
Di kafe spring
keluarga mertua Morista sampai di kafe
ibu Richard menyapa ibunya Morista setelah masuk ke kafe dan mencari setelah mencari besannya.
"heiiii " mertuanya Morista mengendap endap mengejutkan besannya.
"anjing ,monyet, babi berjalan congek huh"ibu Morista tekejut dan reflek berbicara latah
semua pun langsung tertawa para suami geleng geleng kepala
"hahahha hahahha masih aja terkejut"kata mertua Morista
sementara mereka tidak sadar bahwa ada seseorang yang mengintai mereka.
"bu aku kangen "Morista memeluk ibunya
"hm iya iya cuman rindu ibu okelah aku pergi duluan"ayah Morista pura pura merajuk
"iya aku kangen ayah dan ibu malah sangat kangen kayak dulu lagi "Morista memeluk ayah dan ibunya.
"tapi menantu ku baik kan samamu "tanya ibunya
Morista ingin mengatakan yang sebenarnya tetapi ia tidak mau keluarganya sedih dan marah kepada suaminya bagaimanapun ia harus menjaga kehormatan suaminya.
"eh kok kakak ipar malah bengong tuh ibu menanti Jawaban kamu" Raisa membuyarkan lamunan Morista
"ya suamiku baik mah, pah dia selalu mengingatkan aku menjaga kesehatanku juga tidak membiarkan aku sedih "bohong Morista.
"yasudah yok kita berlibur "mertua Morista menggandeng tangan besannya.
"tapi tunggu dulu emang kita kemana liburan "tanya ayah mertua Morista
"pah ,mah , kakak ipar kita ke pantai saja "ajak Raisa
"hah nak hari ini dingin lain kali aja lah "kata ibunya.
mereka pun berpikir kemana berlibur dan ayah Morista pun dapat ide
"hm bagaimana kita ke ketempat kita yang dulu"tawar ayah Morista
"hm baiklah jom kita berangkat"kata ibu dan ibu mertua Morista.
merekapun berangkat supir membawa mereka menuju tempat yang mereka sepakati Morista dan Raisa hanya ngekor saja. merekapun sampai di sebuah taman.
"mom, dad tempatnya sangat bagus " sanjung Raisa.
"iya pah mah makasih telah membawa kami ke tempat indah ini "kata Morista
"hm yaudah ayo masuk "
merekapun berjalan kaki masuk
sementara Raisa dan Morista sibuk berselfie mereka berpisah dari ayah ibu mereka.
"wok kak coba kaka ipar minta ku foto sekalian "kata Raisa.
Raisa dan Morista menyukai taman yang mereka kunjungi.
diam diam Raisa mengambil foto Raisa mulai dari melamun dan senyum mengarah ke padanya
__ADS_1
Raisa mengirim foto Morista kepada kakaknya Richard
disana Richard menerima foto tersebut memerhatikan wajah Morista seperti mengenang masa lalunya.
"hei bro kenapa kamu melamun"tanya Faisal yang belum pulang
"gak ada "kata Richard
segera Faisal melihat layar HP Richard ada foto Morista
"heh itu bini bening banget padahal gak make make up gw kalu punya akan ku peluk dia dan kucium sampe puas" Faisal memuji sambil menggoda Richard.
" diam lo jangan dekat gw itu nafas bau jigong mau cium orang lagi yang ada dia akan tipis karna lo cium dan peluk,pulang sono lama lama kamu malah jadi pebinor, hus hus "Richard mengibas ngibaskan tangannya kepada Faisal kesal karena selalu menggodanya sebenarnya Richard merasa ada sedikit kekuatiran kehilangan Morista tapi dia tidak menunjukkannya.
"ya gak lah nanti gw pulang di rumah gw cuman ada gw seorang "kata Faisal
"hm"
di seberang sana Morista dan keluarga bersama kembali sangat puas
"bu emang ini tempat apa kian sehingga ibu dan ayah mengajak kami kesini selain indah "Raisa bertanya.
"hm ini tempat adalah tempat pelarian kami waktu kuliah pulang kampus"jawab ayah Morista.
"hh apa pelarian emang tempat inikan rame biasanya klo orang kedapatan lari ke jalan sempit "kata Morista bingung planga plongo.
sontak orang tua mereka tertawa
"emang kami pencuri, kami berempat kesini waktu kuliah cuman jalan jalan saja biar gak pusing ditambah lagi kami tidak punya uang mau tak mau harus ke sini karena dulu uang tiket gak ada "terang ayah mertua Morista
"oooh "Morista dan Raisa mengangguk anggukkan kepala mengerti
"hah sudah lah kita pulang sudah mau sore"ajak ibu mertua Morista.
mereka pun masuk kedalam mobil. dan berangkat pulang mereka bersenandung ria tetapi supir merasa ada yang mengikuti sehingga menambah kecepatan da menabrak pohon sehingga terjadi kecelakaan hanya morista yang sadar.
