LOVE STRUGGLE (PERJUANGAN CINTA)

LOVE STRUGGLE (PERJUANGAN CINTA)
Apa Kurangnya Gue ?


__ADS_3

Setelah selesai berbalas pesan dengan suaminya, Puput pun menscroll layar ponselnya dan perhatiannya terfokus pada pesan dari 1 nama yang membuatnya mengerutkan keningnya.


Puput membuka pesan tersebut


Eza πŸ“₯


"Put ?"


"Put ?"


"Lo udah balik kan dari luar kota ?"


"Put ?"


"Gue mau ngomong sesuatu yang penting, Put ?"


"Put ?"


"Mungkin lo sedang sibuk, Put tapi gue mohon respon chat gue, Put !"


Itulah isi pesan Eza berturut-turut dari beberapa saat yang lalu. Hal yang membuat Puput heran adalah karena baru kali ini Eza mem pc nya, biasanya kalau ada info penting atau apa pun itu pasti lewat grup mereka bertiga, dan yah katanya ada sesuatu yang penting yang ingin dia bicarakan, apa itu ? Itulah yang membuatnya pusing.


Puput πŸ“€


"Ya, Za. Ada apa yah ?"


"Ngomong aja."


Balas Puput.


Eza πŸ“₯

__ADS_1


"Gue maunya ketemu sama lo, Put ketemu berdua untuk membicarakan ini."


Balas Eza dengan cepat.


Puput πŸ“€


"Loh... tumben, Za emang kenapa kalau ada orang lain, Fani misalnya. Kan kita udah temenan lama, Za dan kita apa-apa selalu bertiga, masa mau main rahasia-rahasian sama, Fani. Ataukah lewat telfon aja, Za emang ga bisa ?"


Eza πŸ“₯


"Ya ga apa-apa sih, Put. Kok lo kek takut banget ketemu sama aku kalau cuma berdua.


Enakan kalau ngomongnya secara langsung Put 😌"


Puput πŸ“€


"Yah, Za bukannya gitu, aduh gimana yah. Lewat telfon aja ya, Za gue udah penasaran nih dan gue sibuk banget, ga bisa ke mana-mana, telfon aja yah !"


Eza πŸ“₯


Hp Puput pun berdering dan dilihatnya panggilan dari Eza, ia segera mengangkatnya.


"Assalamualaikum, Za. Ada apa yah ?" tanya Puput setelah mengangkat panggilannya.


"Waalaikumsalam, Put. Hmmm gini aduh gimana yah cara ngomongnya."


"Ngomong aja kali, Za."


"Hmm, Put lo jangan kaget yah."


"Iya, Za. Ada apa ?"

__ADS_1


"Mmm sebenarnya, mm sebenarnya ...."


"Aduh sebenarnya apa sih, Za kok lo jadi gagap gitu sih."


"Sebenarnya gue suka sama lo, Put," ucap Eza dengan cepat namun masih bisa didengar jelas oleh Puput.


Puput terdiam mendengar itu semua, ia begitu syok mendengar pernyataan sahabatnya itu.


"Halo, Put lo denger kan ?" tanya Eza karena tak mendapat respon dari Puput.


"Eh iya, Za."


"Lo mau kan, Put jadi pacar gue," bujuknya.


"Maaf yah, Za gue ga bisa"


"Kenapa, Put ? Apa kurangnya gue ?" ucapnya seolah tak terima.


"Lo ga ada kurangnya, Za cuma ada hati yang harus gue jaga."


"Siapa, Put ? gue udah kenal lo lama dan lo ga pernah dekat dengan laki-laki lain."


"Maaf yah, Za gue ga bisa kasi tau lo sekarang. Yang jelas gue ga bisa nerima perasaan lo itu, gue hanya nganggap lo sebagai sahabat, Za gue mohon sama lo, tolong jangan rusak persahabatan kita dengan rasa itu yah, Za gue sayang sama lo sama Fani, tapi sayangnya gue itu hanya sebatas sahabat ga lebih, Za. Dan ada saatnya nanti gue akan kasi tau kalian siapa orang yang sedang gue jaga hatinya, tapi bukan sekarang. Sekali lagi maafin gue, Za," ucap Puput dengan begitu lembut, takut menyinggung perasaan sahabatnya itu.


Puput sebenarnya sudah ingin jujur pada kedua sahabatnya itu tentang siapa dirinya yang sebenarnya dan tentang pernikahannya, tapi ia merasa waktunya belum tepat, jadi ia pikir akan mencari waktu yang tepat untuk jujur pada kedua sahabatnya itu.


🌸🌸🌸


Aku up lagi 😁


jangan lupa Like, komen, dan juga vote nya yah sebagai penyemangat untuk terus melanjutkan ceritanya πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


Terima kasih πŸ™πŸ™


__ADS_2