
Selama di kantor Richard menjelaskan tugas Morista dan dengan mudah di serap , langsung bisa menemani Richard meeting.
Rey yang biasanya ikut menjadi di kantor saja, dengan senang hati, Richard biasanya selalu marah setiap meeting , itulah menjadi tugas Rey,pelampiasan emosi.
siang hari
Morista meninggalkan Richard yang sedang berkutat dengan laptopnya , Morista ingin mengajak suaminya untuk makan dan tela mencoba memanggilnya sebanyak tiga kali, sehingga pergi sendiri saja.
lift CEO
ting bunyi bahwa lift sudah sampai di lantai dasar, semua karyawan menatap dan menunduk hormat.
"Hai semua, tidak usah melakukan itu kita sama kok hanya karyawan biasa. hm ini sudah hampir jam satu , apa kalian sudah makan, mari ke kantin " ucapnya kepada karyawan.
" belum nona, ini masih beres beres setelah ini baru ke kantin"ucap salah satu karyawan.
"mau makan nona, bawa bekal sendiri jadi bisa nanti saja " jawab salah satu karyawan lagi
"ayo temani saya ke kantin" Morista menarik salah satu karyawan cewek, ternyata mereka yang satu meja ada tiga orang jadi ketiganya ikut diantaranya ada cowok
kantin
mereka memesan bakso, mie ayam dan nasi dengan lauk ayam goreng, ayam geprek, juga ada ikan krispi.
Morista memakan mie ayam dengan sambal super pedas dan siapa pun yang melihat pasti tidak mau makan lagi dengan penampilan mie sudah seperti larva.
"ayo makan " ucap Morista
"iya nona "
"jangan panggil saya nona, panggil saja Morista atau rista juga boleh santai saja "
"baik rista , kenalin juga saya Kinara dan ini saudara kembarku Kirana
klo dia Bemka" menunjuk ke arah cowok yang di samping Morista.
"woww kembar, nih sv nomor ku, biar bisa saling calling gitu" memberikan ponsel.
"sudah "ucap Bemka
mereka mulai makan, dengan Morista yang sudah ngelap keringat nya.
kantor Richard
tepatnya di ruangannya.
" sayang pesankan aku makanan"ucap Richard dengan fokus ke laptop.
"sayang " tidak ada jawaban
"sayang " tidak ada juga.
segera melihat, ternyata istrinya tidak ada di situ. Richard mencari ke kamar mandi, kamar kantor, bahkan ke balik sofa. tetap tidak ada.
"Rey" teriaknya, ruangan Rey ada disamping sehingga suaranya sampai.
"iya bos, kenapa "
"kamu melihat dimana istriku"
"tidak, sebentar aku melihat CCTV " mulai mengotak atik ponselnya baru ketemu istri bosnya , Richard langsung merampas ponsel itu
__ADS_1
dan melihat adegan Morista berbicara dengan karyawan cowok, kemudian pergi.
ting suara lift
Richard dan Rey keluar lift, wajah Richard merah padam karena cemburu segera menghampiri karyawan yang juga berbicara dengan istrinya.
"kenapa tututuan" ucapnya takut.
"dimana istri ku " menekan kata istri
"tuan nona tadi ke kantin bersama bla bla bla" belum selesai Richard menggebrak meja dan langsung bergegas ke kantin
"sabar sabar, anak sabar di kasihi Tuhan" mengelus dadanya.
kantin.
Bemka melihat bosnya datang yang sudah dapat di ketahu pasti ada sesuatu.
"nona itu tuan Richard" menunjukkan ke arah Richard yang datang.
segera Morista mengedarkan pandangannya dan terkunci di mata suaminya
"deg"
"pasti marah nih, huh dia juga tadi sibuk" batinnya.
"sayang kenapa tidak memanggilku, apa aku tidak penting bagimu, apa karena lelaki ini"
"hah kamu di pecat " menunjuk ke arah Bemka.
Bemka langsung tertegun apa salahnya, padahal perusahaan ini adalah impiannya sehingga walaupun sering di marahi tetap memberikan kinerja yang maksimal.
"tuan jangan tuan, apa nanti untuk adik adik saya yang lagi sekolah " Bemka bersujud di kaki Richard tapi acuh, Morista melihatnya langsung marah.
