LOVE STRUGGLE (PERJUANGAN CINTA)

LOVE STRUGGLE (PERJUANGAN CINTA)
Kau Begitu Menjijikkan


__ADS_3

"Ja...ngan," ucap orang itu dengan gemetar dan hal itu membuat Kevin dan Wira tersenyum penuh kemenangan.


"Kau pikir kau lebih jago dariku ha? Cih jangan harap bod*h. Aku tak akan menjadi seperti ini jika orang sepertimu saja tak bisa kuhadapi, ckk," gumam Kevin dalam hati dan terus memandang orang di depannya itu dengan senyum smirknya.


"Tak masalah jika kau tak ingin memberitahuku," ucap Kevin lagi dengan wajah datarnya padahal di dalam hatinya iya bersorak karena umpannya berhasil termakan oleh targetnya.


"Saya akan mengatakannya," ucap orang itu kembali.


"Hanya itu yang akan kau lakukan ?" tanya Kevin lagi, oh ayolah dia seorang pengusaha nomor 1, ia tak akan melepas targetnya dengan begitu mudahnya dan tak akan pernah menyia-nyiakan peluang di depan mata.


Selagi targetnya sudah takluk, ia tak hanya akan meminta hal yang sebelumnya ditawarkan, tapi pasti ia akan meminta lebih.


"Saya akan melakukan apapun, asal kau jangan menyakitinya," ucap orang itu yang rela melakukan apapun asal Kevin tak menyentuh apalagi menyakiti orang pada layar yang tengah ditampilkan.


Jelas saja ia rela melakukan apapun, orang yang ditampilkan Kevin adalah foto dari gebetannya. Selama ini orang itu rela melakukan apapun demi membiayai sang gebetan yang masih duduk di bangku SMA.


Selama ini orang itu hanya menyuruh gebetannya agar fokus belajar dan belajar sehingga sang gebetan tak pernah mengetahui jika orang ini bekerja sebagai pembunuh bayaran. Ia sudah mencintai gebetannya sejak lama dan ia melakukan segala cara untuk membiayai sekolah sang gebetan dan juga menghidupi keluarga gebetannya karena mereka sama-sama dari orang yang tak berada.


"Apa aku bisa memegang ucapanmu itu ?" tanya Kevin.


"Tentu, Tuan. Saya akan melakukan apapun yang, Tuan mau. Apapun itu," ucapnya lagi dengan sungguh-sungguh.


"Baiklah kalau begitu, aku akan memegang kata-katamu, Wir lepaskan dia dan obati lukanya!" ucap Kevin.


"Siap, Bos," ucap Wira lalu keluar untuk memanggil dokter khusus untuk para anak buahnya untuk mengobati orang itu.


"Siapa namamu ?" tanya Kevin pada orang itu.


"Wisnu, Tuan."

__ADS_1


"Baiklah, Wisnu. Karena kau sudah berjanji akan melakukan apapun untukku, maka yang kuingin adalah kau berhenti dari pekerjaanmu itu!"


"Tapi, Tuan saya melakukan pekerjaan ini untuk membiayai sekolah dan hidup keluarga gebetan saya," jujur Wisnu.


"Apa kau pikir jika gebetanmu itu tau pekerjaanmu, dia akan tetap mau bersamamu?" tanya Kevin yang membuat Wisnu terdiam karena tidak tau jawaban dari pertanyaan Kevin.


"Baiklah, aku akan membiayai sekolah dan keluarga gebetanmu, asal kau berhenti dari pekerjaanmu itu dan bekerja denganku, tapi jika kau sampai menghianatiku jangan harap kau bisa menemui gebetanmu itu," tawar Kevin.


"Baik, Tuan saya mau," ucapnya menyetujui tawaran Kevin.


"Good, yang kedua katakan siapa yang menyuruhmu untuk mencelakai istriku ?"


"Aku tidak tau namanya, Tuan tapi dia seorang perempuan dan ia begitu seksi," jelasnya karena memang ia tidak mengenal orang yang menyuruhnya, ia hanya diberikan uang yang banyak untuk menjalankan tugasnya.


"Baiklah kalau begitu, kau temui orang itu dan bawa dia kemari apapun caranya, tapi jangan membunuhnya, bawa dia ke sini dengan kondisi yang masih hidup!" titah Kevin.


"Baik, Tuan saya akan membawanya segera ke sini," ucap Wisnu.


"Baik, Tuan."


"Pergilah!"


Orang itu pun keluar dengan dituntun oleh anak buah Kevin.


"Wir, perintahkan anak buahmu untuk mengawasi gerak geriknya, aku ingin ke ruanganku untuk ganti baju dan istirahat sebentar," ucap Kevin dan berjalan menuju ke ruang khusus untuknya beristirahat.


"Baik, Bos."


🌸🌸

__ADS_1


Sementara itu, Cica sedang berada di apartemennya dengan ditemani oleh seorang laki-laki yang dibayarnya untuk memuaskan hasratnya. Mereka kini sedang bermain dengan begitu panasnya, entah apa yang sedang mereka mainkan sampai bercucuran keringat, hanya mereka berdualah yang tau.


Semenjak tinggal di negara P Cica memang selalu bermain seperti itu, baginya tiada hari tanpa melakukan permainan itu


Brakkkk


Suara kencang itu mengagetkan mereka yang sedang asik-asiknya bermain, mereka langsung menengok dan terlihatlah seorang pria dengan wajah yang babak belur yang sudah mendobrak pintu apartemennya.


"S**t,* umpat Cica karena kesenangannya terganggu.


"Goshhhh," kaget Wisnu setelah mendobrak pintu dan melihat pemandangan yang tak seharusnya dilihatnya, ya karena mereka memang bermain di sofa.


Laki-laki bayaran Cica langsung bangkit dan memakai pakaiannya, begitu pun dengan Cica yang memakai pakaiannya dengan terus menggerutu.


"Cih pantas saja tuan itu tak menginginkanmu, kau begitu menjijikkan. Bahkan menjadi budaknya saja kau tak pantas," gumam Wisnu dalam hati, dan tersenyum meremehkan ke arah dua orang yang telah diciduknya itu.


"Kau cepat pergi atau kau hanya akan tinggal nama," ucap Wisnu pada laki-laki bayaran Cica. Laki-laki itu pun langsung keluar dengan terbirit-birit setelah memakai pakaiannya.


"Ada apa kau kemari, bukankah uangnya sudah kukirimkan ?" tanya Cica bingung melihat orang suruhannya berdiri di depannya dan telah berani-beraninya mengganggu kesenangannya.


"Sstt... santailah, Nona. Kau masih berhutang, Nona. Sekarang kau ingin kubawa baik-baik atau dengan caraku sendiri ?" tanya Kevin.


"A..pa maksudmu ?" tanya Cica yang mulai ketakutan.



(Visual Wisnu gaes🀭)


🌸🌸🌸

__ADS_1


jangan lupa LIKE, KOMEN, dan VOTE πŸ€—πŸ™πŸ™


__ADS_2