Mafia Kejam Suamiku

Mafia Kejam Suamiku
Ikut Ke Masion


__ADS_3

Mendengar itu membuat pria kejam ini menyungging kan senyum nya di lain sisi ia sedih melihat gadis itu menanggis.


"Kemasi semua barang mu, kamu langsung ikut saya pulang" ucap Arga dingin.


"Apa... Sekarang "beo Kirana terkejut


"Hemm..." ucap Arga cuek.


"Tapi om " ucap Kirana tertahan.


"Saya tunggu di mobil, kalian bantu angkat barang nya" ucap Arga pada bodyguard nya dan langsung berlalu.


"Ha baik lah" ucap Kirana menghela nafasnya.


"Ma, pa kalian jaga diri iya "ucap Kirana memeluk kedua orang tuanya.


"Sayang maaf kan papa sayang "ucap Bastian ia tidak tahan ditinggalkan oleh anak satu satunya.


"Iya pa nggak apa kok, yang penting kalian tidak terluka seperti ini" ucap Kirana menanggis.


"Sayang jangan tinggalkan mama "ucap Rana memeluk anak nya.


"Maaf ma, pa aku harus ikut untuk apa melunasi hutang kita, mama sama papa tenang Kirana bisa jaga diri kok" ucap Kirana sambil menanggis, mereka berpelukan sambil menanggis.


"Udah iya ma, pa aku siap-siap dulu ni" ucap Kirana melepaskan pelukannya.


"Ma obati iya luka papa" ucap Kirana sedih melihat wajah papa nya.


"Iya sayang nanti mama obati, sekarang mama bantuin untuk beres-beres iya" ucap Rana sedih.


"Iya ma, ayok" ucap Kirana dan langsung pergi ke kamarnya.


Setelah selesai semua barang yang diambil oleh Kirana. Ia langsung pamit pada orang tuanya.


"Ma, pa, Kirana pergi iya, jaga kesehatan kalian iya" ucap Kirana memeluk dan menyalami ke dua orang tua nya.


"Iya sayang, maafin papa nak" ucap Bastian menyesal.


"Iya sayang, jaga dirimu nak" ucap Rana mencium dan memeluk anaknya erat.


"Iya ma, pa bye..."Ucap Kirana melambaikan tangannya, dan dibalas oleh kedua orang tuanya.


"Masuk " ucap Arga dingin.


"Iya om" ucap Kirana membuat Arga melotot kan matanya di panggil om, sedangkan asisten Anggara menahan tawa melihat mimik wajah bos nya lewat kaca mobil depan.


"Sejak kapan saya menikah dengan tante mu" ucap Arga dingin menatap tajam Kirana


"Ha maksudnya apa om?, lagian juga saya tidak mempunyai tante om" ucap Kirana dengan polos nya.


"Hahahh" tawa asisten Anggara tidak dapat menahan tawanya melihat muka bos nya.


"Pug..." Arga memukul kepala belakang asisten Anggara.


"Aww.... Sakit bos" rengek asisten Anggara.


"Siapa yang menyuruh mu tertawa ha" ucap Arga dingin dengan muka yang menyeramkan. Kirana yang melihat itu biasa saja tidak takut sama sekali.


"Iya maaf bos " keluh asisten Anggara.


"Jalan sekarang "ucap Arga dingin.


"Baik bos "jawab asisten Anggara dan langsung menjalankan mobilnya menuju Masion diikuti oleh mobil bodyguard tadi.

__ADS_1


Di perjalanan, tiba-tiba.


Doooorrrr.....Doooorrrr.....


Doooorrrr.....Doooorrrr....


Suara tembakan beruntun dari mobil belakang.


"Bos sepertinya kita di serang" ucap asisten Anggara.


"Sitt.... Menganggu saja" umpat Arga.


"Om kita mau perang iya kayak di film film iya" celoteh Kirana tanpa takut.


"Kau ini, kita sedang tidak main film Kirana " ucap Arga geram. Kirana langsung diam dan melihat orang-orang di belakang yang sedang melakukan penyerangan dengan tembakan.


Arga langsung mengeluarkan kepalanya untuk menembak.


"Doooorrrr.....Doooorrrr....."


Doooorrrr.....Doooorrrr.....


Arga melepaskan tembakan nya mengenai mobil musuh dan para bodyguard dari belakang pun belakang tembakan yang beruntun hingga membuat musuh langsung tewas.


"Dasar sampah" umpat Arga.


"Om sudah selesai perang nya iya, kok cepat kali" celoteh Kirana terus.


Sedangkan Arga menatap wajah imut yang sedari tadi ngerocos, tanpa berkedip.


"Hay om" ucap Kirana melambaikan tangannya di depan wajah pria itu.


"Gadis kecil kau sungguh berani sekali membangun singa yang kelaparan" bisik Arga memepet tubuh Kirana.


