
lanjut masih pernikahan faisal.
semua berjalan lancar dari awal sampai akhir dan kini mereka mau mengistirahatkan tubuh yang seharian sudah lelah.
faisal mengajak Gresya ke dalam kamar, di depan pintu bertemu dengan Lee, Richard dan Morista yang juga mau ke kamar.
"kak ini ada kado dariku "Lee memberikan kantong kresek
faisal merasa tidak enak pasti ada sesuatu yang tidak beres dengan segera mengeluarkannya ada dua barang yang mau ia hindari yaitu ****** dan dan obat kuat
" buahhhhhhaaaaaaa hahahhaah hhaaaa"tawa Lee
pletak,
"aduh "Richard menyentil kening Lee sehingga mengaduh kesakitan.
Gresya melihat yang di tangan suaminya jadi malu.
" duhhh duhhh duhhh lepas kak "Lee mengadu kesakitan karena Morista menjewer telinganya
" kakk kak lepasin, nanti panjang telinga ku kan jadi jelek. adik tampan mu ini "
"nih rasain, uang siapa kamu pakai untuk beli benda sejelek itu " Morista bertolak pinggang
"hehehe kak, uangnya dari uang jajan yang diberi kakak " menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"sayang potong uang jajannya , itu hukuman nya dan naik sepeda ke kampus selama 1 bulan "faisal yang mendengarnya merasa senang
"kak maafin , sini kadonya balik, kak bujuk kakak ipar gak sanggup aku naik sepeda ke kampus jauh lagi, apa kakak tega aku di culik orang di jalan "memegang tangan Richard.
" hm semua tergantung istriku "takut istrinya ngambek jika salah buat keputusan.
" kak please lah "melipat tangannya.
Richard menjadi luluh dan mau membujuk istrinya
" sayang, maafin ya, "
"hm tapi uang jajan tidak ada lagi biar saja gak ada jajan untuk satu bulan ini "
"hah rasain lo, makanya klo ngasih kado mikir lah jangan ngadi ngadi jorok otak lo itu "ucap Faisal
" hehhe makasih kak, klo uang jajan mah masih banyak yang dikasih kak Richard dan kak Faisal,sama kak Rey sekali kali selama ini aku nabung jajan pun hanya itu buat beli makan waktu di rumah sakit waktu itu, bayangin satu bulan 5jt kadang 8 jt di kali 2 kan kebanyakan hahhah setiap kuliah juga aku bawa bekal kan ngapain jajan lebih enak kok masakan kakak ipar"Richard menjadi senang ternyata tidak sia sia mendidik adiknya buat tidak boros.
"bohong , katamu tadi hanya di rumah sakit trus beli ini dari mana " Faisal berusaha mengintimidasi
"kamu nanya, kamu nanya uang beli ini dari mana biar aku kasih tau ya, ini dari mesin cuci semalam, aku bantu pelayan eh malah dapat 3 ratus ribu, bagi 2 dong kami heheheh kan orang bilang klo dapat uang itu harus di beli sesuatu langsung jika enggak maka bisa hilang uang kita yang lebih banyak lagi "senyum bangga
__ADS_1
" kolottttt pemikiran macam apa lah tuh huss belajar saja "Richard mendorong adiknya.
" belajar yang baik "ucap Morista
" hm baik lah "Lee berlalu ke kamarnya, menemani adiknya yang selalu ingin di peluk baru bisa tidur.
di luar kamar para pasutri itu masuk ke kamar tapi sebelumnya Richard berpesan.
" woi bro awas lupa nyalain peredam suara, jangan nodai pendengaran Lee dan kenzo, klo sempat dapat laporan darinya mendengar suara aneh ku pindah kan kamu ke Antartika sana "ancam Richard dengan mode seram.
" sayang udah ayo masuk ngantuk "rengek Morista.
" hm iya "
begitulah obrolan terakhir mereka.
sejak kejadian kenzo masuk menyusup ke kamar mereka, sehingga kamar langsung di kunci dan diganti menjadi alarm jika terjadi sesuatu.
2 hari setelahnya.
Morista merasa bosan di rumah, dan ingin mencari pekerjaan saja.
"sayang,seandainya aku bekerja apa boleh" tanya Morista kepada Richard yang bermain Ponsel, dan langsung menghentikannya
"sayang, apa uang yang kuberi tidak cukup atau kurang bilang saja "menatap istrinya.
