
"Selama nya kau akan tinggal di sini gadis kecil dan akan menjadi milikku " gumam Arga tersenyum dan langsung pergi membersihkan tubuhnya.
Dikamar Kirana.
"Pak terimahkasih bantuan nya" ucap Kirana.
"Iya sama-sama nona" ucap pak Ujang.
"Saya pamit keluar nona " ucap pak Ujang lagi.
"Iya pak, silahkan " ucap Kirana ramah.
Pak Ujang pun keluar dari kamar setelah membawa semua barang gadis itu.
"ππ’ππππ π‘π’ππ πππ π ππππππ€π π ππππππ πππππ ππ πππ πππ πππ ππππβππ ππππ¦ππππππ π πππ’π πππππππ’ππ ππ¦π" batin pak Ujang sambil berjalan keluar dari kamar gadis itu.
"Apa jangan-jangan tuan suka iya sama gadis itu, ah biarkan lah " gumam pak Ujang.
"Ini kamarnya sangat luar sekali iya" ucap Kirana sendiri.
"Gimana iya keadaan mama sama papa iya" gumam Kirana sedih.
"Apa om itu mengizinkan aku sekolah iya" ucap Kirana sendiri.
"Nanti lah, aku bicarakan sama om itu, mudahan di izinkan " gumam Kirana berdoa dalam hati.
"Lebih baik aku tidur ah" ucap Kirana tersenyum.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Keesokan harinya.
Pukul 06.00 pagi.
"Om semua keperluan om sudah selesai " ucap Kirana, ia ingin menyelesaikan semuanya karena ingin bisa sekolah.
"Hemm.."ucap Arga.
"Om bisa kan saya sekolah?" tanya Kirana hati-hati.
Arga pun langsung menoleh memandang wajah Kirana sedang memohon.
"Hemm" ucap Arga.
"Akhh, makasih om " ucap Kirana senang dan langsung tersenyum.
"Ingat jangan macam-macam dan banyak tingkah, saya tidak segan-segan menyakiti orang tua mu "ucap Arga dingin dengan nada mengancam agar gadis ini takut padanya.
"Iya baik om, kalau begitu saya pamit mau siap siap ke sekolah "ucap Kirana tersenyum.
"Hemm...." jawab Arga.
"Siap kan sopir untuk gadis itu, dan kirimkan beberapa orang untuk menjaganya dari jauh" ucap Arga lewat telfon pada asisten nya.
"Baik bos" ucap asisten Anggara.
"Hemm...."ucap Arga dan langsung mengakhiri panggilan.
Padahal mereka di Masion yang sama harus melakukan panggilan lagi, maklum lah bos nggak bisa langsung menemui bawahannya.π
Lantai bawah.
"Bos, mari kita ke kantor " ucap asisten Anggara.
__ADS_1
"Hem..." Ucap Arga.
"Om saya sudah siap ni, saya naik apa ke sekolah ?"tanya Kirana menatap mereka berdua.
"Ikut kami" ucap Arga dingin.
" Mari bos" ucap asisten Anggara membuka pintu mobil. Dan Kirana langsung masuk pintu mobil sebelah dekat pria itu. Asisten Anggara pun langsung melajukan mobilnya.
"Nona sekolah mana?" tanya asisten Anggara.
"Hem..Nama sekolahnya SMA Primagama" jawab Kirana.
"Baik nona " ucap asisten Anggara.
"Kalau seperti ini, saya merasa..." ucap Kirana berhenti membuat Arga langsung menoleh termasuk asisten Anggara.
"Kenapa nona?" tanya asisten Anggara penasaran termasuk Arga.
"Saya hanyah merasa seperti bukan pelayan tapi seperti anak kalian " celoteh Kirana membuat ke dua pria itu terbatuk.
"Kenapa bisa seperti itu?"tanya Arga penasaran.
"Iya kan biasanya pelayan itu di siksa gitu kayak di novel-novel gitu" jelas Kirana membuat ke dua pria itu frustasi.
"Emang kamu mau?"tanya Arga sambil berbisik.
"Eh nggak lah om, kalau om macam-macam sama saya jangan salahkan kalau saya memotong aset berharga om seperti memotong sosis" protes Kirana menatap tajam pria itu.
Mendengar itu membuat pria itu merinding dan langsung memandang aset berharga nya, termasuk asisten Anggara yang mendenggar nya.
"Emang kamu berani, hem.." bisik Arga.
"Berani lah om" ucap Kirana santai membuat Arga melotot kan matanya.
