LOVE STRUGGLE (PERJUANGAN CINTA)

LOVE STRUGGLE (PERJUANGAN CINTA)
Keputusan


__ADS_3

"Eza..." ucap Puput pelan setelah membuka pintunya.


Ya orang yang ingin bertemu dengan Puput adalah Eza karena setelah merasa agak mendingan tadi, Eza memutuskan untuk menemui Puput. Eza sadar selama ini ia salah yang terlalu lemah akan cinta, sehingga ia ingin memperjelas semuanya, ia berjanji apapun keputusan Puput nantinya, ia akan menerimanya.


Eza yang melihat Puput sudah datang langsung berdiri


"Hai, Put. Ayo duduk," sapa Eza tersenyum dan menarik kursi untuk Puput mempersilahkannya duduk.


Puput yang melihat itu cukup heran, tapi ia hanya mengikutinya selama itu masih dalam batas wajar pikirnya.


"Gue tau lo pasti heran kenapa gue ngajak lo ketemuan dengan cara yang seperti ini, Put," ucap Eza memulai pembicaraan setelah ia duduk di kursi yang berhadapan dengan Puput. Puput hanya mendengar apa yang diucapkan oleh Eza.


"Gua cuma mau mendengar secara langsung dan lebih jelas lagi tentang pembahasan kita di telfon waktu itu, Put," ucap Eza kemudian.


"Hm gapapa, Za sekalian aku juga mau jelasin sesuatu sama lo," ucap Puput tersenyum setelah hening beberapa saat.


"Apa, Put ?" tanya Eza yang memang sudah sangat penasaran.


"Sebelumnya gue minta maaf yah, Za soal waktu itu, gue langsung matiin telfonnya sebelum mendengar ucapan lo, jujur saja gue cukup syok, Za mendengar pengakuan lo."


"Gue juga minta maaf, Put karena pengakuan gue membuat lo syok," ucap Eza juga.


Puput hanya tersenyum mendengar ucapan Eza.

__ADS_1


"Maaf juga selama pertemanan kita, gue masih belum bisa jujur sama lo dan Fani tentang jati diri gue," ucap Puput lalu menunduk.


Eza sedikit syok mendengar perkataan Puput, ia penasaran tapi ia memilih diam, menunggu Puput melanjutkan ucapannya.


"Sebenarnya nama lengkap gue itu Aisyah Putri Wardhana, selama pertemanan kita gue belum bisa jujur sama lo dan Fani, gue sebenarnya nyari waktu yang tepat untuk jujur sama kalian tapi udah keburuan suasananya seperti ini. Maaf selama pertemanan kita gue sering bohongin kalian berdua untuk nutupin jati diri gue," Puput menjeda kalimatnya lalu menarik nafasnya dalam-dalam untuk melanjutkan pengakuannya yang mungkin akan sangat menyakiti perasaan sahabatnya itu.


"Dan maksud gue waktu di telfon yang bilang soal menjaga hati itu memang benar, Za karena sebenarnya gue udah nikah sehari setelah final test. Lo emang benar, selama ini gue ga pernah dekat dengan laki-laki lain selain lo tapi inilah faktanya, Za. Gue emang udah nikah dan gue sedang menjaga hati untuk suami gue. Gue emang ga pernah dekat dengan dia sebelumnya, dia adalah laki-laki yang dikenalkan oleh orang tua gue, Za dan kita menikah melalui taaruf," penjelasan Puput membuat hati Eza semakin sesak, rasanya sangat sulit untuk menerima kenyataan bahwa wanita yang dicintainya telah bersanding dengan pria lain.


"Maaf yah, Za lebih baik lo lupain perasaan lo sama gue dan buka hati lo untuk wanita lain karena gue yakin, Za ada banyak wanita di luar sana yang menyukai lo, Za dan yang harus lo tau ada hati yang diam-diam sedang memperjuangkan lo, Za tapi lo belum menyadarinya," lanjut Puput kemudian.


"Apa lo pernah ada hati sama gue, Put ? Tolong jawab gue dengan jujur, Put," tanya Eza kemudian.


"Selama ini gue ga pernah menaruh satu nama pun di hati gue, Za karena gue ga mau menyimpan laki-laki yang belum menjadi hak ku dalam hatiku, Za," ucap Puput kemudian tersenyum.


"Apa lo mencintai suami lo, Put ?" tanya Eza kemudian.


"Setelah kata sah terucap aku sudah memutuskan untuk belajar mencintai suamiku, Za. Mungkin aku belum mencintainya sekarang tapi aku nyaman bersamanya, aku sudah biasa dengannya dan aku yakin suatu hari nanti aku pasti akan mencintainya, Za," jawab Puput kemudian.


"Ya udah kalau itu memang keputusan lo, Put gue akan belajar menerimanya, tapi kita masih bisa berteman kan, Put ?" tanya Eza kemudian karena setelah mendengar penjelasan Puput ia sudah membulatkan tekadnya untuk belajar melupakan Puput dan satu hal yang ia harapkan yakni Puput masih bisa berteman dengannya, masih mau menerimanya sebagai sahabatnya.


"Iya, Za kita akan tetap bersahabat," ucap Puput dengan senyum manisnya.


"Terima kasih, Put," ucap Eza dengan senyum pula.

__ADS_1


Ceklek


Perhatian kedua orang tersebut dialihkan dengan seseorang yang membuka pintunya dan dilihatnya seorang pria tampan dengan stelan kantornya, Eza cukup terkejut karena ia sangat mengenal orang itu tapi ia tidak mengerti mengapa orang itu bisa berada di ruangan yang telah dipesannya itu. Sama halnya dengan Puput, ia pun juga terkejut lalu kemudian tersenyum menghampiri orang tersebut.


"Loh, Sayang kok kamu tau aku di sini ?" tanya Puput setelah berada di hadapan suaminya karena jujur saja ia bingung kenapa suaminya itu bisa tau keberadaannya dan juga cukup khawatir, jangan sampai suaminya itu salah paham.


"Aku tadi ingin menemuimu, Sayang lalu sekertarismu bilang kalau kamu sedang berada di sini," bual Kevin tersenyum lalu mengecup Kening Puput.


Sebenarnya Kevin tadi sempat menguping di luar ruangan sebab saat ia akan membuka pintu, ia mendengar pertanyaan Eza yang memang juga membuatnya sangat penasaran, yakni "Apa lo mencintai suami lo, Put ?" ia mengurungkan niatnya untuk membuka pintunya dan menyimak jawaban istrinya itu dibalik pintu, ia tersenyum mendengar jawaban Puput dan ia bertekad untuk membuat kekasih halalnya itu untuk mencintainya.


"Oh gitu... oh iya, Sayang kenalin dia Eza sahabatku dan, Za ini suamiku yang barusan aku ceritain," ucap Puput memperkenalkan keduanya.


"Kevin," ucap Kevin mengulurkan tangannya.


"Eza," ucap Eza menyambut tangan Kevin dengan senyumnya.


keduanya berbincang sedikit untuk mengurangi kecanggungan di antara mereka.


Melihat Puput dan Kevin membuat Eza bahagia, Ia memutuskan untuk mengikhlaskan Puput. Walaupun ia tak bersama wanita yang dicintainya itu tapi setidaknya ia bisa melihatnya bahagia, ya walaupun bukan bersamanya karena cinta memang tak harus memiliki, pikirnya.


🌸🌸🌸


jangan lupa LIKE, KOMEN, dan VOTE πŸ€—πŸ€—πŸ™

__ADS_1


__ADS_2