
"Sayang, apa boleh ?" tanyanya setelah melepaskan pangutan mereka dan menatap kedua mata istrinya dengan penuh harap.
"Mm maaf, Kak, tapi aku lagi ada tamu," ucap Puput menatap Kevin dengan rasa bersalah.
"Tamu apa sih, Sayang, biar sama papa dan mama aja, aku udah ga bisa nahan, Sayang," ucap Kevin memelas.
Hal itu membuat Puput menepuk jidatnya, bagaimana mungkin pengusaha nomor 1 tidak paham masalah begitu, apa mungkin dia kebanyakan belajar ekonomi, jadi tidak sempat belajar biologi.
"Kak, maksud aku tuh, aku lagi haid, Kak."
"Oh God," frustasi Kevin dan langsung berlari ke kamar mandi dengan secepat kilat.
Puput yang melihatnya langsung tertawa terbahak-bahak, tapi dia juga kasihan dengan suaminya itu karena ia belum bisa melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri dengan sepenuhnya.
Setengah jam berlalu, Kevin pun keluar dari kamar mandi dengan begitu lesu, sesampainya di kasur, ia langsung membaringkan tubuhnya dengan muka ditekuk.
"Maaf yah, Kak," lirih Puput karena takut suaminya itu marah.
"Mm, sampai kapan ?"
"Satu minggu, Kak."
"Ini hari ke berapa ?"
"Hari pertama, Kak. Barusan datangnya, tadi waktu kita kumpul di ruang keluarga, yang waktu aku pamit ke kamar sebentar."
"Oh shit, yang sabar ya dik, kasihan kamu," gumamnya dalam hati.
__ADS_1
"Kakak kok diam, Kakak marah yah ?" tanya Puput kemudian karena melihat Kevin hanya diam dan pertanyaannya itu membuat Kevin sadar dari lamunannya.
"Tidak kok, Sayang. Kakak ga marah, ya udah kita tidur yuk, udah larut," ucapnya lalu menggeser posisinya mendekat kepada Puput, berbaring di bantal yang sama dengan tangan yang melingkar di perut Puput.
"Good night and have a nice dream, My Sweety," Ucapnya lembut seraya mengecup kening Puput.
"You too, Kak," ucap Puput dan langsung membenamkan wajahnya di dada bidang Kevin, ia tidak mau jika sampai Kevin melihat wajahnya yang kini memerah karena malu.
Mereka pun hanyut ke dunia mimpi dengan saling berpelukan.
πΈπΈπΈ
Tepat pukul 4. 15 Puput terbangun dari tidur nyenyaknya, dirasanya seperti ada yang menindih perutnya, tangannya meraba sesuatu yang di atas perutnya, ternyata itu merupakan tangan seseorang, diarahkannya pandangannya ke samping dan dilihatnya laki-laki tampan yang kemarin sudah resmi menjadi suaminya.
Dipandangnya wajah tampan itu di bawah redupnya lampu tidur, tangannya terangkat untuk meraba wajah Kevin, ditelusurinya setiap inci dari wajah tampan itu dengan jari lentiknya.
"Morning, Sweety," ucap Kevin dan menge*** kilat bibir merah alami itu yang kini menjadi candunya.
"Kakak ihhh," rengeknya.
"Kenapa, Sayaang, mau lagi ?" godanya dengan senyum menyebalkannya.
"No !" ucapnya dan tangannya refleks menutup mulutnya.
"No ? Tidak nolak hmm ?" godanya lagi.
"Kakak ihh, belum sikat gigi tau."
__ADS_1
"Jadi kalau udah sikat gigi, boleh dong ?"
"Ishh, Kakak mah" rengeknya yang semakin membuat Kevin gemas.
"Ada apa, Aisyahku sayaaaang ?" ucapnya lalu mencium setiap inci wajah istrinya itu.
"Kakk, stop ihhh. Udah sana siap-siap sholat berjamaah, biasanya semua orang udah ngumpul setiap setengah 5."
"Tapi kakak masih ingin manja-manjaan sama istrinya kakak yang menggemaskan ini, gimana dong ?" ucap Kevin yang semakin mengeratkan pelukannya.
"Astagfirullah, Kak. Sholat loh ini, mau kau tercoreng di mata papa hm ?"
"Iya, Sayang... iya ini kakak mau mandi dulu," ucapnya bangkit dari tidurannya, tetapi sebelum benar-benar pergi ke kamar mandi, ia terlebih dahulu menyambar bibir istrinya, kemudian berlari secepat kilat sebelum mendengar teriakan istrinya.
"Kakaaaaaaaaaaaaaak," teriak Puput yang di sambut tawa oleh Kevin di dalam kamar mandi.
Selesai Kevin mandi, Puput langsung membantunya untuk bersiap sholat berjamaah.
"Makasih, Sayang," ucap Kevin sembari mengecup kening Puput dan berlalu ke mushallah.
Puput hanya tersenyum melihat tingkah suaminya itu, dan berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
πΈπΈπΈ
Yahh Puput sedang ada tamu gaes π€« tamunya dia itu tamu yang cuma minta roti kok, ga ribet......
Happy IED Adha my lovely readers ππ
__ADS_1
jangan lupa LIKE, KOMEN, dan VOTE π€π€