
Pagi menjelang Richard entah tidur atau pura pura tidur karena Morista sudah lama berusaha menggeliat.
"Tuan, Tuan ayolah bangun aku udah merasa sesak" bisik nya tapi tidak berani membangunkan, Richard masih bisa mendengarkan bisikan istrinya.
"oh ayolah "
"please aku udah mau pipis "ringisnya
Morista pun menggerakkan gerakkan badannya dan menggesekkan kakinya
"aukk **** lukaku sendiri pun aku ingat "ringisnya
"eh ada apa " Richard menggendong istrinya hati hati langsung ke toilet
"eh turunin aku "
"oh ayolah diam saja nanti INGAT panggil aku "sambil menutup pintunya.
setelah pintu di tutup segera ia melakukan BAK.
karena merasa badannya lengket Morista melap badannya hati hati.
"uh iya aku kan gak bawa handuk "menepuk jidat
:Morista, Morista kok kamu malah nambah bego ya
"hm kalau aku panggil nantinya dia akan langsung nyelonong masuk kan gak afdhol nantinya , lagian ini kan tidak di kamar tidur biasanya , "Morista masih terus komat kamit.
di luar. .
"nih orang lama amat kek shoping aja, ini udah mau setengah jam"Richard mondar mandiri saking lamanya.
"ku dobrak aja kali mana tau dia mati kan jadi hantu gentayangan nantinya, **** ku ketok kali dasar otak "
rutuk nya sambil geleng kepala.
(author :nih pasangan satu pemalu plus si otak ngelek satu lagi cold, arogan, plus otak nya terlalu encer hmmmmmmmm cocok udah ๐คจ๐)
(Richard dan Morista: heheheh ih author mah ๐๐๐)
back.
tok tok tok
"eh iya "Morista menjawab gugup
"kamu lama amat kek orang yang lagi bertapa aja "ejek Richard.
"hmmm ma... maa.. maaf aku bisa minta tolong gak "
"iya bilang saja susah amat" kata Richard tidak sabar.
"tolong ambilin aku handuk dan pakaian tadi aku lupa tetapi badanku udah lengket terlanjur deh" Morista memohon malu malu dari dalam toilet
"huh dasar pikun, sayang sekali masih muda"ejek nya.
"hm yaudah tunggu bentar"ucap Richard.
Richard mengotak atik kamar tempat perawatan dan memutuskan mengambil kemeja kebesaran buat istrinya, kemudian mengambil handuk serta celana kolor karena selain itu tidak ada lagi celana yang ada hanya celana buat ngantor
5 menit kemudian.
"buka sikit pintunya agar bisa ini ku beri " memegang semuanya
Morista membuka pintu sedikit sebagai celah
"Terima kasih tuan "Morista sudah malu dengan pipi memerah segera merampas semuanya dan masuk.
Richard geleng-geleng kepala melihatnya.
"dasar kucing Poppy, eh iya hah nama yang cocok".
"tuan sudah siap "Morista membuka pintu
"sini "Richard menggendong
deg deg
__ADS_1
"ini tangan udah mesum megang megang ini lagi tapi gak papa lah gak dosa jika punya istri sendiri"pikiran Richard yang tidak sengaja tangannya memegang benda istrinya yang tidak sembarangan untuk dipegang
"untung dia gak sadar kalo enggak pasti nih muka udah bonyok dia tampar"Richard bermonolog sendiri sambil berjalan sehingga lupa sudah di depan kasur
buk
Morista terjatuh gara gara ulah Richard.
"duh hiks hiks "ringis Morista
"eh mana mana yang perih sini aku tiup "Richard reflek meniup tangan Morista dan mengambil salep untuk dioles
"gak usah udah baikan kok " ucap Morista
"okelah duduk dulu ini biar aku suapin "ucap Richard sembari membantu istrinya duduk.
Richard telaten menyuapi Morista,
"eh kamu makan juga , nih aku suapin"ucap Morista hati hati setelah sadar dari tadi hanya dirinya yang makan
"hm yaudah aaaaa"ucap Richard manja
Morista geleng-geleng kepala
"dasar ternyata kamu manja juga ya he he he "gumamnya
Richard dan Morista saling menyuapi sampai makanan habis.
"hm tuan apa aku bisa keluar , aku bosan sekali selama aku disini gak pernah keluar "rengek Morista menunduk
"kamu masih sakit dan nanti jika ibu tau kamu sebenarnya disini tidak menjaga ibu mu nanti aku bisa di marahin " ucapnya dingin.
Morista mengangkat kepalanya, dengan bibir di monyongin serta mata udah berkaca kaca karena suaminya kembali dingin.
