Mafia Kejam Suamiku

Mafia Kejam Suamiku
Godaan menghampiri Arga


__ADS_3

"Tenang saja nek kita lawan mereka" tantang Kirana dengan songgong nya sambil tangan nya bertopang di pinggang nya.


"Hahhahah...." Tawa pria itu dalam mobil.


"Bos ada yang lucu " ucap asisten Anggara heran.


"Diam..." Ucap Arga dingin, ini menjadi tontonan gratis buatnya dan bisa membuat iya tertawa karena lucu melihat tingkah gadis kecil di depan nya ini yang masih pakai seragam puti abu-abu.


"Kuat juga nyali gadis itu" gumam asisten Anggara, tapi masih didengar Arga membuat pria itu menyungging kan senyum nya.


"Sepertinya gadis ini menantang kita" ucap preman itu.


"Iya, boleh juga nyali mu gadis kecil" ucap salah satu preman itu.


"Ayok siapa takut " ucap Kirana menentang.


"Nak jangan " ucap nenek itu.


"Tenang aja nek" ucap Kirana meyakinkan.


"Cepat kita hajar gadis belagu ini" ucap preman itu langsung menyerang Kirana.


Dengan mudah nya Kirana menangkis setiap pukulan mereka, membuat iya terlihat lihai dalam bertarung. Dengan tendangan kuat iya menendang aset kedua preman itu.


"Brukkk...."


"Aww... Sakit " ucap preman itu sambil memegang aset nya.


"Ya Tuhan gadis kecil itu" beo asisten Anggara.


"Aduh sakit nya itu" ucap asisten Anggara ngilu memegang aset nya.


Sedangkan Arga hanyah menyungging kan senyum nya melihat gadis itu.


"πΊπ‘Žπ‘‘π‘–π‘  π‘˜π‘’π‘π‘–π‘™ π‘—π‘–π‘˜π‘Ž π‘˜π‘–π‘‘π‘Ž π‘π‘’π‘Ÿπ‘—π‘’π‘šπ‘π‘Ž π‘™π‘Žπ‘”π‘– π‘Žπ‘˜π‘’ π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘™π‘’π‘π‘Žπ‘  π‘˜π‘Žπ‘› π‘šπ‘’" batin Arga tersenyum.


"Masih mau melawan ha" bentak Kirana.


"Ampun.. Kami menyerah" ucap preman itu dan berlalu pergi.


"Makasih banyak nak, kamu sangat hebat" ucap nenek itu tulus dan tersenyum


"Iya sama-sama nek, aku pergi dulu iya nek" ucap Kirana tersenyum.


"Iya nak hati-hati " ucap nenek itu.


"Iya, nenek juga sampai berjumpa lagi nek" ucap Kirana dan berlalu pergi.


"Gadis baik" ucap nenek itu melihat Kirana berlalu.


"Ayok kita pulang" ucap Arga.


"Baik bos" ucap asisten Anggara.


"Huff...Gara-gara lihat gadis tadi sampai-sampai tidak pulang" gumam asisten Anggara menggerutu.


"Tidak perlu mengumpat" ucap Arga dingin dan tajam.


"Ha tidak mana ada bos" ucap asisten Anggara gugup.


Mereka pun sampai di Masion.


" Siap kan semua perlengkapan saya" ucap Arga pada pelayanan nya yaitu pak Ujang, yang hanyah bisa menyiapkan semua pakaian atau keperluan nya.

__ADS_1


"Baik tuan" ucap pak Ujang.


"Jangan lupa nanti malam "ucap Arga dingin.


"Baik bos" ucap asisten Anggara.


"Kamu pergi lah" ucap Arga.


"Baik bos" ucap asisten Anggara dan berlalu pergi ke kamar nya. Ia tinggal bersama bos nya di Masion.


Arga langsung masuk ke kamarnya membersihkan dirinya, setelah selesai ia langsung duduk termenung di balkon kamarnya sambil mengisap rokok nya.


"Ohh..Siitt, kenapa aku kepikiran dengan gadis tadi" ucap Arga.


"Aku suka wanita tipe seperti itu" ucap Arga pada dirinya sendiri sambil tersenyum.


"Tidak masalah memiliki wanita belia untuk teman tidur" gumam pria itu.


"Sittt..Kenapa sih gue kepikiran ke arah itu, gadis manis kau mengotori pola pikir ku yang selama ini tidak pernah terbayangkan sama sekali oleh ku" ucap Arga menyungging kan senyum nya.


"Lihat saja jika sampai aku bertemu dengan mu aku akan menghajar mu di ranjang" ucap Arga memikirkan ke hal itu sambil tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Masion Ranjaya.


"Mama aku pulang "teriak Kirana.


"Iya sayang, anak mama udah pulang aja, cepat aja" ucap Rana sambil memeluk anaknya.


"Ah mama disaat cepat pulang di omelin disaat telat juga di omelin" ucap Kirana cemberut.


"Haha... Kamu tahu aja sayang, ayok kita makan pasti kamu sudah lapar kan" ucap Rana sambil tersenyum.


