Mafia Kejam Suamiku

Mafia Kejam Suamiku
Hutang


__ADS_3

"Ayok..." Ajak Arga dana langsung masuk mobil di ikuti oleh wanita itu.


"Kemana kita tampan " ucap wanita itu dengan menggoda sambil memegang lengan pria itu.


Arga pun hanyah melirik sekilas.


Mobil pun berhenti di tempat yang sunyi.


"Kenapa berhenti disini" ucap wanita itu mulai waspada.


"Mau bermain kan" ucap Arga menyeringai.


"Tapi kenapa di tempat sepi seperti ini" ucap wanita itu ketakutan.


Arga tidak mendengar ocehan perempuan itu, iya turun dari mobil langsung mengambil pisau nya di belakang jok mobil nya.


"Keluar " ucap Arga dingin pada wanita itu, wanita itu pun langsung keluar.


"Kamu mau apa ha" ucap wanita itu ketakutan melihat pisau di tangan pria itu.


"Ayok kita bermain, dasar ******" bentak Arga.


Wanita itu langsung ketakutan dan ingin lari tapi naas tangan nya sudah ditahan oleh pria itu.


Sreeet....


Sreeeet...


Arga langsung menyayat pergelangan tangan dan tubuh wanita itu


"Sstt..Sakit tuan saya minta maaf " ucap wanita itu menangis dan ketakutan.


"Hahha.. Menanggis lah sekencang kencangnya tidak ada yang akan mendengar suaramu ******" bentak Arga.


Syuttt.....


Syuttt.....


Arga langsung menusuk nusuk tubuh wanita itu hingga tewas mengenaskan, ia membawa wanita itu di tempat paling aman tidak terpantau oleh cctv jalan.


"Sekarang ke lokasi ini, bersihkan segera " ucap Arga lewat telpon.


"Baik bos" ucap pengawal nya.


"Dasar ******, menyusahkan " ucap Arga langsung masuk ke mobil nya dan melepaskan baju yang pegang wanita itu tadi dan langsung pulang ke Masion nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi hari...


Masion Wijaya.


"Ayok berangkat " ucap Arga.


"Baik bos" ucap asisten Anggara mengikuti langkah bos nya masuk ke dalam mobil


"Bos semalam apa yang terjadi? " tanya asisten Anggara penasaran karena melihat bos nya semalam lama pulang dan dengan muka yang menyeramkan


"Hanyah hal kecil " jawab Arga cuek dan asisten Anggara hanyah mengangguk.


...****************...


"Ma, pa aku berangkat ke sekolah dulu iya" ucap Kirana.


"Iya sayang hati-hati " ucap Rana sambil berteriak karena anak nya sudah berlalu pergi.


"Pak Ijal nggak usah antar Kirana iya, mau bawak motor sendiri " ucap Kirana.


"Tapi non, nanti tuan bisa marah" ucap pak Ijal.


"Nggak kok pak tenang saja, aku pergi dulu" ucap Kirana sambil menjalankan mobilnya.

__ADS_1


"Baiklah non" ucap pak Ijal melihat kepergian nona nya.


"Ada apa ?" tanya Bastian.


"Maaf tuan itu nona Kirana bawak motor sendiri, tidak mau saya antar " ucap pak Ijal.


"Dasar anak ini " keluh Bastian.


"Iya sudah tidak masalah " ucap Bastian pada pak Ijal.


"Baik tuan " ucap pak Ijal.


Di perjalanan.


Kirana berhenti tepat ada lampu merah.


"Ihh lama banget sih lampunya ganti " omel Kirana.


"Kalau sampai aku terlambat awas aja kau lampu, pulang sekolah aku akan melempar mu pakai batu" gerutu Kirana.


"Bos lihat lah bukankah itu gadis kemarin iya" ucap asisten Anggara sambil melihat kaca mobil belakang nya


Arga pun langsung menoleh kebelakang melihat orang yang di tunjuk oleh asisten Anggara nya.


"Hahha ternyata kita berjumpa lagi gadis manis" ucap Arga membuat asisten Anggara binggung dan terkejut mendengar tawa bos nya.


"Bos tidak apa-apa kan?" tanya Asisten Anggara.


"Kamu pikir saya kenapa ha" ucap garang Arga.


"Tidak ada bos" ucap asisten Anggara gugup.


Lampu hijau pun menyalah...


Tiiiiiiitttttttttt.......


Tiiiiiiitttttttttt.......


"Hey kenapa kamu masih belum berjalan" bentak Arga.


"Maaf bos saya melamun tadi" ucap asisten Anggara takut melihat kemarahan bos nya dan langsung menjalankan mobilnya.


Tiba-tiba...


