
Dua hari kemudian tepat hari minggu.
Di meja makan.
Morista sedang sarapan dan sengaja membuat makanan untuk suaminya walaupun suaminya sudah melarang.
Richard yang baru turun dari kamar menuju meja makan.
"hei cepat selesaikan sarapan pagi mu biar kita pergi ke rumah ibu"
"hah benarkah "Morista senang mendengar ucapan suaminya karena ia sudah bosan di rumah terus dikurung suaminya
"hm cepat lah "perintah Richard dingin.
"tapi kamu makan dulu mas "tawar Morista karena ia tak mau suaminya kelaparan
"Sudah kubilang aku tak akan makan masakan kamu"ucap Richard penuh penekanan.
"mas sedikit saja nanti kamu sakit nanti ibu, ayah, dan Raisa menghawatirkan kamu jika kamu sakit jika kamu masih marah dengan ku setidaknya jaga kesehatan kamu "pintar Morista dengan wajah memelas.
"hm baik lah"
Richard pun memakan masakan Morista sebenarnya ia ingin memuji makanan buatan Morista tapi rasa gengsinya sudah lebih besar
selesai makan Morista membersihkan meja dan bekas makanan setelah itu berganti pakaian sebelum berangkat ke rumah mertuanya.
sedangkan Richard sudah menunggu di dalam mobil.
Morista masuk kedalam mobil dan Richard mengemudikan mobil. selama perjalanan tidak ada berbicara sepatah kata pun sampai ke mansion.
di depan mansion
brumm brumm suara mobil Lamborghini yang di kemudikan oleh Richard tiba di mansion.
Raisa mendengar deru mobil merasa senang karena sudah lama sekali ia menunggu segera Raisa berlari menuju depan mansion
setelah melihat wajah kakak iparnya.
"hai kak "Raisa langsung memeluk kakak iparnya
"iya Hai juga apa kamu sehat dan ibu ayah "tanya Morista sambil berjalan menuju sofa yang disana sudah ada ibu dan ayah mertua juga sekretaris Rey , Lentika, dan Faisal
"mom, dad kami datang" kata Richard sambil duduk di sofa
. "wah wah ada apa gerangan seorang Richard membawa seorang gadis nih masih muda lagi "kata Faisal menggoda Richard tetapi tidak dijawab oleh Richard.
"eh iya sini nak kamu duduk disini "kata ibu mertua Morista sambil menepuk sofa di sebelah kanan.
"ya nih kenalin namaku Faisal nona aku sahabatnya ni CEO kulkas ini" Faisal mengajak berkenalan.
"perkenalkan namaku Morista" sambil menjalani tangan Morista.
__ADS_1
melihat tamu datang meskipun Lentika belum mengenal langsung pergi membuat teh dan membawa cemilan dari dapur dibantu oleh pembantu. dan menyajikan.
"Silakan" tawar Lentika.
"eh ini siapa bu"Morista menunjukkan kearah Lentika.
"oh saya nona nama saya Lentika istrinya mas Rey panggil saja aku Lentika "Lentika yang merasa dirinya yang ditunjuk oleh Morista langsung menjawabnya.
"eh panggil saja namaku Morista atau Rista"langsung di anggukin oleh Lentika.
" eh kakak ipar ayo dong Minggu depan saja kakak ajarin aku masak dan jurus jurus itu kita weekend dulu
"hah kakak ipar berarti lo udah nikah Hu hu hu gw gak di undang uh sakitnya hatiku, sakitnya tuh disini kau tak undang aku, sakitnya tuh disini kau tak beritahukan aku "kata Faisal sambil bernyanyi
ibu , ayah, dan Raisa tersenyum melihat acting Faisal.
" hentikan mulut mu itu mending kamu diam saja "kata Richard setelah mendengar ocehan sahabatnya.
"eh kakak ,ibu dan ayah ayo cepetan sekalian tadi ibu dan ayah kak Morista menghubungi ku katanya ayo liburan karena hari ini minggu dan mereka sudah menunggu kita di kafe spring"kata Raisa setelah mengingat perkataan ibunya Morista melalui HP.
