Mafia Kejam Suamiku

Mafia Kejam Suamiku
Bertemu


__ADS_3

Seminggu kemudian.


Perusahaan Atmaja Perkasa


"Bos...." panggil asisten Anggara.


"Hemm" jawab Arga.


"Itu keluarga yang masih punya hutang, belum bisa membayar, bos" ucap asisten Anggara hati-hati.


Mendengar itu membuat wajah pria itu menakutkan.


"Siap kan beberapa bodyguard, kita ke rumah orang itu" ucap Arga dingin dan tatapan yang menusuk, ia langsung berdiri dari tempat


"Baik bos " ucap asisten Anggara takut.


Mereka langsung keluar dari perusahaan itu, dan meluncur ke tempat yang mereka tujukan.


"Bos.." ucap para bodyguard itu.


"Ikut dengan saya untuk membunuh orang yang bermain-main dengan saya" ucap Arga dengan tatapan mengerikan.


"Baik bos " ucap serentak mereka sekitar 3 orang.


"𝐻𝑢𝑓𝑓..𝐴𝑘𝑢 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑡𝑎ℎ𝑢 𝑛𝑎𝑛𝑡𝑖 𝑏𝑎𝑔𝑎𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑛𝑎𝑠𝑖𝑏 𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑖𝑡𝑢" batin asisten Anggara.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Masion Ranjaya.


"Ma bagaimana ni ma?" tanya Bastian khawatir.


"Iya pa, mama binggung juga dan takut, jika nanti mereka mencelakai mu pa" ucap Rana yang hampir menangis.


"Tenang ma, pasti papa akan melindungi mu dan anak kita" ucap Bastian memeluk istrinya.


Diluar.


"Anda ingin menemui siapa" tanya penjaga gerbang.


"Tidak perlu banyak tanya" ucap salah satu bodyguard itu langsung mendorong penjaga itu.


Bruukkk..... Penjaga gerbang itu jatuh ke lantai.


"Masuk bos" ucap bodyguard itu pada Arga dan membuka kan pintu dan pria itu langsung masuk.


"Ma ada apa iya ribut-ribut di luar? " tanya Bastian.


"Nggak tahu pa" jawab Rana.


Brakkkk.....


Pintu Masion itu langsung di dobrak oleh bodyguard pria itu. membuat ke dua orang tua itu terkejut.


"Tuan..."ucap Bastian ketakutan.


Sedangkan Arga langsung dengan santainya duduk di sofa dengan kaki bersilang diatas.


"Pa siapa?" bisik Rana ketakutan.

__ADS_1


"Itu tuan yang memberikan dana ke perusahaan ma"jawab Bastian dengan berbisik juga.


"Tuan saya mohon berikan kesempatan lagi untuk suami saya" ucap Rana menanggis dan berlutut di lantai.


"Ma..." panggil Bastian dan langsung berlutut memeluk istrinya.


"Kamu tahu apa kesalahan mu" ucap Arga dengan wajah yang menyeramkan.


"Tahu tuan, saya mohon maaf berikan waktu untuk kami" ucap Bastian ketakutan.


"Bagaimana bos, apa diberikan waktu untuk mereka? "tanya asisten Anggara.


"Tidak ada ampun atau kesempatan untuk penghianat" ucap Arga tegas.


"Hajar dia" ucap Arga pada bodyguard.


"Tuan saya mohon jangan" ucap Rana menanggis memeluk suaminya nya.


"Lepas jangan pukuli suami saya" ucap Rana tidak melepaskan pelukannya dari suaminya.


Brakkk.....


"Akhhh..."teriak Rana karena di dorong ke lantai.


"Ma...."Teriak Bastian tidak bisa mencapai istrinya karena dipegang ke dua bodyguard itu dan yang satunya memukuli nya.


"Buugkk....Buugkk...."


"Buugkk....Buugkk...."


Bodyguard itu langsung memukul wajah dan perut pria tua itu dengan beruntun..


"Akhhh...." teriak Bastian lemas dan tak berdaya lagi.


"Tolong biarkan kami hidup " ucap Rana menanggis.


Sedangkan Arga hanyah diam dan memperhatikan mereka dengan tajam.


"𝐵𝑜𝑠 𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑒𝑗𝑎𝑚" batin asisten Anggara.


" Papa...Mamaa..." Teriak Kirana.


Semua orang langsung tertuju pada suara cempreng itu. Ia langsung memeluk Papa dan Mama nya.


"Pa, papa kenapa?" tanya Kirana sedih


"Nggak apa apa kok sayang " jawab Bastian lembut karena tidak sanggup lagi untuk bicara.


"𝐻𝑎 𝑔𝑎𝑑𝑖𝑠 𝑖𝑡𝑢 "batin asisten Anggara terkejut.