"hahhaha matilah kamu kak, jika kakak ipar mengeluarkan ulti nana, kecil kecil menyakitkan" batin Faisal.
Richard berusaha meminta maaf tapi Morista acuh malah makan bakso yang tidak pakai banyak saos, mie ayamnya yang seperti lava masih ada tapi Morista sengaja menyisakannya, supaya setelah habis baksonya baru lanjut lagi ke mie ayamnya.
"sayang maafin ya " tidak. digubris sampai tiga kali.
Richard meletakkan kepalanya di pangkuan istrinya dan menutup mata untuk mengontrol emosinya yang ingin meledak karena dicuekin istrinya.
"awas aku lagi makan "Morista mau menggeser kepala suaminya
" tunggu sebentar saja, biarkan seperti ini dulu "ucapnya lirih, efek dari sulitnya menahan emosi, Morista peka dengan keadaan suaminya.
mendengar nada bicara Richard, Morista menghentikan acara makannya.
" sayang sudah"mengelus dada suaminya biar lebih tenang.
"ayo makan dulu, tadi sudah pesen mie ayam untukmu " Richard bangun.
Rey memberikan kode kepada Kirana, kinara, dan Bemka agar pindah tempat. Rey juga pergi ke meja lain untuk makan supaya energinya terisi kembali.
Meja Richard
" hm , apa itu sehat "Richard ragu
" mas sesekali gak apa apa dong, kan ini ada juga nasi dengan ayam geprek sama rendang "Morista menyuap sesendok mie ayamnya kemulutnya.
" hah hahhh hahhhh"Morista kepedasan memakan mie ayamnya tadi
__ADS_1
"sayang jangan makan pedes loh, gak baik sama lambung mu , cukup jangan makan lagi " ucap Richard tegas
"hm iya ini yang terakhir" malah memakan habis
"sayang " memberikan minum langsung meminumnya sampai habis
"haaaaaaaaa sedapnyaa" mengelap bibirnya dengan tissue.
"kok gak dimakan mas " ucap Morista.
"gak pesan saja, ini gak sehat" menutup mulutnya.
Morista menyendok nasi dengan rendang
"Aaaaa buka mulut mas "
mau gak mau Richard membuka mulutnya dan mengunyah dengan nikmat.
"enak juga " segera menelannya lalu membuka mulutnya.
semua ludes habis tak tersisa.
"mas katanya tadi gak sehat kok habis "Richard salah tingkah
" ya habislah, itu semua karena kamu sayang yang suap "ucapnya lalu bergelayut manja kepada istrinya,
tiga orang yang melihat adegan itu berbisik bisik, begitu juga karyawan yang masih di kantin tersebut
" gaes ternyata bos kita berubah seratus delapan puluh derajat"ucap kinara
"iya berarti selama nona rista disamping tuan muda kita pasti aman " ucap Bemka
"bener , sudah gaes ayo ke kantor lagi.
" Sayang maaf ya tadi "
"janji deh gak kayak gitu lagi " ucap Richard
"mas tadi kenapa mau memecat Bemka, padahal dia gak salah "
"mas cemburu, mas di tinggalin sendirian malah ngajak laki laki lain makan "jelasnya jujur
" iya mas, aku maafin "Richard mendengar itu senang dan melanjutkan bermanja manja di pangkuan istrinya sesekali mencium perut istrinya dengan mengucapkan kalimat kalimat yang menyentuh hati.
" muach muach "Morista kegelian karena tingkah suaminya.
" cepat hadir ya, mau girl dan boy terserah yang penting sehat"
"suatu saat nanti jika sudah ada dan lahir janji akan jaga kalian "
itulah kata kata yang keluar dari bibir Richard.
"maaf ya sayang, semoga Tuhan mengasih kita berkat ya " menyuraikan rambut suaminya.
"gak sayang, kamu gak salah apa apa, jangan sedih, yuk kita berusaha lagi " memeluk isterinya erak untuk menenangkan istrinya yang bergetar karena menangis.
setelah tenang baru, ke kantor untuk kembali bekerja.
bay bay cemuahhhhh
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, heheh sama hadiahnya dong sebagai vitamin
ig. Rohani_silaban28_05