LOVE STRUGGLE (PERJUANGAN CINTA)

LOVE STRUGGLE (PERJUANGAN CINTA)
Raja Singa (bukan penyakit yah )


__ADS_3

"A..pa maksudmu ?" tanya Cica yang mulai ketakutan.


"Ah sudahlah kau terlalu banyak membuang waktuku, Nona," ucap Wisnu dan secepat kilat mengeluarkan sapu tangan dari kantongnya dan membius Cica, awalnya Cica sempat memberontak tapi karena pengaruh obat bius itu ia pun tak sadarkan diri.


Wisnu langsung menggotong Cica layaknya karung beras dan berlalu untuk segera menemui bos barunya.


🌸🌸


Setelah istirahatnya dirasa cukup, Kevin pun segera keluar untuk mencari Wira.


"Bagaimana?" tanya Kevin setelah berada di dekat Wira.


"Dia sudah dalam perjalanan ke sini, Bos dan sepertinya tadi ia mendapatkan sedikit surprise," jawab Wira dengan menyunggingkan senyumnya di akhir ucapannya.


"Maksudnya ?" tanya Kevin mengangkat sebelah alisnya, tak mengerti dengan ucapan Wira.


Wira pun mengambil alih mouse yang sedang dipegang oleh salah satu bawahannya yang bertugas untuk mengontrol layar monitor yang berada di ruangan itu, di layar monitor itu terpampang berbagai informasi yang dikirim oleh bawahannya sesuai tugasnya masing-masing.


Wira memperlihatkan sebuah video yang berisikan tentang kejadian di apartemen Cica beberapa saat yang lalu.


"Cihh, disgusting," decih Kevin melihat video itu.


"Pantau terus si Wisnu, jangan sampai dia terlambat karena ena-ena dulu!" perintah Kevin yang hampir membuat tawa Wira pecah, seandainya hanya mereka berdua di sana, Wira tak akan susah payah menahan tawanya itu.


"Baik, Bos," ucap Wira masih menahan tawanya, dia hanya bisa geleng-geleng kepala tak mengerti jalan pikiran bosnya itu.


"Mereka sudah di depan, Bos," ucap Wira setelah beberapa saat.


"Bawa mereka ke ruang bawah tanah!" perintah Kevin lagi.


"Siap, Bos."


🌸🌸

__ADS_1


Sekarang Wisnu sudah berada di ruang bawah tanah bersama Cica yang masih tak sadarkan diri dengan bagian tubuh yang terikat. Wisnu berjalan lalu mengambil air satu ember dan menyiramkannya tepat di kepala Cica.


"Uhuk...uhuk," Cica tersadar dari pingsannya, kepalanya terasa sakit. Ia ingin memegang kepalanya tapi tangannya tak bisa ia gerakkan dan dilihatnya ternyata tangan dan kakinya terikat dengan kursi yang didudukinya.


"S**t," umpatnya lalu mengangkat kepalanya dan melihat beberapa laki-laki bertubuh kekar dengan seragam serba hitam, lalu ia melihat laki-laki yang dikenalinya.


"Hei kau brengsek, apa yang kau lakukan, aku sudah membayarmu mahal tapi mengapa kau masih menculikku?" tanya Cica dengan berteriak.


"Berhenti berteriak, J*l*ng!" gertak Wisnu.


"Kau membayarku mahal memang karena aku melakukan tugasku," sambungnya.


"Lepaskan aku, aku akan membayar berapa pun yang kau mau," ucap Cica kepada Wisnu.


"Cih kau tak akan mampu membayarku, Nona."


Baru saja Cica ingin mengumpati Wisnu, tapi terhenti karena mendengar pintu terbuka, matanya langsung berbinar ketika melihat orang yang sedang berjalan masuk.


"Vin, tolong aku, orang ini menculikku. Aku tahu kau ke sini untuk menyelamatkanku kan, Vin?" ucap Cica dengan muka memelasnya dan meminta pembenaran dari Kevin.


