LOVE STRUGGLE (PERJUANGAN CINTA)

LOVE STRUGGLE (PERJUANGAN CINTA)
Olahraga


__ADS_3

"Fa, Za udah dulu yah, bateraiku tinggal 2 persen," ucap Puput beralasan untuk mengakhiri panggilan mereka.


Mereka memang sudah lama telfonan, namun tidak tau pembahasannya ke mana saja karena jika dilanjutkan maka akan berlangsung selama berjam-jam, sedangkan Puput sadar diri bahwa ia sudah tidak bisa seperti teman-temannya itu, ada tanggung jawab besar untuk ia jalani, yakni merawat dan membahagiakan suaminya dan anak-anaknya kelak, oleh karena itu ia harus membatasi segala kegiatannya sebelum menikah, termasuk aktivitasnya bersama sahabat-sahabatnya itu.


"Liat apa, Sayang, serius sekali ?" tanya Puput pada Kevin setelah tadi ia mengakhiri panggilannya.


"Cuma meriksa email kok, Yank, udah selesai nelfonnya ?"


"Sudah, Sayang."


Kevin pun bangkit dari pangkuan istrinya lalu menyimpan ponselnya di nakas samping tempat tidurnya.


"Sayang," panggil Kevin.


"Ada apa, Sayang ?"


"Olahraga yuk," ajaknya.


"Apaan sih, Sayang, masa jam segini ngajak olahraga, bukannya sehat masuk angin nanti kitanya, besok aja yah sayang kita olahraganya," ucap Puput (entah ia terlalu polos atau memang segaja untuk menggoda suami tampannya itu, entahlah).


"Ya Allah, Sayang, umur kamu berapa sih ?" tanya Kevin tak habis pikir dengan kepolosan istrinya itu.


"22, Sayang, bukannya kamu udah tau segalanya tentang aku yah ?"

__ADS_1


"Kamu pernah belajar biologi ga sih, Sayang pas SMA, SMP dulu ?"


"Ya pernahlah, Sayang. Kamu gimana sih tadi bahasnya olahraga kok malah bahas pelajaran biologi sih, Sayang ?" tanya Puput semakin tak mengerti.


"Aku heran aja, Sayang. Kamu pernah belajar biologi 6 tahun kok olahraga yang aku maksud kamu ga paham sih ?"


"Maksud kamu ap..... Tunggu .. tunggu jadi maksud kamu mak*ng love ?" tanya Puput yang baru konek.


"Iya, Sayaaaaaaang, aduh kok baru ngeh sih," ucap Kevin gemes dan mencubit kedua pipi Puput.


"Auu sakit, Sayang," jerit Puput.


"Lagian nih yah, Sayang yang aku pelajari di biologi itu, yah tumbuh-tumbuhan, lapisan tumbuhan, pemekaran bunga, tentang hewan, kalau tentang manusia itu yah pertumbuhan dan perkembangannya, bagian-bagian tubuh, yah termasuk itu organ intim, ga ada yah, Sayang bahas olahraga-olahraga begituan, olahraga itu yah penjaskes, Sayang, ga ada di bi....." belum selesai Puput menyelesaikan ucapannya, Kevin langsung membungkam mulut Puput dengan bibirnya.


"Kamu ini, Sayang kalau mau cium itu bilang-bilang jangan asal nyosor aja," ucap Puput cemburut.


"Ya tahan dulu lah, Sayang. Aku masih mau nanya nih."


"Jadi abis aku jawab pertanyaan kamu, boleh yah, Sayang ?"


"Iya iya."


"Ya udah cepet nanyanya, Sayang," ucap Kevin dan mencium kepala istrinya berulang-ulang.

__ADS_1


"Besok jadikan kita ke mansion mama sama papa ?" tanya Kevin dan mendongak melihat suaminya.


"Jadi dong, Sayang. Besok aku antar kamu dulu baru ke kantor, pulang kantor aku jemput lagi."


"Kan berlawanan arah, Sayang."


"Gapapa, Sayang, demi istriku ini apa pun akan aku lakukan."


"Gombal kamu, Sayang."


"Serius, Sayang."


"Iya iya, makasih yah, Sayang."


"Jangan makasih doang, Sayang. Ada hal penting yang harus kamu lakukan."


"Oke, Sayang" ucap Puput lalu bangun dan langsung menyerang Kevin.


Kevin yang mendapatkan serangan dari Puput sebenarnya kaget, tapi kekagetannya itu terkalahkan dengan rasa bahagianya.


"Kamu udah pinter yah, Sayang, diajarin siapa sih ?" goda Kevin.


"Diajarin kamulah, Sayang, siapa lagi," ucap Puput.

__ADS_1


Puput melanjutkan kembali aktivitasnya untuk menyenangkan suaminya itu dan tentunya dia juga menikmatinya, dengan sangat malah. Apalagi kalau bukan pergulatan di atas ranjang, menembus dinginnya malam dengan keringat cinta mereka, memuaskan satu sama lain sampai benar-benar puas.


🌸🌸🌸


__ADS_2