"bukan , begitu tapi bosan di rumah juga dulu aku kuliah pengennya bekerja bukan hanya ibu rumah tangga saja " ucapnya sedih merasa ilmu yang dipelajari tidak berguna
"oh gini saja sayang, aku bekerja di perusahaan mu saja ya, seperti karyawan biasa " dengan semangat
"pokoknya gak boleh di rumah saja " tetap tidak rela istrinya dilihat orang lain tapi melihat istrinya sedih menjadi berubah pikiran
"yaudah, tapi dengan syarat, bekerja di ruangan ku saja, temani setiap meeting sama setelah ada calon baby di sini, berhenti bekerja ya " mengelus lembut perut istrinya.
"ya sayang janji, tapi hari ini mulai ya " ucap Morista semangat.
"iya sayang, cepatlah berpakaian rapi tapi cium dulu " menggembungkan pipinya sebelah kiri
Morista yang semangat langsung menciumi wajah suaminya dan terakhir di bibir suaminya tapi langsung lari karena kebablasan.
sayang masih kurang lama "godanya
Morista tidak memperdulikan apa yang suaminya bicarakan, hanya butuh 10 menit sudah selesai dan langsung turun ke bawah ingin segera bekerja.
Richard terpesona dengan kecantikan istrinya walaupun hanya menggunakan lipstik dengan rambut panjang terurai.
" sayang ayo "ajak Morista
" siap nona Dawkins"menggandeng tangannya, siapapun yang melihatnya pasti iri, sudah di gandeng sesekali di cium pula.
__ADS_1
di depan pintu rumah ada ibu, ayah, ke 2 menantunya serta Rey dan Faisal yang sedari tadi menunggu
"eh mantu mamah mau kemana , pagi pagi sudah cantik gini " tegur ibu Richard
"mau bekerja mah, bosan di rumah melulu. pengennya kerja " jawab Morista sopan
"mah hm istriku kerja di kantorku saja, kan pas lelah langsung dapat vitamin " dilanjutkan oleh Richard.
"iyalah, hati hati " ucap ayah
"dah mah pah " Morista melambaikan tangannya hendak masuk ke dalam mobil. yang di susul oleh Rey dan Faisal
"kalian berdua bawa mobil yang itu saja" cegah Richard agar ke 2 adiknya tidak bersama berangkat ke kantor, biar tidak rusuh yang malah mengganggu.
"dasar kakak, et dah, " segera masuk ke dalam mobil sesudah pamitan.
jarak antara rumah ke kantor Richar membutuhkan setengah jam.
perusahaan federic Dawkins.
semua pasang mata menutu ke 4 orang yang baru saja sampai yang tentunya semua mengenalnya, yang jadi berbeda adalah dimana bos mereka yang biasanya marah marah dan wajah yang menyebalkan
akhirnya berganti menjadi seperti sesosok kucing butuh belaian
"selamat pagi tuan " ucap semua karyawan patuh.
tapi seperti biasa Richard melenggos pergi tanpa memperdulikan.
"pagi semua, sayang jawab mereka gak sopan , lihat bahkan karyawan yang menyapa mu udah lebih tua dari-Mu hargai dong " ucap Morista yang di angguki oleh suaminya.
"iya selamat pagi semua " tersenyum menakutkan
plakk
Morista memukul suaminya tepat di bahunya, Rey dan Faisal menahan tawa melihat bos mereka di pukul yang biasanya di sentuh saja sudah marah "sayang , gak suka lihat wajahmu yang tampan begitu" berlari pergi menuju lantai paling atas yang dia tau itu adalah ruang CEO perusahaan.
Richard mengejar istrinya.
"sayang iya, mas salah jangan tinggalkan suamimu , sini kembali" Richard mengejar lalu menangkap tangan istri dan memeluknya.
"mas salah sayang " menciumi istrinya.
selama di kantor Richard menjelaskan tugas Morista dan dengan mudah di serap , langsung bisa menemani Richard meeting.
Rey yang biasanya ikut menjadi di kantor saja, dengan senang hati, Richard biasanya selalu marah setiap meeting , itulah menjadi tugas Rey,pelampiasan emosi.
udah dulu ya lanjut besok
Jangan lupa like, komen, vote, heheh sama hadiahnya dong sebagai vitamin
__ADS_1
ig. Rohani_silaban28_05