Morista pun mengeluarkan ibu dan ayahnya , mertuanya, raisa dan supir dengan langkah terseok-seok
"hah siapa yang bisa membantu aku, ya Tuhan selamat kan mereka "
segera Morista mengambil HP Raisa karena ia tak punya nomor Richard
tut tut tut Richard pun menggeser yang hijau
"hiks hiks hiks"
"kamu kenapa " tanya Richard
"mas kami kecelakan hanya aku yang sadar tolong cepat kesini"
"hm"
segera Richard mematikan ponselnya dan dengan wajah khawatir bergegas pergi
"hei kenapa " tanya Faisal
"keluarga ku kecelakaan "
mereka pun berangkat bersama sekretaris Rey.
sementara Morista melihat sekeliling dan menangkap seseorang yang tertawa
"tolong tolong bantu aku "mohon Morista
" huh apa untungnya buat gw, toh gw yang menyebabkan kecelakaan itu hahahh bye "kata perempuan itu
" awas saja aku akan membalas ini semua "Morista merasa dendam
" hahah Richard gak akan percaya sama kamu meskipun kamu memberitahu gw pembunuh nya ingat nama gw Siska hah haha haa" ya perempuan itu adalah Siska yang merencanakan kecelakaan ini karena dendam orang tua Richard tidak menyetujuinya.
__ADS_1
Siska yang mendengar suara ambulans dan polisi segera dia pergi.
Faisal dan sekretaris Rey melihat keadaan yang memprihatinkan, sedangkan Richard tidak peduli dengan keadaan Morista dan menyalahkan Morista
"ini pasti gara gara kamu shittt " Morista tersentak mendengar perkataan suaminya
"tidak bukan aku Siska yang menyebabkan ini hiks hikss" Morista mengingat nama perempuan yang tadi
"heh gak usah ngeles " Richard tidak percaya.
"hm ayo nona " kata Faisal kepada Morista yang tidak tega melihat keadaan nya.
segera mereka memasukkan korban ke mobil ambulance dan membawa merek ke rumah sakit milik Richard.
polisi menyelidiki kecelakaan tersebut.
Di rumah sakit.
mereka menunggu semua pasien sedangkan Morista hanya menangis.
"sudah nona yakin dan berdoa saja pasti mereka selamat " kata sekretaris Rey sambil mengelus pundak Morista dengan lembut karena sekretaris Rey menganggap ia sebagai adiknya.
Richard pusing dan merasakan ketakutan yang luar biasa karena ia tidak mau lagi kehilangan seseorang yang ia cintai seperti yang kejadian dulu seorang yang dia cintai dipisahkan darinya oleh adik perempuan tersebut karena tidak mau kakaknya terkena musibah lagi sejak itu Richard masih mencari sosok wanita itu tetapi ia tidak mendapat informasi secuil pun sedangkan Siska hanya simbol kian seorang kekasih hanya untuk menghindari perjodohan orang tuanya.
"ini gara gara kamu, kamu pembawa sial awas saja salah satu dari mereka tidak terselamatkan kamu akan kubunuh sekalian untuk menyusul mereka" ancam Richard dengan tatapan amarah yang sudah sampai di ubun ubun
"hiks bukan aku bukan aku" kata Morista
"diam kamu apa ini balasan kamu karena aku tidak membiarkan kamu keluar rumah waktu itu dan ini balasan kamu karena aku tidak menyiksamu yang waktu itu kalaupun kamu dendam bilang jangan begini" kata Richard
"sudah lah bro jangan begini " Faisal berusaha menenangkan hati sahabatnya
Richard pun duduk
setelah 2 jam menunggu dokter keluarga mereka keluarga dari ruangan UGD.
"bagaimana dokter" tanya Morista dengan cepat.
"ibu dan ayah tuan mengalami kelumpuhan sebentar lagi akan sadarkan diri, untuk ibu dan ayah yang satu lagi mengalami benturan yang keras mereka harus menjalani pengobatan diluar negeri saja karena disini tidak ada fasilitas yang dapat menjamin keselamatan mereka, dan untuk nona Raisa jika dalam 3 jam lagi tidak sadar makan akan dinyatakan koma saya permisi dulu" kata dokter tersebut dan pamit pergi.
Morista yang mendengar ibu dan ayahnya harus dibawa keluar negeri Menghubungi adiknya sementara Richard masuk melihat keluarganya.
drtd drtd ponsel William bergetar dan menjawab panggilan tersebut.
"halo dek " kata morista
"iya kak kenapa, kakak sehat kan bagaimana ibu dan ayah" tanya Williams dari seberang sana
"hiks hiks hiks ibu dan ayah kecelakaan dan mereka harus dibawa keluar negeri jadi biar saja aku disini ibu dan ayah disana saja "
"loh kak kamu, biar saja kakak ikut saja biar kamu tetap ada yang menjamin keselamatan mu " kata Williams dengan khawatir dan terkejut dengan perkataan Morista
"udah aku disini saja kebetulan sebentar lagi kuliah " kata Morista
"oke kak katakan saja pada pihak rumah sakit biar aku siap siap disini "
"baiklah see you" kata Morista
"iya kak " Jawab adiknya
Morista pun mematikan ponselnya dan mengurus kepergian ibu dan ayahnya keluar negeri setelah selesai baru masuk kedalam UGD.
udahan dulu
jangan lupa, like, komen, dan vote, juga hadiahnya hehehheh biar author semangat.
ig ku jangan lupa follow :tohonanrohani
see you and bye👋👋👋👋👋👋
__ADS_1