
Seorang pria yang bertubuh kekar, tampan dan akan menjadi idola para wanita, tapi ia lebih suka sendiri dan tidak ada wanita yang bisa menarik perhatian nya sampai saat ini. Ia terkenal kejam dan dingin sekali diusik maka orang tersebut akan mati mengenaskan di tangan nya. Ia miliki aura mata tajam siapa yang melihat akan bergidik ngeri dan takut, ia adalah pria berusia 27 tahun yang sangat terkenal kejam, bengis, dan orang yang disegani serta ditakuti jika berlawanan dengan nya, pria itu bernama Arga Wijaya.
Seorang pria bernama Anggara putra ia adalah pria tampan, dingin sama seperti bos nya. Ia adalah tangan kanan sekaligus asisten dari Arga Wijaya.
Bara Austin ia adalah tangan kanan dari Arga Wijaya, yang menjadi pimpinan di markas. Ia memiliki kemampuan yang hebat. Setiap yang menjadi tangan kanan atau asisten dari Arga Wijaya ialah orang orang yang memiliki kemampuan hebat tapi tidak bisa menandingi kemampuan bos nya sendiri.
Kirana putri Ranjaya adalah seorang wanita berumur 18 tahun yang bisa dipanggil Kirana memiliki jiwa yang tegas dan cerewet, ia juga memiliki kemampuan bela diri. Ia adalah anak dari pengusaha di kota nya. Papa nya bernama Bastian Ranjaya dan mama nya Rana Bungai
Hay guys yang lain tidak perlu disebutkan iya, mereka sebagai pemeran pendukung dari novel ku guys..... Selamat membaca🤗
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Masion Ranjaya.
"Pagi pa, ma " ucap Kirana, duduk di meja makan bersama papa dan mama nya untuk sarapan pagi.
"Sayang udah mau berangkat aja "ucap mamanya Rana.
"Iya dong Ma tinggal sarapan aja"ucap Kirana santai.
"Putri papa ini kapan tamat sekolahnya?" tanya papa Bastian.
"Nggak lama lagi pa mau ujian ni" ucap Kirana santai sambil makan makanan nya.
"Iya udah sayang semangat belajarnya" ucap Rana mama nya.
"Iya siap ma, doain aja Kirana iya ma, pa "ucap Kirana sambil melihat kedua orang tua nya.
"Iya sayang "ucap serentak mama dan papa nya.
"Ma, pa aku berangkat dulu iya" ucap Kirana sambil menyalami kedua tangan orang tua nya.
"Iya sayang hati-hati "ucap orang tua nya, dan Kirana pun langsung berlalu pergi ke sekolahnya diantar oleh supir nya.
"Ma bagaimana iya?"tanya Bastian.
"Kenapa pa" tanya balik Rana.
"Kita punya hutang banyak ma karena membangun perusahaan kita ini" jawab Bastian gusar.
"Iya papa juga sih kenapa minta tolong sama orang seperti dia"ucap Rana kesal.
"Iya mau bagaimana lagi, hanyah ia yang memiliki perusahaan terbesar yang bisa membantu perusahaan kita" ucap Bastian memijat pelipisnya.
"Iya terus bagaimana pa" tanya Rana pusing.
"Iya, walaupun kita memberikan perusahaan kita itu pun tidak cukup untuk membayar" ucap Bastian khawatir.
"Iya nyicil aja pa, setiap ada pemasukan tabung aja pa" ucap Rana memberi solusi.
"Iya ma tapi perlu bertahun-tahun, kalau ia minta nya bulan depan bagaimana? ia orang kejam ma susah diajak bicara baik-baik, waktu habis tempo nya bulan depan ma" ucap Bastian khawatir dan pusing.
"Ya Tuhan, terus gimana pa" tanya Rana ketakutan.
"Iya mau gimana lagi kita harus menghadap nya kita minta kelonggaran, mungkin bisa?" ucap Bastian.
"Iya pa semoga ia memberi waktu luang lagi" ucap Rana khawatir.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ditempat lain
Perusahaan Atmaja Perkasa
"Bagaimana penyerangan di wilayah timur?" tanya pria itu. Ia adalah pria bernama Arga Wijaya.
"Aman bos, wilayah tersebut sudah dalam kawasan kita dan sudah menjadi milik kita bos" ucap asisten nya bernama Anggara.
"Bagus, serang semua yang menjadi bumerang untuk markas kita, dan wilayah kita semakin luas, hahahhah" tawa pria itu menggema di ruangan nya
"Iya baik bos, itu semua ada di kendali kan oleh Bara" ucap asisten Anggara.
"Bagus jangan sampai lengah " ucap pria itu dingin.
"Semua lokasi bisnis ku apa berjalan lancar?"tanya pria itu lagi.
