
Pagi menjelang matahari sudah menampakkan diri dan kicauan burung sangat ramai didengar.
Richard sudah berpakaian rapi
"kenapa hem bangunlah ini sudah jam 9"ucap Richard sambil membenarkan dasinya
"iya ini udah bangun, esttt ini dimana bukannya kita baru pulang dari tempat yang menyeramkan itu" "tanya Morista yang masih otak loding
"makanya jangan seperti kucing terus sedikit di belai langsung tidur kek kebo "canda Richard
"cepat mandi, dan cepat turun kebawah "
cup
Richard berlalu pergi
Morista bergegas mandi setelah selesai
"mm nana bajuku ya inikan di kamar Richard"gumamnya
"hah aku keluar saja "
Morista keluar dan membuka sebuah pintu
"ini pasti lemari "dan
"wow ck ck barang branded limited edition lagi memang sih kaya tapi mana yang akan kupakai ya "mengetuk ngetuk dagunya
"kutunggu aja kali kan disini hanya ada luaran saja daleman gak ada"morista memutuskan memakai handuk sampai dada dan duduk di kasur
Richard yang hilang kesabaran menunggu langsung bergegas ke atas lagi
"nak cepat bawa menantuku ke sini pasti dia lapar membuat cucuku"goda ibu Richard
Richard sampai dikamar
brak
"kenapa lama sekali aku paling benci menunggu"Richard langsung nyelonong masuk
"tapi kan mana mungkin aku turun pakai kek gini kan malu"menunduk
"sini ini pakai saja "Richard memberikan pakaian yang lengkap
"makanya liat semua dan tanya ambillah cepat pakaikan "
"ta... pi suamiku keluar dulu bentar"ucap Morista malu
"hm"berlalu keluar
Morista bergegas lalu keluar
"sudah selesai" Richard dan morista segera turun di meja makan mereka sudah disambut oleh semua anggota keluarga dan antusias untuk makan.
" ayo sini duduk di samping ibu" ucap Ibu Richard "Baiklah Bu"sambil duduk begitupun suami nya
hanya detingan sendok yang terdengar sampai s3lesi
"bu apa terapi sudah selesai , ibu dan ayah sudah sembuh kah "tanya Morista
"iya nak hanya perlu sesekali lagi "jawab ibu senang
"ini berkat kamu nak yang sabar merawat mami dan papi iya kan pih "kata ibu
"iya mih Terima kasih nak "ucapnya tulus
"ibu, ayah berterima kasih lah pada Tuhan yang memberi harapan dan kesehatan walaupun melalui tangan ku yang merawat ibu dan ayah "semua kagum dengan ucapan Morista yang bijak
"oh iya nak kapan wisuda mu "tanya ibu
__ADS_1
"wisudaku aturannya bulan ini tapi karena ponselku jatuh entah kemana jadi gak bisa hubungin teman dan dosen kampus bu "ucap Morista
pletak
"auw " ringis Richard karena disentil oleh ibunya
"ada pa mommy inikan sakit"dengan raut kesal
"kenapa gak beliin menantuku HP, dasar suami pelit tuh harta mau dikemanain gak bisa dibawa mati kok "bentak ibu
"iya, ayo ikut denganku sekalian kekantor "ajak Richard
Morista hanya ikut ikut saja
"tuh lihat pih anak kita udah makin lengket aja "kata ibu
"iya mih semoga cepat dapat momongan
"amin "semua serentak mengucapkannya
"bu, ayah rey pergi dulu kekantor "ujar sekretaris Rey menyalami ibu dan ayah kemudian memeluk istrinya
"baik baik di rumah kalau mau ke restoran sekalian bawa ibu dan ayah biar gak bosan , "kata sekretaris Rey
"baik lah "
"nak hati hati ya "ujar ayah
"paman, bibi facial juga mau keluar cari calon bini "candanya
"dasar anak letoy awas kamu berhianat sama dokter Gresia kepotong masa depanmu biar gak gatal "ejek ibu Richard
"canda aku hanya mau berkencan samanya pergi dulu ya paman, bibi" berlari keluar
semua hanya
Di kantor Richard
"kucing kecilku duduk disofa saja, atau tidur di kamar itu"Richard menunjukkan ke sebuah pintu.
