Mafia Kejam Suamiku

Mafia Kejam Suamiku
mafia 50


__ADS_3

Di depan rumah


Richard membangunkan Morista sedangkan kenzo di gendong biar tidur siang di kamar


Lee yang baru pulang kuliah bertemu di di depan pintu.


tidak ada yang membukakan pintu utama seperti biasanya jadi Richard mendorong pintu mau marah kedalam rumah tapi tiba tiba ada suara ledakan


duar duar duar dor dor dor


"anjing jongkok, kucing mengaum, singa menggonggong" ucap Morista terkejut setengah mati


keluar tulisan selamat calon dady dan mommy juga yang mau jadi uncle


melihat itu semua senang kenzo yang baru bangun juga.


Richard dan Morista merasa terharu.


tidak hanya itu ada kejutan lainnya


Lentika mendekat ke arah rey


memberikan testpack dengan garis dua berwarna merah sudah di pastikan Rey yang menerima bingung dan garut garut kepala


"mah apa ini "


"Rey selamat ya, Lentika juga positif hamil " ucap Ibu


semua yang baru datang *hah*tidak percaya.


"sini ibu ceritain "


flashback on


pulang dari rumah sakit Lentika ikut pulang ke rumah sesampainya di rumah ibu melihat sepertinya dari tadi menantunya Lentika tidak fit baru saja makan sudah memuntahkan.


"nak kamu kenapa " tanya ibu khawatir


"tidak apa apa ibu, cuman mual dan perut ku tidak nyaman "


mendengar itu ibu menyuruh bodyguard membeli testpack ke apotik dekat rumah klo ke rumah sakit miliknya keburu magrib.


15 menit kemudian


Lentika yang sudah lemes hanya tiduran di sofa ibu pun datang


"nak udah baikan "


"lemes mah, lidah ku juga pahit "


memberikan testpack


"mah apa ini " bingung


"nak coba tes dulu ke urinmu biar ibu dapat memastikan mengapa bisa tiba tiba begini " mendengar perkataan ibu Lentika merasa takut, takut mengecewakan ibu jika tidak hamil.


melihat ekspresi menantunya ibu dapat mengerti bagi orang yang sudah menantikan kehamilan atau pejuang garis 2


"nak, ibu menerima bagaimana pun hasilnya, cepatlah jika negatif biar nanti kita kerumah sakit " mendengar itu Lentika mengangguk dan segera bergegas mencobanya di kamar mandi


deg


deg.


deg


garis dua


"ah satu lagi "

__ADS_1


tetap garis dua


"gak 3 aja sekaligus "


makin nambah pekat dan jelas di garis dua.


Lentika keluar antara senang dan terharu


malu malu menunjukkan hasilnya "mah ini "


deg, deg, deg


"yeyyy garis dua, emang kamu yang kupilih sangat ampuh "


"iya mah makasih, selalu menyemangati aku di saat ingin hamil hiks hiks hiks"


Ibu memeluk, ayah yang baru datang mengetahui menantunya hamil ikut memeluk


"enggak ayah dan ibu seharusnya berterima kasih, menantuku kamu tetap menemani Rey serta mau mengandung cucuku"


"pah gimana kita bikin aja kejutan kan Morista hamil juga Richard dan Rey yang akan calon seorang ayah " inisiatif ibu


"cemerlang juga ibu sekali kali "


"hm jd selama ini istrimu ini goblok " ngambek


"enggak hehhe udah ayok " menggandeng istrinya yang cemberut


Lentika cengengesan serasa dunia ini milik ibu dan ayah mertuanya yang seperti muda mudi yang kasmaran.


kejutan yang di rencanakan di mulai.


flashback off


"gitu deh " ucap ibu


"yessss gw calon ayah, hah gak sia sia kerja keras ku tiap malam " serasa memiliki tropi kemenangan.


"enggak enak aja, gak mau ah pokoknya jd ada deh nanti saingan ku " ucap Lentika merajuk


"hheheh iya "


"yeee kak, jd ada nanti temen adek di rumah, uh gak sabal meleka lahil" semangat seperti para pejuang menantikan kemerdekaan.


"sudah ayok, ini bawain semua yang tadi kita beli, ayo rayakan "


semua yang merayakan pesta perayaan sangat heboh bersama para bodyguard dan pengawal walaupun tidak ada alkohol tapi tidak dengan yang duduk di sofa, hanya memandangi tidak minat merasa sedih memutuskan menutup matanya.


