Mafia Kejam Suamiku

Mafia Kejam Suamiku
Mafia 16


__ADS_3

Ruang perawatan Morista


ada faisal , Richard dan tentunya sekretaris Rey yang seperti patung bernafas di sudut ruangan.


"sudah apakah kamu puas melihat dia tidak berdaya, lihat wajahnya penuh kesedihan "faisal menatap datar sahabatnya


"maaf iya aku memang salah"


"Richard apakah tidak ada secuil pun, cinta-Mu buatnya "


sekretaris Rey hanya diam mendengar.


"maaf aku masih belum bisa membuka hatiku aku masih menantikan sosok gadis yang pernah ada yang mengisi hatiku, kamu pasti ingat bagaimana perjuangan ku dulu mengejar dan menyelamatkan aku dari alergi terhadap perempuan, aku takut nantinya setelah dia jatuh hati kepadaku wanita itu kembali biarlah dia pergi dengan rasa dendam karena sakit hati karena cinta lebih sakit "Richard berbicara panjang lebar dengan wajah di tekuk dan berlalu kepada Morista.


"tapi apa kamu yakin wanita itu jauh atau malah mungkin ada didekatmu tapi kamu tidak menganggapnya"


deg deg jantung Richard berdegup


"maksudmu "Richard mengernyit


"hm tidak ada sebaiknya aku pergi dulu tolong jaga dia aku ingin pergi ke perusahaan dulu" berlalu meninggalkan ruangan tersebut.


"oh iya sekretaris Rey"panggil Richard


"hm iya tuan "


"jadwal hari ini kamu yang urus dan sekarang pergilah "


"ck ck ck tuan biarkan lah aku istrahat aku ingin bersama istri ku hari ini saja " sekretaris Rey semakin geram dengan pemikiran tuannya yang tidak lupa dengan kerjaan melulu memang menjadi sekretaris Rey harus siapkan mental untuk menghadapinya.


"hus sana pergi atau kamu memilih kerja, potong gaji, atau kau kukirim ke "ancam Richard"

__ADS_1


"his tuan iya gw pergi "gerutunya


Rey mengetahui jika ia menolak tuannya pasti akan mengirimnya ke pelosok di Afrika dan itu tidak main main seperti pada 3 tahun lalu ia dikirim ke amazon yang berdampak pada kesehatannya yang turun drastis.


di ruangan


Richard mengamati wajah Morista menunggu reaksing tetapi tidak ada tanda tanda.


dokter keluar memeriksa datang keadaan Morista


"hm dok bagaimana keadaannya"


""sudah membaik tuan untung tuan dekat dengannya karena walaupun tadi nona muda pingsan tetapi didalam akan bawah sadarnya ia tadi sepertinya mengalami trauma dengan meraung raung meminta maaf kepada tuan "


"kapan ia sadar"


"sebentar lagi tuan "


Richard mengangguk dan dia lalu menggengam tangan Morista.


Richard hanya mengangguk.


di sini ruang bawah tanah yang bernuansa putih yang dipadukan dengan warna gold hanya ada Richard dan Morista yang terbaring di tempat tidur dengan keadaan menyedihkan.


Richard menatap wajah sendu istrinya.


"his siapa sebenarnya dia dan mengapa aku merasa Alice di dekat ku saat aku dekatnya juga mengapa identitas istriku sangat sulit kucari "Richard pusing sendiri mikirkan situasi yang dia hadapi tiba tiba


"hiks hiks hiks jangan mendekat, maafkan aku aku bukan pembunuh, aku bukan orang yang membuatnya sakit aku aku hiks hiks "Morista histeris menangis setelah melihat wajah Richard


Richard langsung memeluk Morista

__ADS_1


grebb


"iya kamu tidak salah "Richard memeluk dan menekan tombol untuk memanggil dokter


dokter segera kesan dan memeriksa keadaan Morista


"tuan sepertinya nona muda mengalami guncangan mental yang dalam yang dapat menguranginya adalah dengan memberikan kenyamanan dan menjauhkan segala yang membuat trauma nya "


Richard mendengar seksama dan memeluk erat Morista


"shutt diamlah iya kamu tidak salah iya kamu tetap disini jangan bergerak , Biarkan lukamu sembuh dulu tenanglah"Richard mengelus punggung Morista dengan lembut lama kelamaan Morista tenang di pelukan hangat dari Richard kemudian tertidur


"hah kenapa dia, apa dia pingsan lagi "tanya Richard dengan khawatir


"tidak tuan nona muda hanya tidur karena kelelahan meronta, tuan tetap posisi begini dulu biar saya mengoleskan salep ke lukanya "


sambil mengoleskan salep ke lukanya Morista sampai selesai tapi entah kenapa lama kelamaan Richard malah mengantuk


"tuan baringkan saja nona, ini sudah siap "


"oh yaudah kembali lah bekerja "


"iya permisi tuan "


Richard pun tertidur di samping istrinya, faisal yang baru saja sampai langsung menghampiri kamar perawatan Morista dia hanya senyum mendapati pemandangan di depannya


"semoga ini awal dari kebahagiaan dia "batinnya


faisal merasa bahagia karena sudah merasa lelah faisal pun segera ke sofa besar yang di sediakan di ruangan itu dan tertidur.


sekian dulu

__ADS_1


Terima kasih


jangan lupa like, komen, vote dan saran di kolom komentar.


__ADS_2