"tapi suamiku aku bosan, ini pun ponsel masih mengi nomor teman ku gak bisa ngobrol"ucapnya mengerucutkan bibirnya
cup dan Richard memperdalam viumannya
"yaudah kamu bisa melihat lihat isi kantor ini tapi ingat langsung kembali kesini lagi:ucapnya
"emmm baiklah "Morista malu langsung keluar
"dasar kucing imut ku :gumamnya geleng geleng kepala
Morista kagum dengan isi semua kantor tapi tiba tiba diam mendengar suatu suara
"tolong jangan lapor saya "ucap seorang wanita tersedu sedu
"diam sana pergi makanya layani aku, aku adalah istri bos mu "ucap wanita ke 2 angkuh.
karyawan lain hanya bisa melirik kasihan dan tidak bisa berbuat apa apa
"bukankah itu Siska yang menyebabkan kecelakaan waktu itu gumamnya "dan mendekat
senar saja dia Siska kekasih suaminya
"hey siapa kamu "tanya Siska geram tapi tidak ingat dengan wajah Morista
"saya ya nama saya Morista dan ini kah perlakuan anda terhadap manusia dimana hati nurani anda , jika anda tidak bisa memanusiakan manusia setidaknya jangan begini perlakuanmu"ucap Morista dingin
"heh bukankah kamu orang yang menikung saya dasar pelakor mau merebut suami saya "ucap Siska berteriak
"diam tutup mulut busukmu aku adalah istri sah Richard Nixon Dawkins dan kamu hanya melampiaskan masa lalunya "ucapnya dingin
__ADS_1
dari para karyawan terdengar desas-desus tetapi semua memihak kepada Morista
"nona tolong jangan pecat saya, saya masih harus membantu kuliah adik saya "ucap karyawan tersebut bersujud di kaki Siska
"eh nona harga dirimu jaga, tidak perlu nona begini nanti saya akan membantu menjelaskannya , coba jelaskan detailnya "Morista menolong karyawan tersebut
"iya nona saya mohon, sebenarnya tadi saya mengepel disini seperti biasanya, lalu nona ini lewat dan terpleset tapi malah saya di salahkan "karyawan itu menjelaskan menunduk
"kamu diam saja cih jangan munafik apa orang tua anda tidak mengajarkan supaya tidak jadi pelakor"ejek Siska kepada Morista
emosi Morista mendadak sampai di ubun ubun mendengar ejekan Siska yang membawa orangtuanya
"nona apa begini ajaran orang tua anda hah, tidak menghargai orang lain mentang mentang anda memiliki uang yang banyak memperlakukan orang lain seperti seonggok sampah "ucap Morista meluapkan emosinya
"rasakan ini "
plak
"ini untuk kelakuan anda"
plak
"ini untuk anda yang menghina orang tua saya dan "
plak
"ini untuk anda yang menghina saya pelakor"
Siska yang tidak Terima membalas terjadilah pertengkaran yang hebat para karyawan berusaha melerai tetapi tidak bisa
salah satu karyawan bergegas ke ruangan Richard
tokk tok tok
"masuklah" ucap Richard
"tu.... tuan "hos hos hos
"tuan nona Morista yang mengaku istri tuan bertengkar dengan nona Siska di bawah "lapor karyawan yang barusan datang dengan nafas terengah-engah
"sekretaris Rey ayo cepat "ajak Richard menghawatirkan istrinya
mereka bertiga langsung menuju ke bawah
Kondisi Morista sangat memprihatinkan
dengan wajah memerah, bibir berdarah, dan baju yang koyak sudah memperlihatkan pahanya yang mulus
"rasakan itu buatmu yang merebut kekasihku, hahaha "Siska tertawa sinis
"siapa kamu yang berani memperlakukan istriku seperti ini "Richard emosi segera menghampiri istrinya
"hiks hiks dia yang duluan memukulku tanya saja pada mereka "semua karyawan menunduk, Richard menutupi istrinya dengan jasnya memeluk menginginkan penjelasan
tapi
"tuan memang istrinya tuan duluan tetapi itu karena............. begitu tuan "ucap karyawan menjelaskan tanpa rasa takut secara detail mending dikeluarkan biar keadilan tetap ada pikir karyawan tersebut
"dasar tidak tau malu "ucap Richard menahan kekesalannya.
bagaimana selanjutnya trus otw di novel ku
maaf jika ada kata kata yang salah ketik karena baru belajar.
jangan lupa like, komen, vote
jangan lupa follow akun IG ku tohonanrohani
Shalom
__ADS_1