Mafia Kejam Suamiku

Mafia Kejam Suamiku
mafia 37


__ADS_3

suara burung berkicau seolah ingin membangunkan semua pengisi mansion yang masih tidur.


kecuali satu orang yang sudah bangun untuk merawat orang terpentingnya yang masih setia dalam kondisi koma.


kamar Richard


"sayang udah jam berapa " tanya Morista dengan suara serak


"jam 8 pagi "


"ayo minggir mungkin mama sudah menunggu kita di meja makan "


"hm tunggu 5 menit saja aku masih ngantuk "


"iya, kasian mama sama papa loh nanti bisa sakit, tidur saja dulu biarkan aku mandi duluan "


"hm aku ikut saja , dua orang langsung kan lebih cepat "


"sayang gak, gak mau " hendak berlari tapi langsung di gendong ala bridel style


yang seharusnya hanya 30 menit jadilah mandinya menjadi 1 jam an "


"ih kamu katanya cuman mandi kok gak beneran " cemberut dan berlalu keluar


"sayang iya maafin aku,


" hm dimana semua orang, biasanya kenzo sudah teriak teriak "Richard bingung


ditengah kebingungannya datanglah Faisal membawa nampan berisi makanan ke arahnya.


Morista sengaja langsung pergi ke bawah menemui mertuanya karena tidak mendengar apa yang suami dan adik iparnya bicarakan


" untuk siapa itu"


"sungguh kakak yang kejam " cibirnya


"hah"


"hah heh hah "" lihat noh adikmu bagaimana keadaannya , bodoh punya bodyguard tapi tidak bisa melindungi adiknya "Faisal bercanda


Richard langsung berlari ke kamar Lee yang dimana wajah tampan Lee masih bengkak menunggu makanan datang serta kenzo masih tidur nyenyak


" kenapa wajah tampan mu ini boy, siapa yang berani menyentuhmu "


Lee menjelaskan detail kejadiannya yang membuat kemarahan seorang mafia berdarah dingin ini semakin menjadi jadi


"kenapa tidak ada yang memberitahukan aku "


"Faisal jelaskan "


"woi turunkan nada bicara lo, disini masih ada yang tidur dia juga baru sakit semalam jangan ganggu dia "


"maaf "


"nih gw kasih tau, alasan gak beritahu lo, kan lo udah tidur buktinya kamar kalian yang gak kedap suara itu udah berhenti mengeluarkan suara "


"trus kan bisa langsung hubungi gw "


"kak udah, udah mendingan kok " ucap Lee


"sudah dimana pelakunya, apakah sudah dapat "


"untuk pelakunya sudah, ternyata dia adalah mafia yang pernah menawarkan kita perdagangan organ manusia, yang mengejutkan kenzo adalah targetnya satu itu, tapi untung dia selamat kasihan masih sekecil ini sudah ingin di siksa "


"what the ****, kurang ajar, apa dia sudah dapat aku ingin mengikutinya dan menjualnya biar nantinya ku sumbangkan kekeluarga yang mereka bunuh "


"enggak kak aku takut, melihatnya saja aku tak mampu " wajahnya pucat pasi


"nanti jika sudah sembuh, balaskan dendam mu , harus kamu sendiri yang membunuhnya "


"rich jangan buat dia ketakutan lagi "


"tidak, klo gak di buat begitu maka dia akan selalu lemah bahkan bisa menjadi trauma "


hening


"hm baiklah kak, sama kenzo juga, selama ia disini, selalu saja mengingat kejadian itu bahkan ingin langsung mengeksekusinya seperti yang di film thor "


"okey makan dulu, lu pergi sana husss husss, bau bau kebucinan " ucap Faisal


hendak ingin dibalas


"sudah sudah sarapan dulu sana kak , please jangan kasih tau ibu dan ayah , nanti bisa jadi mereka khawatir " ucap Lee


"iya, hm baiklah cepat sembuh "


setelah kepergian Richard dan ternyata kenzo sudah bangun.


"kakk, kakak masih disini "

__ADS_1


kenzo memeluk


"kak aku lindu dengan mu, kenapa tidak membelitahu dimana kakak semalam , hiks hiks," memukuli kakaknya


"kenzo udah, lihat dulu, Lee udah kesakitan "


langsung melihat wajah kakaknya


"hah kenapa kak,apa mimpi adek benalan teljadi "


"apa " tanya Faisal


"iya kak semalam, adek bermimpi kakak di tangkap yang menculik aku dulu, yang untungnya aku selamat dulu walaupun disiksa tapi Tuhan membebaskan aku, nih kelakuan dia, masa dibuatin stempel kayak babi, aku kesal ,aku janji akan membunuhnya bahkan mencincangnya " menunjukkan pinggangnya ada stempel berbentuk pisau


"wih sadis juga adek abang ini, siapa yang ngajari begitu "tanya Lee


"hehehhe kak jangan malah ya "


"hm jelasin "


"hehhe kak, aku meretas komputer dan CCTV-nya itu loh kak yang biasa tempat kak linchat, kak ley, juga kak Faisal, sama satu lagi, tapi aku enggak tau siapa dia "


"hah, Lee apa dulu makanan adikmu ini apa otak ikan, batu, buku, atau apa masih kecil udah jadi hacker tapi berbeda dengan lo bego hahahha " tawa Faisal meledak


Faisal menyuapi kenzo makan sampai ludes, dan untuk Lee dia makan sendiri walau kadang di bantu oleh Faisal, jika tangannya agak lakukan.


