LOVE STRUGGLE (PERJUANGAN CINTA)

LOVE STRUGGLE (PERJUANGAN CINTA)
Kau Adalah Milikku


__ADS_3

Setelah Puput sadar dari komanya, Ken dengan sigap selalu menemani adiknya bersama Bu Amrah dan Pak Dana, Bu Siska dan Pak Aldrich hanya sesekali menjenguk menantu mereka sebab mengingat sekarang Puput sedang amnesia jadi mereka melakukan itu agar Puput tidak curiga. Sedangkan Kevin, ia masih terus memantau keadaan istrinya dari jauh, tapi ia selalu datang tiap malam setelah Puput tidur, sekedar untuk melihat sang istri secara langsung dan meninggalkan ciuman kasih sayang untuk orang yang amat disayangnya.


Beberapa hari setelah sadar kini Puput dinyatakan sudah pulih dan sudah bisa dipulangkan, Kenlah yang dengan setianya menemani adiknya itu, sedangkan Bu Amrah dan Pak Dana sudah menunggu kedatangan putri mereka di kediamannya.


"Kak, Kakak di sini terus kan nemenin aku, ga ke negara P lagikan?" tanya Puput memastikan keputusan kakaknya saat mereka berada dalam mobil menuju ke mansion Puput.


"Iya, Sayang. Kakak akan tetap di sini nemenin kamu," jawab Ken melirik Puput sekilas lalu kembali fokus mengemudi.


"Terus kerjaan, Kakak di sana bagaimana?" tanya Puput lagi, mengingat kakaknya itu memiliki perusahaan sendiri yang cukup besar di negaranya itu.


"Kamu ga usah khawatirin masalah itu, Sayang. Kakak akan kerjain dari jauh, di sana juga sudah kakak tempatkan orang kepercayaan kakak untuk mengelola perusahaan selama kakak berada di sini," jelas Ken dengan tersenyum.


"Makasih yah, Kak," ucap Puput merasa bahagia karena kakaknya itu akan ada untuk menemaninya.


"Iya, Sayang," jawab Ken lalu mengelus rambut adik kesayangannya itu.


"Kak, apa di sana, Kakak sudah memiliki pacar atau orang spesial mungkin?" tanya Puput yang tiba-tiba penasaran dengan kisah asmara kakaknya.


"Kok nanyanya gitu sih, Sayang?" tanya Kevin yang heran dengan pertanyaan Puput.

__ADS_1


"Ya aku penasaran aja sih, Kak. Apakah sudah ada yang bisa menaklukkan hati, Kakakku yang tampan dan dingin ini," jawab Puput yang sekaligus menggoda kakaknya itu.


"Hahaha, kakak itu mana sempat cari pacar, Sayang. Selama di sana itu kakak hanya fokus untuk bekerja dan juga belajar ilmu bela diri agar kakak bisa ngelindungin, Princess kakak yang cantik ini," jawab Ken lalu mengusap pipi Puput dengan sayang.


"Makasih yah, Kak. Kakak sudah menjadi kakak yang terbaik buat aku," ucap Puput yang terharu mendengar ucapan Ken.


Tak terasa perjalanan mereka yang diselingi perbincangan hangat itu pun sudah sampai di tempat tujuan, yakni di mansion Pak Dana. Yah Kevin dan Pak Dana memang sudah sepakat agar selama Puput masih belum mengingat semuanya, dia akan tinggal di mansion kedua orang tuanya dan di sinilah tugas Kevin untuk benar-benar memperjuangkan cintanya.


"Assalamualaikum," salam Ken dan Puput saat memasuki mansionnya.


"Waalaikumsalam," sapa semua orang yang berada di dalam lalu menyambut Puput.


"Iya, Sayang mami dan papi ke sini untuk turut menyambut kehadiran kamu, Sayang," jawab Bu Siska lembut lalu menggandeng menantunya untuk duduk di sofa.


"Makasih ya, Mi, Pi. Maaf merepotkan kalian."


"Untuk anak sendiri kami ga merasa direpotkan kok, Sayang," jawab Bu Siska yang membuat Puput bingung.


"Hehe, maksud mami kamu itu karena kami sudah menganggap kamu sebagai putri kita, Sayang," ucap Pak Aldrich yang menjawab kebingungan Puput.

__ADS_1


"Hehe, iya, Sayang. Papi kamu benar, kamu tahu sendiri kan mami sama papi ingin sekali punya anak perempuan tapi anak kami itu cuma anak laki doang," sambung Bu Siska dengan sendu.


"Mi, Mami sama Papi boleh kok anggap Puput sebagai anak sendiri, Puput juga bahagia bisa mempunyai orang tua seperti kalian," ucap Puput yang membuat semua orang yang berada di sana tersenyum.


"Makasih ya, Sayang," ucap Bu Siska lalu memeluk Puput.


"Sama-sama, Mi," jawab Puput membalas pelukan Bu Siska.


Bu Amrah yang melihat besannya itu pun menitihkan air matanya, bukan karena ia cemburu melihat putrinya dipeluk oleh orang lain. Melainkan karena ia bahagia melihat putrinya itu yang bersikap begitu dewasa, ia juga sebenarnya kasihan melihat besannya yang sangat menyayangi putrinya seperti anak kandung mereka sendiri, tapi sekarang putrinya melupakan itu semua.


Sementara di parkiran, seorang lelaki tampan sedang mengawasi aktvitas mereka di dalam mansion dengan menitihkan air matanya, perasaannya campur aduk, antara senang dan juga sedih. Senang karena Puput sudah pulang dari rumah sakit dan sedih karena ia tidak bisa berada di sisi Puput, tidak bisa memeluknya dengan sayang dan manja lagi. Orang itu tak lain dan tak bukan adalah Kevin. Dia menyaksikan adegan di dalam melalui laptopnya yang sudah tersambung dengan beberapa CCTV yang sengaja diletakkan di mansion itu agar dia bisa menyaksikan aktivitas istrinya walaupun dari jauh.


"Aku berjanji akan membuatmu mengingat semua kenangan tentang kita, Sayang. Kalaupun itu tidak terjadi, aku akan membuatmu jatuh cinta lagi padaku. Kau adalah milikku dan selamanya akan menjadi milikku," ucap Kevin lalu menghapus air matanya yang sudah dengan lancangnya membasahi wajah tampannya.



(Pak Presdir yang akan memperjuangkan cintanya)


🌸🌸🌸

__ADS_1


jangan lupa LIKE, KOMEN, dan VOTE πŸ€—πŸ€—πŸ™


__ADS_2