"benarkah ayolah kuy jadi gak sabarr nih bertemu sama bestie " kata ibu Richard dengan gaul
"kamu ikut gak kak "ajak Raisa kepada lentika Lentika
"gak usah aku di rumah saja kak aku lelah ingin istrahat saja di rumah"elak Lentika dengan halus
" emang berapa ronde tadi malam "goda Faisal kepada sekretaris Rey
"he he kamu dia aja soplak makanya kamu cari istri cepat biar kamu tau nikmatnya sehingga gak mau berhenti "Sekretaris Rey menggoda balik Faisal tapi Lentika yang mendengar perkataan suaminya menahan malu dan memeluk sekretaris Rey dan membisikkan
"hahah hahah "kompak semua tertawa kecuali Richard malah pergi menuju balkon ruang kerjanya.
"hah solo lagi tuh kayaknya kuyukmu nanti malam "kata Faisal mengejek sekretaris Rey
"awas kamu gara gara kamu ni jadi gak dapat jatah deh"rajuk sekretaris Rey.
"udah mending kamu bujuk wajahMu jangan tekuk begitu masa anak mami merajuk harus semangat dong"bujuk ibunya.
"eh iya mi yaudah kami kekamar dulu "sekretaris Rey mengajak istrinya ke kamar, Faisal jua pergi menyusul sahabatnya Richard.
"mah, pah ayo berangkat"ajak Morista.
"yok "jawab Raisa menggandeng tangan Morista dan ibunya,
merekapun berangkat ke kafe spring.
Di kamar Sekretaris Rey
sekretaris Rey memeluk istrinya dari belakang.
"sayang jangan gitu dong kasihan belut ku "bujuknya
__ADS_1
"gak boleh pokoknya gak ada malam ini "Lentika tetap kekeh tidak mau
Richard pun membalikkan Lentika dan memeluknya sambil duduk di kasur.
sebenarnya sekretaris Rey bisa aja memaksakan kehendaknya tetapi dia tidak mau istri kecilnya trauma begitupun Lentika pernah menanyakan itu tetapi suaminya menjawab aku mencintaimu tulus bukan karena hawa nafsu sejak itu dia mau melayani suaminya dengan tulus.
"sayang jangan marah dong maaf aku salah "sekretaris Rey tetap membujuk istrinya dan menciuminya di wajah
"awas sekali enggak ya engga " Lentika hendak berdiri sebenarnya Lentika merasa tidak tega melihat wajah suaminya.
"jangan pergi dong, ya malam ini dapat jatah yang, ya "Lentika hanya diam "yaudah klo gak mau aku nanti malam tidur di rumah pemberian tuan Richard deh mending disitu"sekretaris Rey merasa tidak berhasil membujuk istrinya
"apa, jadi kamu mau ninggalin aku sendiri disini "tanya Lentika
sekretaris Rey merasa ada lampu hijau langsung berucap dingin"hm"
"yaudah deh kamu dapat jatah tapi jangan ninggalin aku"bujuk Lentika
"hm benarkah makasih "sekretaris Rey bahagia langsung memeluk istrinya dan menaruh wajahnya di belahan dada istrinya, Lentika pun merasa geli dan mau melepaskan pelukan suaminya.
"please bentar lagi"sekretaris Rey dengan wajah menyedihkan
mau tak mau Lentika pun tidak melepaskan pelukan suaminya tapi lama kelamaan sekretaris Rey meminta lebih jadinya terjadilah.
author:heheheh lanjutkan di pikiran aja apa yang terjadi positif thinking aja.
mereka lupa mengaktifkan mode redam suara sehingga Richard dan Faisal bersungut-sungut mendengar, Faisal yang tidak tahan menjadi
bermain solo.
Faisal be like : awas aja author😡😡😡
gw:ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ 🎶🎧🎤 apa kurang keras lagi
faisal:sini kau jika brani
gw :tunggu aja orang medan ini
Faisal:sorry maaf gw out ajalah
gw :oke bro
segitu dulu aje ya
sekian dan terimakasih
jangan lupa like komen vote dan hadiah sikit pun ditampung malah makasih. juga follow IG ku tohonanrohani.
jangan lupa juga ya readers makan, minum biar gak keselek, istrahat, beribadah, berdoa, dan bantu orang tua
baik loh aku ðŸ¤ðŸ¤ðŸ˜…😅 hehe hehehhe wkwkwkwk
__ADS_1
bye dulu ya
HORAS MEDAN ☺☺☺