"Pernah dong " ucap Kirana santai membuat ke dua pria itu melotot.
"Berarti kau pernah melihat aset pria" ucap Arga menatap tajam Kirana membuat gadis itu susah menelan ludahnya, dan Kirana pun mengangguk ketakutan.
"Nona, emang kenapa nona melakukan itu?" tanya asisten Anggara.
"Iya karena mereka mau melecehkan saya dan kebetulan mereka menggunakan pisau, iya langsung saya hancurkan aset salah satu dari mereka " ucap Kirana menetralkan kegugupan nya karena di tatap tajam oleh Arga.
"Ternyata nona sangat sadis, sama seperti bos" gumam asisten Anggara.
"Siapa mereka?" tanya Arga dingin.
"Itu hanyah preman jalanan om" ucap Kirana sebenarnya.
"Sejak kapan kamu bisa bela diri?" tanya Arga penasaran.
"Kalau itu, saya belajar nya waktu saya masih SMP dan sekarang saya sudah mendapatkan pangkat sabuk hitam, jadi om jangan macam-macam sama saya bisa-bisa nanti saya hajar om" ucap Kirana sombong.
"Benarkah kau bisa mengalahkan ku" ucap Arga berbisik.
"Hemm... Pasti bisa lah om" jawab Kirana gugup karena pria itu sangat dekat dengan tubuh nya.
" ππ’ππβ πππ ππππ ππππππ¦π πππ ππππ¦ππ ππππππ " bantin asisten Anggara memperhatikan mereka lewat kaca mobil.
"Denggar baik-baik jangan pernah lagi mata indah mu ini melihat aset pria siapapun "bisik Arga.
"Itu saya terpaksa om" elak Kirana.
"Saya tidak mau tahu "ucap Arga tidak mau dibantah.
__ADS_1
"Emang kenapa om?"tanya Kirana binggung.
"Kalau saya bilang tidak iya tidak " ucap Arga marah.
"I-iya baik om" ucap Kirana menurut.
"Sudah sampai di sekolah nona" ucap asisten Anggara.
"Ah iya, terimahkasih om" ucap Kirana pada Arga.
"Nanti pulang kamu akan dijemput oleh sopir " ucap Arga dingin.
"Iya om" ucap Kirana tersenyum, lagi-lagi membuat pria itu terpesona dengan senyum dan wajah imut gadis itu dan terus memandangi nya.
"Saya permisi om, paman" ucap Kirana langsung berlalu pergi.
"Bos sepertinya nona orang nya sadis menyiksa orang " ucap asisten Anggara.
"Iya kau benar " ucap Arga tersenyum.
"πΎπππππ π π πππ π‘πππ πππ¦π’π ππ’ππ, πππππ-πππππ πππππ ππππππ π πππ-π πππ πππππ πππ π ππππ " batin asisten Anggara.
"Jalan" ucap Arga dingin.
"Baik bos" jawab asisten Anggara.
Mereka pun akhirnya sampai di perusahaan Atmaja Perkasa.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Ditempat lain.
"Kira kenapa kemarin gue hubungi hp lo tidak aktif " ucap Ainun.
"Maklum lah aku lagi ada masalah soalnya " ucap Kirana murung.
"Masalah apa?" tanya Balqis.
"Hutang orang tua gue, jadi gue sebagai tembusan nya" ucap Kirana sedih.
"Apa...." Ucap Balqis dan Ainun bersamaan.
"Iya gue jadi pelayan di Masion nya" ucap Kirana lesu.
"Astaga Kiran, gue nggak menyangka, apa hutang orang tua lo banyak?" tanya Ainun.
"Iya banyak " ucap Kirana menunduk.
"Maaf Kiran sungguh gue nggak bisa bantu kalau kayak gini " ucap Balqis kasihan.
"Iya sama gue juga nggak bisa bantu Kiran, Maaf iya" ucap Ainun.
"Iya nggak apa kok, aku jalani saja demi orang tua gue agar tidak di lukai orang itu" ucap Kirana.
"Emang mereka siapa Kiran ?" tanya Balqis.
"Dia orang yang sangat berkuasa" ucap Kirana.
"Ya Tuhan, kalau begini lo mesti berhati-hati Kiran " ucap Ainun.
"Iya gue juga setuju apa kata Ainun " ucap Balqis.
"Iya kalian tenang saja iya" ucap Kirana tersenyum dan menyakinkan.
__ADS_1
Bersambung.......