LOVE STRUGGLE (PERJUANGAN CINTA)

LOVE STRUGGLE (PERJUANGAN CINTA)
Sesak


__ADS_3

"Assalamualaikum," salam Pak Aldrich dan Bu Siska yang baru saja datang.


"Waalaikumsalam," jawab semua orang yang berada di dalam, kecuali Puput karena dia masih belum sadarkan diri dari pengaruh obat yang tadi disuntikkan dokter.


"Jeng, putri kita sudah sadar," ucap Bu Amrah dan segera bangun dari duduknya untuk memeluk besannya.


"Serius, Jeng? Alhamdulillah," ucap Bu Siska begitu bahagia mendengar menantunya sudah sadar, begitupun dengan Pak Aldrich.


"Tapi...," lirih Bu Amrah dengan raut wajah sedihnya setelah melepaskan pelukannya.


"Ada apa?" tanya Bu Siska yang khawatir melihat perubahan besannya, ia takut terjadi sesuatu yang serius terhadap menantunya.


Bu Amrah memandang suaminya, memberi isyarat agar suaminyalah yang menjelaskannya karena dia tak sanggup untuk mengatakannya.


"Em begini, Drich, Siska, Ais mengalami amnesia disosiatif, dia tidak dapat mengingat sebagian hal yang berkaitan dengannya. Dia tidak mengingat Kevin, dia lupa kalau dia sudah menikah. Ketika dia berusaha untuk mengingatnya, dia akan histeris karena kepalanya sakit," jelas Pak Dana.


"Ya Allah, kasian kamu, Sayang," lirih Bu Siska dan berjalan untuk mendekati menantu kesayangannya itu. Dibelainya rambut Puput lalu dia mencium kening menantunya tanpa perintah air matanya jatuh tepat di wajah Puput.


Puput yang merasakan seperti ada air yang menetes di wajahnya dengan perlahan membuka matanya, dia menatap seorang wanita paruh baya yang masih cantik, dilihatnya wanita itu menangis di dekatnya.


"Tante," lirihnya.


"Kamu sudah bangun, Sayang. Iya, ini tante, Sayang," jawan Bu Siska lalu kembali memeluk menantunya, dadanya begitu sesak melihat menantu kesayangannya itu hanya mengingatnya sebagai orang asing bukan sebagai ibu mertuanya.


Mendengar percakapan Puput dan Bu Siska, Pak Aldrich, Bu Amrah, dan Pak Dana langsung mendekat ke ranjang Puput. Sedangkan Kevin dan Ken berdiri tak jauh dari mereka karena takutnya jika Kevin mendekat, Puput akan kembali histeris.

__ADS_1


"Tante kok bisa ada di sini, bukannya tante di negara P ya?" tanya Puput yang bingung melihat kehadiran orang yang pernah ditolongnya.


"Iya, Sayang," jawab Bu Siska dengan memaksakan senyumnya.


"Tante tau dari mana kalau aku sakit?"


"Mm.. oh iya, Sayang. Kenalkan dia ini suami tante yang dulu mau tante kenalkan ke kamu tapi kamu buru-buru mau pulang," jawab Bu Amrah yang langsung memperkenalkan suaminya pada Puput ketika melihat suaminya itu berdiri di sampingnya.


"Hai, Om. Maaf yah, Om waktu itu Puput buru-buru jadi ga sempat deh ketemu sama, Om," ucap Puput yang merasa bersalah karena kejadian itu.


"Iya, Sayang tidak masalah," jawab Pak Aldrich sambil memaksakan senyumnya, dadanya begitu sesak melihat menantunya yang tidak mengenalinya.


"Oh iya, kok kalian bisa tau aku dirawat di sini?" Puput kembali bertanya pada Bu Siska dan Pak Aldrich.


"Karena kamu adalah menantu kami, Sayang. Putri yang sangat kami sayangi," gumam Pak Aldrich dan Bu Siska bersamaan dalam hati mereka. Ingin sekali mereka mengatakan itu tapi mereka tidak sanggup untuk mengatakannya karena tidak tega melihat menantunya kesakitan.


"Oh gitu. Makasih ya, Om, Tante sudah repot-repot menjenguk saya."


"Sama-sama, Sayang."


"Sayang, bolehkah kamu memanggil kami dengan panggilan mami dan papi?" tanya Bu Siska pelan.


"Memangnya kenapa, Tante?" tanya Puput bingung.


"Karena sejak kamu menolong tante, tante dan om sangat berterima kasih dan kami sudah menganggap kamu sebagai anak kandung kami, jadi boleh ya, Sayang?"

__ADS_1


"Mm, bo...leh kok ta... eh, Mami."


"Makasih ya, Sayang," ucap Bu Siska dan langsung memeluk menantunya dengan erat. Sedangkan orang yang menyaksikan itu meneteskan air matanya merasa haru melihat adegan di depan mereka, tapi mereka segera menghapusnya agar tidak ketahuan sama Puput karena jika Puput melihatnya, ia akan curiga.


"Oh iya, Sayang. Kenalkan dia Kevin, putra mami," ucap Bu Siska yang memperkenalkan anaknya kepada Puput setelah melepaskan pelukannya.


Kevin pun dengan pelan berjalan mendekat ke arah Puput.


"Tapi tadi dia kan..." ucap Puput yang mengingat kejadian sesaat setelah dia sadar dari komanya.


"Maafkan saya, Nona. Tadi saya khilaf," ucap Kevin berusaha menahan sesak di dadanya.


"Lain kali, jangan seperti itu ya, Kak. Ga sopan," ucap Puput yang masih kesal karena kelakuan Kevin yang dikiranya orang asing dengan tiba-tiba memeluknya.


"Dan ingat yah, Kak. Aku itu bukan istri, Kakak karena aku itu masih single!" ucap Puput kembali menegaskan. Hal itu semakin membuat Kevin sedih, Pak Aldrich yang berdiri di samping putranya dengan cepat memegang bahu anaknya bermaksud memberinya semangat.


"Iya, maafkan saya," ucap Kevin dengan berat berusaha menahan tangisnya, namun sesaat kemudian dia segera memalingkan wajahnya karena sudah tak kuasa menahan air matanya.


"Ya Allah, hatiku begitu sakit melihat istriku sendiri melupakan aku," lirih Kevin dalam hati lalu memejamkan matanya, membiarkan air matanya jatuh. Sungguh hatinya begitu sesak.



(yang sedang dilupakan sama orang yang disayangnya πŸ™ƒ)


🌸🌸🌸

__ADS_1


jangan lupa LIKE, KOMEN, dan VOTE πŸ€—πŸ€—πŸ™


__ADS_2