"hay semua" salam Gresya yang baru datang setelah selesai dengan pekerjaannya.


semua menolehb


"ayo sini gabung "ucap Morista


" eh iya "mencari seseorang yang ia cintai tapi tidak ketemu memutuskan bertanya.


" ibu, ayah, kakak semua dimana suamiku tanyanya bingung


semua mencari di segala arah , kemudian Richard memfokuskan pandangannya ke sofa, yang pastinya menuntun semua yang mencarinya mendekat dengan diam diam tidak seperti biasanya seorang faisal tidak gabung padahal seperti biasa Faisallah yang paling heboh di setiap acara keluarga.


keluarga Faisal melihat ke sofa benar saja Faisal ada di sana memejamkan mata dari rautnya seperti ada taut kesedihan yang mendalam.


"ehhem" deheman Richard agak keras


"ckk" Faisal berdecak.


"mas kamu kenapa " tanya Lentika


"iya nak, kenapa tidak seperti biasanya"

__ADS_1


"bicara yang jujur " telisik Morista.


"oh iya tidak apa apa kok serius " Tidak mau menambah beban di pikiran istrinya juga keluarganya.


"Faisal, kamu anggap aku siapa jika kamu tidak jujur jangan panggil aku kakak **** buang jauh jijik dengarnya " nada menganacam dengan mata menatap tajam.


"mas apa jawab jujur jika kamu anggap aku sebagai istrimu"


deg


deg


deg


deg


perkataan istrinya seperti jarum yang menusuk sehingga mengeluarkan uneg uneg nya


"se se se sebenarnya "masih ragu


"apa seseses gangu lu kak " tanya Lee yang tidak sabar


"sebenarnya, aku juga pengen seperti kalian yang memiliki calon baby, dari dulu impian ku mempunyai keluar yang harmonis didampingi anak anak,melihat pesta ini perayaan kehamilan gimana pun sakit juga tidak punya sesuatu yang mau di tunjukkan ah tapi sudahlah , sebelum nikah dulu aku sudah berjanji menunggu isteriku siap, ahk sudahlah ayo berpesta "tersenyum menutupi lukanya, ingin meninggalkan keluarganya dan mau bergabung dengan yang berpesta..


seorang Faisal yang murah senyum bahkan kejam juga tumbang menangis yang melihatnya pasti iba.


" mas maaf "Lentika merasa bersalah


" sudah lah tidak perlu minta maaf itukan sudah janjiku gak maksa "memeluk erat lentika


" nak sebaiknya tidak usah nunda, untuk kedokteran mu tetap berlanjut dan ini kan sudah ada rumah sakit punya kita kamu yang pegang "mengusap rambut Lentika.


" iya mah pah, maaf semua harusnya acara bahagia jadi kesedihan "ucap Faisal.


"sudah tidak apa apa yang penting kamu puas dengan mengeluarkan uneg uneg hatimu, cie udah di beri kesempatan nanti malam gempur eui" celetuk Lee


"huh otak mu mesum terus, cari menantu buat ku juga " ucap ayah


"bener tuh " dukung ibu


"besok Lee bawain kerumah boleh? " tanyanya


Morista menarik daun telinga Lee setelah mendengar pertanyaan yang membuatnya sedikit marah


"aaa aaaa kak lepasin canda kok kak"


"dasar masih kecil udah pacaran dasar anak anak sekarang " melepas telinga Lee


Lee menggosok tangannya ke telinganya yang memerah "ih kak boro boro pacaran, temen aja yang ada hanya cowok di fakultas ku, semua ceweknya ihhhh kayak ondel ondel sering pengen cubit Lee iiiiiiih jijik " bergidik ngeri.


"hahhah hahha kasian " ucap kenzo


"uh jd ngejek kakak ni "


"enggak kok 1 persen 99 persen lagi iya hehhehe" bersembunyi di belakang ibu


"maaf mas, aku bersedia punya anak nantinya" bisiknya Lentika di telinga Faisal yang tentunya membuat hati Faisal berbunga bunga sehingga memeluk erat .


"swittt siu ada yang kasmaran ni e" goda Richard


"iya serasa kita ngontrak " goda Morista lagi.


Lentika yang habis habisan di goda menjadi malu tapi berbanding terbalik dengan Faisal yang selalu memeluk istrinya semakin lama semakin semangat mengikuti pesta perayaan atau lebih tepatnya syukuran .


Semangat buat yang puasa, salam toleransi beragama


jangan lupa like, komen, vote, heheh sama hadiahnya dong sebagai vitamin


jangan lupa follow IG author

__ADS_1


ig. Rohani_silaban28_05


__ADS_2