"Lancar bos, baik di club mau pun di lokasi lain hotel, atau pun marketing lainnya" jelas asisten Anggara.
"Kerja bagus "ucap Arga dingin.
"Nanti malam di wilayah Utara akan melakukan transaksi ilegal, bagaimana apakah kita akan melakukan penyerangan?" tanya asisten Anggara.
"Iya lakukan penyerangan, hancurkan misi mereka dan rampas barang ilegal mereka" ucap Arga dengan senyum menyeringai.
"Baik bos akan saya atur penyerangan nya" jawab asisten Anggara.
"Hemm...."ucap Arga.
"Bagaimana dengan perusahaan yang meminjamkan dana dari perusahaan kita?" tanya Arga dingin.
"Hemm...Bagus tunggu apa lagi, jika habis waktu tempo langsung tagih" ucap Arga dingin
" Baik bos, itu pasti" ucap asisten Anggara
"Sekarang antar kan saya ke Masion" ucap Arga dingin.
"Baik bos" ucap asisten Anggara. Mereka langsung keluar dari perusahaan tersebut dan meluncur ke Masion Wijaya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Hey Kiran, mau pulang aja iya" ucap Balqis teman Kirana.
"Iya ni lagi nunggu supir gue" ucap Kirana santai.
"Oh iya sudah, gue duluan iya kiran" ucap Balqis dan berlalu pergi.
"Iya" ucap Kirana seadanya.
"Maaf non agak lama datang nya" ucap sopir Kirana.
"Iya pak Ijal, tidak masalah" ucap Kirana tersenyum.
"Iya terimahkasih" ucap pak Ijal dan langsung membawa nona nya pulang ke rumahnya.
"Eh pak coba berhenti sebentar di Indomaret itu" ucap Kirana.
__ADS_1
"Baik non" ucap pak Ijal langsung berhenti dan Kirana langsung keluar dari mobil.
"Tunggu sebentar iya pak, saya mau membeli sesuatu dulu" ucap Kirana.
"Baik non, silahkan atuh" ucap pak Ijal dan Kirana pun langsung berlalu pergi.
Di dalam Indomaret.
"Sepertinya ini sudah cukup deh untuk cemilan" gumam Kirana.
Kirana telah selesai dan langsung keluar dari Indomaret itu. Tiba-tiba..
Brukk.....
"Akhh..."pekik Kirana
"Aduhh...Sakitnya" keluh nenek pengemis jalanan yang di tabrak Kirana membuat pinggang nya encok.
"Aduhh... Nenek aku tidak sengaja, maaf iya nek" ucap Kirana kasihan.
"Iya nak tidak apa, boleh tidak nenek minta sedikit makanan nya?" tanya nenek itu.
"Hemm...Boleh nek ambil aja ini semuanya " ucap Kirana
Sedangkan tempat lain ada yang memperhatikan mereka.
"Berhenti " ucap Arga dingin
"Maaf bos, tapi bos sudah selesai dan sudah masuk dalam mobil, iya makanya mobil nya saya jalan kan" ucap asisten Anggara.
"Tetap diam" ucap Arga dan matanya terus keluar dari kaca mobil.
"Bos lihat apa sih diluar " gumam asisten Anggara sambil memperhatikan apa yang di lihat bos nya.
"Lah untuk apa sih bos lihat yang begituan" gumam asisten Anggara heran
"Hemm...Boleh nek ambil aja ini semuanya " ucap Kirana
"Makasih banyak nak" ucap nenek itu senang.
" Iya sudah kalau gitu aku masuk lagi iya nek" ucap Kirana ingin membeli cemilan nya lagi.
Tiba-tiba....
"Hey nenek peyot serahkan semua barang di tangan mu" ucap preman jalanan itu sekitar 2 orang
"Hey Paman kalau mau makn iya cari kerja lah" suara cempreng Kirana membuat yang melihat disana menyungging senyum nya.
"Ha kenapa si bos bisa senyum mendengar suara cempreng gadis itu" gumam asisten Anggara melihat dari kaca mobil.
"Iya gadis kecil jangan melawan, kamu bisa juga iya serahkan juga semua barang kamu atau kami akan berbuat sesuatu" ucap salah satu preman itu dengan menyeringai.
"Enak saja minta minta kalau mau iya beli dong" ucap Kirana menentang.
"Nak sudah biar nenek kasih aja, kamu pergi saja dari sini, ini bahaya buat kamu nak" ucap nenek itu ketakutan.
"Tenang saja nek kita lawan mereka" tantang Kirana dengan songgong nya sambil tangan nya bertopang di pinggang nya.
__ADS_1
"Hahhahah...." Tawa pria itu dari mobil.