"Ma...ksud kamu, Vin?" tanya Cica gemetar, kini rasa takut menyelimutinya, takut jika rencananya ketahuan oleh Kevin.


Kevin diam, tak langsung menjawab pertanyaan Cica, ia menyodorkan tangannya pada Wira dan dengan cepat Wira memasangkan kaos tangan pada Kevin.


Kevin berjalan menghampiri Cica yang sudah pucat pasih, dia langsung mencengkram wajah Cica lalu berkata,"Jangan pura-pura tidak tau, J*l*ng."


"Kenapa kau mencelakai istiku, haaaa?" bentaknya tepat di depan wajah Cica. Sedangkan orang yang dibentaknya hanya diam dan berderai air mata.


"Cepat bicara atau kusobek mulut kotormu ini," bentaknya lagi dengan suara yang lebih keras.


"Ka...rna a..ku cemburu, Vin. Aku ga rela jika kau dimiliki orang lain. Aku yang selama ini mengejarmu, aku yang selama ini memperjuangkanmu tapi kau tak pernah melirikku sekalipun, kau malah memilih wanita j*l*ng itu," ucapnya mengeluarkan unek-uneknya.


"Berhenti mengatai istriku seperti itu!" bentak Kevin dengan menunjuk wajah Cica.

__ADS_1


"Berhenti mengatai istriku dengan kata-kata yang sepantasnya untukmu. Selama ini aku berbaik hati padamu tapi kau malah mencelakai istriku, wanita yang aku cintai," sambung Kevin.


"Hahaha cinta? wanita yang kau cintai itu sudah mati, mati ditanganku, hahahaha," potong Cica dan tertawa bahagia karena mengira Puput telah mati.


"Cih kau semakin menawarkan dirimu pada raja singa yang sedang mengamuk, Nona," gumam Wira dalam hati yang mungkin saja mewakili pemikiran semua orang yang menyaksikan drama itu.


Plakkk...plakkkk dua tamparan mengenai kedua pipi Cica yang membuatnya mengeluarkan darah di kedua sudut bibirnya.


"Kamu tega, Vin," lirihnya.


"Tega? Tega kamu bilang, ha? Terus apa yang telah kau lakukan kepada istriku?" Kevin kembali berteriak di depan wajah Cica.


"Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan," ucapnya lagi membela dirinya walaupun dengan keadaan yang sudah bisa dibilang mengenaskan.


"Dan jangan salahkan aku jika aku juga melakukan apa yang seharusnya aku lakukan," tegas Kevin.


"Bawa j*l*ng ini ke ruangan X, ikat dia. Kalian bebas melakukan apapun yang kalian mau padanya!" titah Kevin kepada anak buahnya dan berlalu untuk ke rumah sakit tempat istrinya yang sedang terbaring koma.


Ruang X adalah ruangan khusus untuk wanita yang ditangkap oleh Kevin, di sana mereka dijadikan wanita pemuas nafsu untuk para anak buah Kevin.


Kevin memang kejam, tapi ia tidak akan berbuat sekeji itu jika ia tak diusik terlebih dahulu.


Setelah kepergian Kevin, Wira berjalan mendekati Wisnu lalu berbisik, "Lo juga bisa ikutan menikmatinya, Bro daripada hanya menyaksikannya."


Wisnu kaget mendengar bisikan Wira.


"Sialan lo, walaupun gue begini tapi gue setia sama gebetan gue, gue ga pernah ngelakuin hal hina itu," ucap Wisnu karena memang walaupun dia seorang kriminal tapi dia bukan kriminal k*l*m*n.


Wira tersenyum lalu menepuk bahu Wisnu.



(si raja singa yang barusan ngamuk gaes πŸ˜…)

__ADS_1


🌸🌸🌸


jangan lupa LIKE, KOMEN, dan VOTE πŸ€—πŸ™πŸ™


__ADS_2