
Sudah beberapa minggu ini Puput terbaring tak sadarkan diri. Pak Aldrich dan Bu Amrah juga pulang untuk menjaga menantu mereka, mereka bergantian dengan Pak Dana dan Bu Amrah, Eza dan Fani juga setiap pulang kuliah selalu datang untuk menemani Puput. Sedangkan Kevin ia hanya akan meninggalkan istrinya jika ada rapat penting, dan selalu membawa pekerjaannya ke ruangan istrinya.
Saat ini Puput sendirian di ruangannya, sebab Kevin pagi-pagi buta sudah pergi untuk rapat dengan kliennya yang dari luar negeri, sedangkan orang tua atau pun mertuanya belum sampai.
Ceklek
Pintu ruangan Puput terbuka dan terlihat seorang laki-laki tampan nan gagah memasuki ruangan Puput. Laki-laki itu berjalan dengan raut wajah yang tak terbaca, ia berjalan mendekati Puput yang masih berbaring koma.
"Hei, Princess bangun sayang. Apa kau tidak mau memelukku ha? Apa kau tidak merindukanku hmm?" ucapnya dengan begitu lembut sambil memegang tangan Puput lalu mengecupnya dalam.
"Bangunlah, Princess. Prince janji akan menuruti apapun yang kamu mau, aku tidak akan meninggalkanmu sayang, aku janji," ucapnya dan tanpa dipinta air matanya jatuh mengenai tangan Puput yang dipegangnya.
"Maafkan prince yang udah ninggalin kamu sayang, bangunlah kumohon," lirihnya lagi dan tiba-tiba tangan yang dipegangnya bergerak, ia langsung melihat tangan Puput untuk memastikannya dan ternyata tangan Puput memang bergerak. Dengan perlahan Puput membuka matanya.
"Kau sudah bangun, Princess?" tanya laki-laki itu.
"Prince," lirih Puput.
__ADS_1
"Iya, Sayang. Ini aku," senang pria itu dan langsung memeluk Puput.
πΈπΈ
Saat ini Kevin sedang rapat bersama kliennya yang datang dari negara A, tiba-tiba saja Wira menghampirinya dan membisikkan sesuatu yang membuat Kevin syok.
"Excusme me, Sir. Please apologize me cause I must go, there is an urgent and our meeting will be continue with my assistant!" ucap Kevin pada kliennya.
"It's ok," jawab kliennya dan tersenyum.
Kevin pun berlalu keluar dan langsung menelfon anak buahnya yang ia tugaskan untuk berjaga di sekitar ruangan Puput, tapi ponsel mereka tidak ada yang aktif.
"S**t," umpatnya.
"Dasar tidak becus," kesalnya pada anak buahnya.
Kevin pun mengaktifkan sebuah aplikasi di ponselnya yang terhubung dengan kamera tersembunyi yang berada di ruangan Puput. Dilihatnya seorang laki-laki yang sedang mencium tangan Puput, hal itu berhasil memancing emosi Kevin. Apalagi saat ia mendengar orang itu memanggil istrinya dengan kata sayang yang membuatnya semakin kebakaran jenggot.
__ADS_1
"Breng***, berani-beraninya dia menyentuh istriku dan memanggilnya sayang," kesalnya lalu menancapkan gas mobilnya, ia melintasi jalanan dengan kecepatan ekstra seakan dialah yang punya jalanan itu, aksinya itu membuat para pengendara yang dilewatinya menggurutu bahkan ada yang mengutuknya, padahal kalau mereka tau siapa yang berbuat seperti itu pasti mereka tidak akan berani marah-marah seperti itu, mungkin melihatnya pun mereka tak akan berani.
Kevin kini sudah sampai di rumah sakit, dia langsung memarkirkan mobilnya dan berlari memasuki lift.
"Loh, Vin. Kamu kenapa, Nak?" tanya Bu Amrah yang kebetulan juga berada di dalam lift bersama Pak Dana, mereka dibuat kaget dengan kelakuan menantunya yang berlari seperti orang kesetanan.
"Ada seseorang di ruangan Puput, Ma," jawabnya sambil mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.
"Apa?" kaget Bu Amrah dan Pak Dana. Mereka pun juga ikutan panik mendengar ucapan menantunya.
"Tapi bukannya kamu sudah menempatkan beberapa anak buahmu untuk menjaganya?" tanya Pak Dana.
"Iya, Pa tapi mereka semua tidak becus, ponsel mereka tidak ada yang aktif," kesal Kevin mengingat anak buahnya. Hal itu semakin membuat Bu Amrah dan Pak Dana kaget.
Sesampainya di lantai paling atas, mereka langsung berlari keluar dari lift dan menuju ke ruangan Puput. Setelah membuka pintu mereka sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat.
πΈπΈπΈ
__ADS_1
jangan lupa LIKE, KOMEN, dan VOTE π€ππ