap Pak Dana dan ikut memeluk Puput.


"Iya, Pa."


Mereka sangat bahagia melihat Puput yang sudah sadar sampai-sampai mereka melupakan orang yang berada di samping Puput.


"Mama sama papa seneng banget, Sayang," ucap Bu Amrah setelah melepas pelukannya dan ia menangis haru melihat putrinya.


"Udah, Ma, ada yang lebih merindukan putri kita," ucap Pak Dana memberi kode pada istrinya.


"Oh iya, mama lupa hehehe," ucap Bu Amrah cengengesan lalu bergeser dari samping Puput.


Setelah Bu Amrah menggeser tubuhnya memberi cela kepada menantunya. Kevin langsung mendekat dan dengan sigap memeluk istri kesayangannya itu dengan begitu eratnya.

__ADS_1


"Akhirnya kamu sadar juga, Sayang. Aku begitu merindukanmu," ucap Kevin lalu mengecup seluruh wajah Puput dan hal tak terduga pun terjadi, bukannya membalas pelukan suaminya, Puput malah mendorong Kevin lalu menamparnya yang membuat semua orang kaget.


"Kamu siapa sih, berani-beraninya meluk orang sembarangan," marah Puput.


Deg


Jantung Kevin seakan berhenti berdetak mendengar ucapan Puput, bukan hanya Kevin tapi semua orang yang berada di sana juga kaget melihat reaksi Puput.


"Ini aku, Sayang. Suami kamu," ucap Kevin.


"Suami? Ck aku masih kuliah dan aku masih lajang yah, jadi tolong jaga bicara, Anda!" tegas Puput.


Perkataan Puput membuat semuanya semakin bingung.


Puput mencoba mengingatnya, "Arghh, sakitt, sakiiiiitt," ucap Puput mengeluh kesakitan pada kepalanya.


"Sayaaaang," ucap semuanya bersamaan. Laki-laki yang sedari tadi duduk di samping Puput langsung berlari untuk memanggil dokter.


Beberapa saat kemudian dokter yang menangani Puput sudah datang, ia langsung menyuntikkan obat tidur pada Puput yang sedang histeris kesakitan.


"Apa yang terjadi pada istri saya, Dok? Kenapa dia tidak mengenali saya?" tanya Kevin bertubi-tubi setelah dokter memeriksa keadaan Puput.


"Sepertinya pasien sedang mengalami amnesia, Tuan. Di mana kondisi pasien tidak dapat mengingat berbagai informasi tentang dirinya ataupun hal yang berkaitan dengan dirinya," jelas dokter itu.

__ADS_1


"Tapi kenapa dia hanya melupakan saya, Dok?" tanya Kevin lagi yang merasa heran karena dokter mengatakan istrinya amnesia tapi kenapa dia bisa mengingat orang lain, kecuali dirinya.


"Ada beberapa jenis amnesia, Tuan dan sepertinya pasien mengalami amnesia jenis disosiatif, yang mana jenis amnesia ini biasanya dipicu oleh suatu peristiwa yang membuat pikiran pasien terbebani sebelum terjadi kecelakaan, olehnya itu pasien hanya akan melupakan hal yang berkaitan dengan peristiwa itu," jelas dokter kembali.


Bruk


Kevin langsung terjatuh di lantai dan tanpa diminta air matanya sudah jatuh, ia begitu terpukul atas apa yang menimpa istrinya.


"Kamu harus sabar ya, Nak," ucap Bu Amrah dan langsung memeluk menantunya.


"Mungkin ini hukuman buat aku, Ma. Karena keteledoranku dia jadi seperti ini dan inilah hukumanku, Ma," lirihnya dan menangis di pelukan ibu mertuanya. Ia kembali menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada istrinya.


"Engga, Sayang. Itu semua bukan kesalahanmu. Mungkin ini adalah cobaan dalam pernikahanmu dan kamu harus berjuang untuk membuat Puput mengingatmu lagi ataukah kamu harus membuat Puput jatuh cinta lagi sama kamu untuk kedua kalinya, Sayang," ucap Bu Amrah lembut sembari memegang kedua pipi menantunya dan menatapnya dalam.


"Iya, Ma. Kevin harus sabar dan Kevin janji akan membuat Puput mengingatku lagi ataupun akan membuatnya mencintaiku lagi Ma," ucap Kevin kembali bersemangat walaupun hatinya masih sesak.


"Nah itu baru menantu, Papa," saut Pak Dana.


"Makasih, Ma, Pa," ucap Kevin tulus lalu tersenyum kepada kedua mertuanya.


"Ekhem," dehem seseorang yang membuat mereka tersadar bahwa bukan hanya mereka yang berada di ruangan itu, ada seseorang yang mereka lupakan kehadirannya.


🌸🌸🌸

__ADS_1


jangan lupa LIKE, KOMEN, dan VOTE πŸ€—πŸ™πŸ™


__ADS_2