Richard yang gemas langsung menc*um Morista
deg deg deg
jantung Morista maraton untung dia segera menangkapnya kemudian memasangnya(hehehe canda)
Richard yang sadar istrinya menangis
"kamu kenapa" tanyanya
Morista menutup bibirnya
"ciuman pertamaku " dengan nada lemah
"ha ha ha kirain kenapa, berarti aku masih yang pertama"godanya
seketika Morista menunduk malu.
"hm "Faisal berdehem
sontak Richard melihat kearah Faisal malas
"bro lo klo memang udah cinta bilang aja jangan main nyosor"goda Faisal
"diam aja kamu "ucapnya dingin
"tuh bini lo masih nangis bawa liburan kali , klo enggak mau sini gw yang bawa "ucapnya sambil melirik kearah Morista
Morista yang mendengar ajakan Faisal langsung berdiri dari kasur
glek
Faisal melotot melihat pakaian Morista yang seksi dan kedua gunung kembarnya yang bisa ditebak tidak memakai penyelamat
Richard yang melihat arah pandang sahabatnya langsung sadar dan memeluk istrinya menyembunyikan di dadanya.
Morista yang sudah tau penyebab langsung menyembunyikan wajah merahnya di dada suaminya
"maaf aku gak sadar tadi "bisiknya kepada Richard
"shut diam saja "balasnya
"heh tuh mata di kondisikan atau ku conkel"ancamannya
__ADS_1
"heheh maaf bro, he gw keluar dulu"Faisal cengar cengir melihat sahabatnya lalu keluar
"tuan kenapa, apa kerasukan kenapa senyum senyum"kata sekretaris Rey
"ada lah tu tadi ada pemandangan indah " ucapnya
sekretaris Rey hanya menggaruk Kepala yang tidak gatal karena tidak mengerti apa yang dibicarakan.
tok tok tok
"tuan apa saya bisa masuk "ucapnya
"hm "terdengar dari dalam
Sekretaris Rey langsung masuk seketika mengerti apa yang dibicarakan Faisal karena baju yang tipis sehingga jelas terlihat nona mudanya tidak memakai BH.
"tuan mobil sudah siap "ucapnya hormat.
"okey kamu ke kantor saja, aku ingin liburan nanti dengan kucing ku ini "ucapnya
:iya saya akan kekantor saya permisi"sekretaris Rey menunduk hormat kemudian keluar.
Di luar sekretaris Rey senang karena tuannya sudah dapat menerima sedikit demi sedikit nona mudanya.
Di kamar.
"Tuan berarti kita keluar , aku sudah sangat rindu dengan ibu, ayah dan semua tapi aku juga ingin liburan "liriknya sendu.
"shutttt aku akan membawamu keluar tapi dengan syarat kamu harus bersamaku daaaaaannnn cium disini "ucapnya sambil menunjuk ke bibir dan pipinya tidak lupa mengerlingkan matanya.
cup , cup
Morista mencium Richard semangat toh dia suamiku pikirnya.
deg deg deg
" huruf lama lama bisa penyakit jantungan aku di dekatnya, berarti benar dia sudah sangat ingin liburan gw bawa aja ya biar gak stress walaupun tangannya masih belum sembuh total " batinya
"eh tuan "ucapnya menyadarkan suaminya dari lamunannya.
"gak apa apa, ganti dulu pakaian mu nih pakai "
kata Richard menyodorkan paperback berwarna biru yang diberikan pelayan
"ta.. tapi tuan keluar dulu "
"baiklah , kamu yang cepat aku paling benci menunggu"ucapnya sembari keluar.
15 menit kemudian
Morista sudah siap dan merekapun berangkat.
"ck ck ck indah sekali "ucapnya dengan girang setelah sampai di tempat tujuan.
"hm jangan mempersulit aku hati hati nanti lukamu berdarah lagi "Richard memperingatkan istrinya yang kelewat heboh.
"he he he maaf"ucapnya.
"sini duduk dulu kamu pesan saja aku mau ke toilet"ucap Richard meninggalkan Morista di sebuah restoran yang dekat dengan wisata yang mereka kunjungi.
"baiklah"ucap Morista sambil menganggukkan kepalanya.
Morista memesan makanan
tiba tiba
"dor" ucap seseorang mengejutkan Morista.
siapa kira kira yang mengejutkan Morista, tetap stay aja jangan lupa like , komen, vote biar makin semangat ngetiknya
Sekian dan Terima kasih
Shalom
Tuhan Yesus memberkati
Salam toleransi beragama
__ADS_1