"kak satu lagi, jangan rahasia jangan kasih tau kak linchat, sama kak ley " menyodorkan jari kelingking


"hm , janji "


"shutttt, kak pernah dengar perusahaan kakak kena masalah waktu kakak ipar wisuda "


"iya "


"jangan bilang dek kamu yang buat " ucap Lee


"gak sejahat itu aku kak, malah adikmu lah yang membantunya, dengan membantu kak ley buat cali pelakunya, makanya cepat hehhe "


"itu rahasia diantara kita ya "


"hm" ucap mereka berdua tanjung dengan bocah ajaib di depannya.


"kak waduh udah tellambat sekolah " ucap kenzo


"buahhhahahahah hahhahahah "


"sekarang minggu bleeeee "


"hihihihi lupa "


"cih kecil kecil udah lupa "


lama bercanda Lee pun istrahat biar lebih cepat sehat dan untuk kenzo langsung bermain dengan yang sudah dianggapnya ibu dan ayah.


"Heyy jangan lari lari " ucap Ibu


"blee bleee blee bleee, Sibontot tukang nangis " ucap Richard


memang sedari tadi Richard , Faisal berlarian kesana kemari, yang terdengar adalah suara canda tawa mereka bersama penonton setia juga para pelayan yang habis pikir tuan mereka sama sama petakilan


"cih udah gede gak nikah chuakss" ejek kenzo kepada Faisal


"buahhaaa sakit gak berdarah" ucap Morista


"ih dasar ya anak kecil, aku gelitikin kamu "


Faisal menggelitiki kenzo sampai puas


"hahaha hahah kaka stop, adek lelah "


"makanya siapa suruh jail "


"eh dek kak Faisal itu jago loh nyanyi "


Entah darimana dapat ide yang ingin menjatuhknan martabat adiknya.


"nyanyi nyanyi nyanyi" teriak semua


faisal langsung memutar lagu , serta menyanyikan dengan indah didengar serta juga penuh penghayatan.


.… Malam ini hujan turun lagi


Bersama kenangan yang ungkit luka di hati


Luka yang harusnya dapat terobati


Yang ku harap tiada pernah terjadi


… Ku ingat saat Ayah pergi, dan kami mulai kelaparan

__ADS_1


Hal yang biasa buat aku, hidup di jalanan


Disaat ku belum mengerti, arti sebuah perceraian


Yang hancurkan semua hal indah, yang dulu pernah aku miliki


… Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian


Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah


Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam


Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan


… Mungkin sejenak dapat aku lupakan


Dengan minuman keras yang saat ini ku genggam


Atau menggoreskan kaca di lenganku


Apapun kan ku lakukan, ku ingin lupakan


… Namun bila ku mulai sadar, dari sisa mabuk semalam


Perihnya luka ini semakin dalam ku rasakan


Disaat ku telah mengerti, betapa indah dicintai


Hal yang tak pernah ku dapatkan, sejak aku hidup di jalanan


… Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian


Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah


Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam


Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan


… Wajar bila saat ini,


Ku iri pada kalian yang hidup


Bahagian berkat suasana indah dalam rumah


Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidup ku yang kelam


Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan


Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan


Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan


karena terlalu menghayati dia menangis juga , Richard melihatnya langsung melemparkan candaan


"masih nangis chuakss"


Faisal langsung tersenyum


semua bertepuk tangan dan tersentuh dengan pembawaan yang sangat kena di hati.


"hhahh gw nangis bukan karena orangtua gua, gw hanya bersyukur aja bisa mempunyai ibu dan ayah yang baik "


"uluh uluh cayang mama, papa " ucap Faisal yang mengundang gelak tawa


"minggir udah gede " ucap kenzo


"woy itu juga ibu dan ayah gw "teriak Rey yang baru datang


"bego gw juga kali " ucap Richard tidak mau kalah


"sini sini, semua anak ibu "disana mereka memeluk erat satu sama lain


" ehhemmm gw gak dianggap nih "Morista membuat keempat orang itu tersadar


" eh kaka ipar mau aku peluk ya "iseng Faisal


" silakan saja, atau tangan mu akan patah dan kuganti menjadi kaki kerbau "


"dasar monster "


"tuh peluk ayang lo"


Richard dengan senang hati memeluknya.


hay hay hay udah dulu ya updatenya besok lagi see you and bye


jangan lupa like, komen, vote dan hadiah juga


Ig author juga :rohani_silaban28_05

__ADS_1


__ADS_2