Kirana langsung menatap mereka satu persatu, sedangkan Arga masih diam dan tak percaya mereka orang tua dari gadis itu, membuat ia punya rencana dan tersenyum menyeringai.


"Pasti gara kalian " Ucap Kirana tegas dengan tatapan tajam pada mereka semua terutama bodyguard yang dekat orang tua nya.


Tanpa aba-aba Kirana langsung menendang aset ke tiga bodyguard itu dengan kuat.


"Bugh....Bugh....Bugh...."


" Arrrgghhhh..Arrrgghhhh..Arrrgghhhh.." Teriak ke-tiga bodyguard itu memegang aset mereka masing-masing.

__ADS_1


Membuat asisten Anggara terkejut dan juga ke dua orang tua Kirana.


"Aduh...." gumam asisten Anggara ngilu melihat nya.


"Sayang jangan " ucap Bastian ketakutan.


"Tenang aja pa biar Kirana yang menghabisi mereka" ucap Kirana tenang.


"𝑇𝑒𝑟𝑛𝑦𝑎𝑡𝑎 𝑛𝑎𝑚𝑎 𝑚𝑢 𝑘𝑖𝑟𝑎𝑛𝑎, 𝑚𝑒𝑛𝑎𝑟𝑖𝑘"batin Arga menyungging kan senyum nya tak terlihat.


"Hey om, apa salah orang tua saya hingga kalian menghajar papa saya" ucap Kirana lantang.


"Om.." Beo asisten Anggara sedangkan Arga terkejut tampan begini di panggil om, membuat asisten Anggara menahan tawa melihat mimik wajah bos nya.


"Om tuli iya" ucap Kirana kesal karena Arga hanyah diam saja.


Kirana langsung saja mendekat dan menarik kerah baju jas pria itu. Membuat semua orang yang melihat nya terkejut bukan main karena ada yang berani menantang bos nya berarti ia cari mati.


"Jawab om, salah orang tua saya apa?" tanya Kirana lantang dan tegas dengan sorot mata tajam sedang Arga kagum dengan keberanian wanita ini.


"Kamu mau tahu apa salah orang tua mu" ucap Arga lembut dengan mengelus rambut panjang Kirana, membuat semua orang membeo dengan mulut terbuka.


"Ihh jangan pegang pegang rambut saya" ucap Kirana kesal dan langsung melepaskan tangan nya yang tadi mencengkram jas pria itu.


Membuat iya terlihat imut di mata pria itu.


"Kamu tahu orang tua mu ini, punya hutang pada saya" ucap Arga dingin.


"Hutang, berapa?" tanya Kirana


"Kirana, hutang papa banyak sayang kita nggak sanggup membayar nya" ucap Bastian ketakutan dan memegang tangan anak nya.


"Iya tapi kalau ada hutang itu di tagih baik baik om tidak begini caranya "ucap Kirana memandang pria itu


"Baik, sekarang saya minta dibayar detik ini juga" ucap Arga dingin.


"Tuan saya mohon berikan waktu untuk kami" ucap Bastian memohon.


"Tidak bisa saya mau nya sekarang,karena anak anda sudah berani bermain-main dengan saya dan menendang bodyguard saya" ucap Arga dingin.


Kirana yang ingin menyela ucapan pria itu tapi ditahan oleh papa nya.


"Sungguh kami tidak punya apa-apa tuan " ucap Bastian pasrah.


Pria itu pun terdiam sejenak dan kemudian menyungging kan senyum nya.


"Baik sebagai tembusan untuk sementara, saya ingin anak anda yang kurang ajar ini menjadi pelayan di Masion saya" ucap Arga enteng.


Sedangkan Kirana melotot kan matanya karena tidak terima.


"Tuan.."ucap Kirana tertahan karena di potong papa nya.


"Tuan apa tidak ada yang lain saya mohon tuan jangan ambil anak saya" ucap Bastian memohon.


"Iya saya mohon tuan" ucap Rana menanggis.


"Baik jika kalian tidak bersedia, saya akan membunuh kalian depan anak kalian sendiri bagaimana?" ucap Arga dingin.


Mendengar itu membuat Kirana takut jika ke dua orang tua nya celaka. Mau tidak mau ia harus mau menjadi pelayan pria itu.

__ADS_1


" Baik saya mau menjadi pelayan anda, asalkan jangan sakiti orang tua saya lagi" ucap Kirana dengan mata berkaca-kaca dan akhirnya ia menanggis memeluk ke dua orang tua nya.


Mendengar itu membuat pria kejam ini menyungging kan senyum nya di lain sisi ia sedih melihat gadis itu menanggis.


__ADS_2