"Om nggak baik low kalau galak galak nanti cepat keriput om" ucap Kirana tersenyum menetralkan rasa gugupnya.


"Keriput " beo Arga.


"Iya om" ucap Kirana gugup.


"Hemm..." ucap Arga


"πΎπ‘Žπ‘’ 𝑖𝑛𝑔𝑖𝑛 π‘π‘’π‘Ÿπ‘šπ‘Žπ‘–π‘›-π‘šπ‘Žπ‘–π‘› π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘˜π‘’ π‘”π‘Žπ‘‘π‘–π‘  π‘˜π‘’π‘π‘–π‘™ π‘˜π‘’. π΅π‘Žπ‘–π‘˜π‘™π‘Žβ„Ž π‘Žπ‘˜π‘’ π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘”π‘–π‘˜π‘’π‘‘π‘– π‘π‘’π‘Ÿπ‘šπ‘Žπ‘–π‘›π‘Žπ‘› π‘šπ‘’ π‘”π‘Žπ‘‘π‘–π‘  π‘˜π‘’π‘π‘–π‘™" batin Arga tersenyum.


"Bos sudah sampai " ucap asisten Anggara.


"Hemm..." ucap Arga.


Asisten Anggara langsung membuka kan pintu untuk bosnya, sedangkan Kirana langsung main keluar dari mobil.


"Ini rumah atau istana " gumam Kirana kagum.


"Silahkan masuk nona Kirana " ucap asisten Anggara.


"Ha iya, paman" ucap Kirana tanpa dosa.


"Paman" beo asisten Anggara dengan mulut terbuka.


Arga yang ingin melangkah mendengar asisten nya dipanggil paman membuat iya tertawa terbahak-bahak


"Hahahh.... Hahah " tawa Arga menggema.


Sedangkan asisten Anggara melotot kan matanya di tertawai oleh bos nya.

__ADS_1


"Bos..."Rengek asisten Anggara


"Ayok gadis kecil kita masuk kedalam " ucap Arga terus tertawa membuat asisten Anggara cemberut.


"Mereka ini kenapa sih" gumam Kirana kebingungan.


"Tampan begini masak dipanggil paman sih" gerutu asisten Anggara.


"Tugas kamu sekarang menyiapkan semua kebutuhan saya" ucap Arga dingin.


"Baik om" ucap Kirana menurut.


"Sudah saya bilang, saya tidak pernah menikah dengan tante mu, jadi jangan panggil aku dengan sebutan om" ucap Arga kesal.


"Nggak bisa lah om, om kan sangat tua dari saya sama seperti dengan paman ini juga. Jadi saya harus menghormati yang lebih tertua " ucap Kirana enteng.


"Ha..." Beo Arga dan asisten Anggara, membuat mereka pusing menghadapi tingkah gadis ini.


"Terserah kau lah" ucap Arga pasrah.


"Anggara pergi lah dari sini" ucap Arga


"Baik bos" jawab asisten Anggara.


"Oh paman itu namanya Anggara iya" gumam Kirana tapi masih didengar oleh mereka.


"Huff...." Asisten Anggara frustasi dipanggil paman. sedangkan Arga tertawa dalam hati.


"Kalau om nama nya siapa " ucap Kirana penasaran dan memandangi wajah pria itu.


Arga yang melihat wajah penasaran Kirana membuat ia terlihat imut dan gemes, ingin sekali ia meremas wajah itu.


"Om.." panggil Kirana.


"Hem...Cari tahu sendiri " ucap Arga dan langsung melangkah ke kamarnya.


"Om, saya mulai kerja nya dari mana" ucap Kirana mengikuti langkah pria itu, dan sampai lah di kamar pria itu


"Siap kan air mandi dan pakaian saya" ucap Arga dingin.


"Baik om" ucap Kirana langsung masuk ke kamar mandi.


"Om itu sudah selesai air nya" ucap Kirana


"Hemm... Kamar mu ada disebelah, dan pakaian ku ambilkan di lemari itu" ucap Arga sambil menunjuk letak lemari itu.


"Baik om" ucap Kirana langsung menyiapkan baju untuk di pakai di rumahan.


" Pak Ujang..."Teriak Arga, membuat Kirana terkejut.


"Untung jantung ku kuat untuk bertahan " gumam Kirana mengelus dada nya karena terkejut.


"Iya tuan" ucap pak Ujang saat sampai di kamar tuan nya.


"Antar kan gadis ini ke kamar sebelah dan angkut semua barang nya dari mobil saya" ucap Arga dingin.


"Baik tuan, mari nona" ucap Pak Ujang.


"Baik, mari pak" ucap Kirana ramah.


Setelah kepergian mereka tinggal lah Arga di kamar nya.


"Selama nya kau akan tinggal di sini gadis kecil dan akan menjadi milikku " gumam Arga tersenyum dan langsung pergi membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2