"Hey tuan, kalau bawak mobil tu jangan melamun, jalan terus" teriak Kirana terus mengoceh karena mobil depan tidak bergerak bagaimana iya bisa berjalan.


"Ha.. Iya maaf " ucap asisten Anggara terkejut dan menjalankan mobilnya


"𝑀𝑒𝑛𝑔𝑔𝑒𝑚𝑎𝑠 𝑘𝑎𝑛" batin Arga tersenyum.


"Lihat aja tu cewek kalau jumpa, aku jitak tu kepalanya " gumam asisten Anggara mengomel tapi masih didengar oleh Arga.


"Sekali kau menyentuh nya, tangan mu patah" ucap Arga dingin dengan wajah menyeramkan.


"Ha.."beo asisten Anggara ketakutan.


"𝐻𝑢𝑓𝑓... 𝑆𝑒𝑝𝑒𝑟𝑡𝑖 𝑛𝑦𝑎 𝑠𝑖 𝑏𝑜𝑠 𝑠𝑢𝑘𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑡𝑢 𝑐𝑒𝑤𝑒𝑘" batin asisten Anggara.


Mereka pun akhirnya sampai di gedung perusahaan Atmaja Perkasa.


Di sekolah.


"Akhirnya sampai juga" ucap Kirana sambil memarkir kan motor nya.


"Syukur lah tidak terlambat masih ada 5 menit untuk masuk kelas" gumam Kirana lega


"Hey Kiran tumben agak telat datang nya" ucap Balqis duduk di sebelah bangku Kirana


"Maklum lah macet" ucap Kirana seadanya.


"Jangan ngobrol terus tu guru udah datang ucap Ainun teman mereka.

__ADS_1


"Ha iya" ucap serentak Balqis dan Kirana.


Semua murid pada diam karena guru kelas sudah masuk, dan telah menerangkan semua materi tinggal memberikan kan tugas.


"Minggu depan kumpulkan semua tugasnya " ucap Bu guru itu.


"Baik Bu" ucap serentak para murid.


Semua murid keluar dari kelas dan pulang.


"Mau nggak nanti kita kumpul bareng dan makan makan" ucap Ainun.


"Boleh ide bagus tu, kan udah lama kita kumpul bareng kan" ucap Balqis mengiyakan ucapan Ainun.


"Iya boleh, nanti sore mau?" tanya Kirana.


"Boleh tu" ucap serentak Ainun dan Balqis.


Iya udah gue pulang dulu iya" ucap Kirana pada teman nya dan langsung menuju parkir.


"Iya Kiran, low kenapa pakai motor nggak di jemput sama sopir lo" ucap Balqis.


"Nggak, malas gue asik di antar jemput " ucap Kirana malas.


"Iya sudah, hati-hati aja pulang nya Kiran" ucap Ainun.


"Oke siap" ucap Kirana memberikan jempolnya.


"Dada... Gue duluan" ucap Kirana dan berlalu pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Perusahaan Atmaja Perkasa.


"Bos ada pertemuan dengan Ceo dari perusahaan Batara Ranjaya" ucap asisten Anggara.


"Hemm...." ucap Arga dingin.


"Ia adalah orang yang belum melunasi dana yang kita berikan" ucap asisten Anggara.


Mendengar itu Arga langsung menoleh.


"Kenapa?"tanya Arga dingin.


"Karena dana nya belum cukup untuk pembayaran, oleh karena itu ia ingin mengadakan pertemuan untuk meminta kelonggaran waktu untuk membayar nya" jelas asisten Anggara.


"Saya tidak ingin bertemu dengannya, berikut seminggu waktu untuk nya jika tidak ambil semua yang dimilikinya" ucap Arga dingin.


"Baik bos" ucap asisten Anggara.


Ia langsung menghubungi Ceo dari perusahaan Batara Ranjaya yaitu Bastian Ranjaya.


"Hallo tuan" ucap Bastian.


"Maaf tuan bos saya tidak mau mengadakan pertemuan, jadi ia memberikan kelonggaran dalam waktu seminggu ini" ucap asisten Anggara.


"Baiklah tuan, terimahkasih " ucap Bastian lesu.


"Iya.." ucap asisten Anggara. Panggilan pun berakhir.


"Sudah saya beritahu bos" ucap asisten Anggara.


"Hemm " jawab Arga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Perusahaan Batara Ranjaya


" Ya Tuhan, pakai uang siapa lagi yang harus aku pinjam "ucap Bastian pusing.


"Maaf tuan, semuanya sudah saya tawarkan untuk meminjamkan dana sebesar itu, tapi banyak investor yang menolak tuan" ucap sekertaris nya, bernama Resi.

__ADS_1


"Itu yang membuat saya pusing " ucap Bastian memijit pelipisnya. Sekretaris nya hanyah bisa menunduk melihat atasan nya.


__ADS_2