"Iya ma, ayok kita makan" ucap Kirana girang.


"Ma, papa gak pulang iya untuk makan siang?" tanya Kirana sambil makan.


"Iya sayang, sepertinya papa mu tidak pulang" ucap Rana.


"Kenapa ma apa ada masalah iya di perusahaan" ucap Kirana menyelidik.


"Sepertinya ada sayang " ucap Rana seadanya.


"Ma mungkin aku bisa bantu gak?" tawar Kirana antusias.


"Mana bisa, kamu fokus ke sekolah kamu aja Kiran" ucap Rana.


"Mana tau ada yang bisa Kirana bantuin ma" ucap Kirana meyakinkan.


"Sayang sekarang papa mu lagi khawatir masalah hutang perusahaan kita sayang " jelas Rana


"Hutang, kok papa punya hutang iya ma" kepo Kirana.


"Itu dulu karena untuk membangun perusahaan kita sayang " ucap Rana seadanya.


"Hutang nya banyak ya ma" ucap Kirana penasaran.


"Iya sayang, karena itu papa mu tidak sanggup membayar nya dan katanya sih yang memberi dana itu orangnya kejam sayang mama jadi takut" ucap Rana khawatir.


"Mudah-mudahan ada kelonggaran iya ma dalam pembayaran nya" ucap Kirana gelisah.


"Iya sayang, semoga aja" ucap Rana.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam hari.


Dorr....Dorr....Dorr....Dorr....


Dorr....Dorr....Dorr....Dorr....


"Tembakan beruntun di lepaskan oleh musuh".


"Hey siapa kalian mengganggu kegiatan kami "hardik pria itu.


"Kalian tidak perlu tahu, serahkan semua barang kalian atau kalian akan mati " ucap Bara.


"Hahha... Kuat sekali kalian menentang kami" ejek pria itu.


"Baiklah, terima ini" ucap Bara garang.


"Dorr....Dorr....Dorr....Dorr...."


"Dorr....Dorr....Dorr....Dorr...."


Perkelahian sengit terjadi, aksi tembak menembak pun beruntun mengenai musuh dan lawan. Pertumpahan darah tak mereka hiraukan yang terpenting siapa yang menang itu yang hidup.


"Hahha... Sudah saya katakan jangan bermain-main atau mengejek kami" ucap bara lantang.


"Siapa kalian "ucap pria itu kesakitan karena terkena tembakan dan pukulan.


"Hahha perkenalkan kami kumpulan dari markas Gradean Black. Siapa yang berani menentang perintah bos kami akan mati mengenaskan" ucap bara menggema di ruangan itu.


"Apa.."ucap pria itu terkejut dan mati seketika.


"Hahah...Kita menang, sekarang bawak keluar semua barang nya dan ledakan markas ini" ucap Bara dingin pada pengawal nya.


"Baik tuan "ucap serentak mereka.


Markas musuh tersebut sudah menjadi abu termasuk orang yang berada didalam karena mereka meledak kan markas itu dengan bom yang sudah mereka rakit dengan menggunakan alat canggih.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Bos mereka sudah melakukan penyerangan " ucap asisten Anggara.


"Bagus" ucap Arga dingin.


"π»π‘Ž π‘Žπ‘π‘Ž β„Žπ‘Žπ‘›π‘¦π‘Žβ„Ž 𝑖𝑑𝑒 π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘π‘–π‘ π‘Ž 𝑑𝑖 π‘’π‘π‘Žπ‘ π‘˜π‘Žπ‘› π‘›π‘¦π‘Ž, π‘ π‘’π‘‘π‘Žπ‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘’π‘˜π‘Ž π‘ π‘’π‘‘π‘Ž π‘π‘’π‘Ÿπ‘—π‘’π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š π‘π‘’π‘Ÿπ‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘”. π΅π‘œπ‘ -π‘π‘œπ‘  π‘˜π‘Žπ‘’ 𝑖𝑛𝑖 π‘π‘’π‘›π‘Žπ‘Ÿ-π‘π‘’π‘›π‘Žπ‘Ÿ π‘˜π‘’π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘™π‘Žπ‘™π‘’π‘Žπ‘›" bantin asisten Anggara.


"Saya mau keluar sendiri " ucap Arga dingin


"Bos mau kemana?" tanya asisten Anggara.


"Itu bukan urusan mu" ucap Arga dingin dan langsung berlalu.


"Ditanya pun, bukan menjawab malah sewot" gumam asisten Anggara kesal.


Di perjalanan..


Arga berhenti di mini market untuk membeli minuman karena ia merasa haus saat keluar ada yang menyapa nya.


"Hay cowok tampan" rayu cewek itu dengan pakaian seksi nya.


Sedangkan Arga hanyah diam saja.


"π·π‘Žπ‘ π‘Žπ‘Ÿ π‘—π‘Žπ‘™π‘Žπ‘›π‘”" umpat Arga.

__ADS_1


"Tampan kita main yuk" ucap wanita itu genit.


"Ayok..." Ajak Arga dana langsung masuk mobil di ikuti oleh wanita itu..


__ADS_2